Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,03% pada level 7.209
  • 14:19 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,20% pada level 22.472
  • 14:18 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,71% pada level 2.082
  • 13:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.478 USD/troy ounce
  • 13:29 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,03 USD/barel
  • 13:28 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,09 USD/barel
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar melemah 0,12% terhadap Yen pada level 108,73 Yen/USD
  • 13:25 WIB. Valas - Dollar menguat 0,11% terhadap Poundsterling pada level 1,2773 USD/Pound
  • 13:23 WIB. Valas - Dollar melemah 0,16% terhadap Euro pada level 1,1051 USD/Euro
  • 12:05 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,15% di akhir sesi I.

Ada Masjid Dihancurkan di Sri Lanka, Demi Apa?

Ada Masjid Dihancurkan di Sri Lanka, Demi Apa? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

"Setelah rangkaian serangan Paskah, orang-orang non-Muslim di kota kami memandang seakan kami teroris," kata M.H.M. Akbar Khan.

 

Dia merujuk rentetan serangan bunuh diri di tiga gereja dan tiga hotel mewah yang menewaskan lebih dari 250 orang di Sri Lanka, pada Minggu Paskah (21/4) lalu. Sebuah kelompok Islam fundamentalis dituduh berada di balik rangkaian peristiwa itu.

 

Lantaran serangan tersebut berimbas kepada komunitas Muslim di Sri Lanka, sekelompok umat melakukan tindakan drastis pada bulan Ramadan guna membuktikan bahwa mereka tidak bisa disamakan dengan terduga pelaku teror. Mereka menghancurkan sebuah masjid.

 

Akbar Khan adalah pengurus masjid yang dihancurkan tersebut. Dia menjelaskan mengapa jemaah di Madatugama, sebuah kota di Sri Lanka tengah, menempuh langkah ekstrem itu.

 

Baca Juga: Muslim Diteror, Sri Lanka Blokir Media Sosial

 

Kecurigaan

 

"Setelah serangan terjadi, polisi berkali-kali mengunjungi masjid tersebut. Hal ini membuat jemaah khawatir dan risau. Rasa saling tidak percaya juga semakin menjadi-jadi antara kami dan komunitas lainnya," jelas Akbar Khan.

 

Masjid yang dihancurkan itu disebut-sebut digunakan sebagai tempat ibadah oleh para anggota National Thowheed Jamath (NTJ). Organisasi yang kini dilarang keberadaannya oleh pemerintah Sri Lanka itu diduga berada di balik peristiwa rangkaian bom bunuh diri pada Minggu Paskah.

 

Setelah serangan, pemerintah Sri Lanka berupaya memberantas NTJ. Satu-satunya masjid yang dikelola organisasi itu yang berada di Kota Kattankudy, Sri Lanka bagian timur telah disegel oleh aparat.

 

Adapun masjid di Madatugama tidaklah sarat dengan nilai sejarah atau budaya. Masjid itu dikelola kelompok ultra-konservatif lain yang diyakini tidak terkait dengan peristiwa pengeboman.

 

Aksi penghancuran tersebut menunjukkan seberapa jauh langkah yang siap ditempuh komunitas Muslim untuk melawan ekstremisme.

 

Baca Juga: Dampak Aksi Bom Paskah, Kunjungan Wisatawan ke Sri Lanka Anjlok Drastis

 

Keputusan bulat

 

Jemaah setempat menyetujui bahkan berpastisipasi dalam penghancuran masjid di Madatugama, Sri Lanka bagian tengah. 

 

Kami sudah punya sebuah masjid di kota kami yang melayani keluarga-keluarga Muslim di area kami. Namun, beberapa tahun lalu, kelompok lain membangun masjid ini," kata Akbar Khan.

 

Dia mengisahkan, para pengurus dan jemaah masjid lama menggelar pertemuan pada Mei lalu yang berujung pada keputusan bulat bahwa masjid baru nan kontroversial itu harus dirobohkan.

 

Dengan menggunakan perkakas sederhana, seperti godam dan linggis, jemaah setempat menghancurkan masjid itu.

 

"Kami menghancurkan menara dan ruang sembahyang kemudian menyerahkan lokasi ke pemilik aslinya," tambahnya.

 

Sekitar 70% penduduk Sri Lanka merupakan penganut agama Buddha dan nyaris semuanya adalah bagian dari komunitas etnis Sinhala. Pemeluk agama Hindu adalah kelompok kedua terbesar dengan 12%.

 

Umat Muslim sebanyak 10?n penganut agama Kristen sekitar 7%. Sebagian besar umat Muslim berbahasa Tamil. Namun, karena alasan sejarah dan politik yang rumit, umat Muslim menyebut diri mereka sebagai kelompok etnis yang terpisah dari etnis Tamil.

 

Baca Juga: Kedubes Arab Saudi Minta Warganya Tinggalkan Sri Lanka

 

Rumah Tuhan

 

Namun aksi penghancuran masjid ini tidak diterima semua orang. All Ceylon Jamiyyathul Ulama, yang dianggap sebagai kaum paling paham soal agama Islam di Sri Lanka mengatakan tempat ibadah seharusnya tidak diganggu.

 

Jemaah Kota Kattankudy beranjak dari masjid seusai menunaikan salat Jumat. Umat Muslim di Sri Lanka mengatakan mereka hidup dalam ketakutan setelah rangkaian serangan Minggu Paskah. 

 

"Semua masjid milik Allah, terlepas siapa pengurusnya. Menghancurkan dan merusak masjid bertentangan dengan rukun Islam," sebut organisasi itu dalam pernyataan resmi.

 

Pemerintah Sri Lanka mencatat terdapat 2.596 masjid yang terdaftar. Dari jumlah itu, 2.435 masjid aktif digunakan untuk salat.

 

Masih ada puluhan masjid yang tidak terdaftar dan beberapa di antaranya ditelantarkan.

 

Wahhabi

 

"Komunitas bisa mengalihfungsikannya seperti perpustakaan atau pusat kesehatan. Jika kita menghancurkan masjid, maka kita perlu menghancurkan ratusan masjid sekalian," kata Dr A Rameez, kepala jurusan sosiologi di South Eastern University, Sri Lanka.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Terorisme, Sri Lanka

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Reuters/Erik De Castro

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,801.71 3,763.08
British Pound GBP 1.00 18,180.29 17,996.58
China Yuan CNY 1.00 2,009.72 1,989.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,257.93 14,116.07
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.14 9,505.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.73 1,799.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.35 10,289.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,722.22 15,564.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,402.04 3,365.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,120.39 12,988.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6158.166 31.289 658
2 Agriculture 1344.671 -3.608 20
3 Mining 1608.393 -3.471 48
4 Basic Industry and Chemicals 887.968 24.249 74
5 Miscellanous Industry 1145.695 -2.323 50
6 Consumer Goods 2174.111 9.963 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.457 1.148 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1212.948 2.953 75
9 Finance 1237.732 3.756 90
10 Trade & Service 801.990 3.006 165
No Code Prev Close Change %
1 IRRA 374 560 186 49.73
2 SLIS 630 785 155 24.60
3 PYFA 160 198 38 23.75
4 HDFA 125 147 22 17.60
5 ISSP 179 210 31 17.32
6 INTD 150 175 25 16.67
7 RODA 204 230 26 12.75
8 PNLF 268 300 32 11.94
9 INKP 6,275 7,000 725 11.55
10 FILM 216 238 22 10.19
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,340 1,105 -235 -17.54
2 ALKA 482 404 -78 -16.18
3 INAF 1,335 1,210 -125 -9.36
4 BOSS 750 680 -70 -9.33
5 LMAS 60 55 -5 -8.33
6 LPLI 125 117 -8 -6.40
7 ITMA 725 680 -45 -6.21
8 MFMI 488 458 -30 -6.15
9 CANI 165 155 -10 -6.06
10 WICO 540 510 -30 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 FREN 168 180 12 7.14
2 MAMI 220 216 -4 -1.82
3 KPIG 133 138 5 3.76
4 LMAS 60 55 -5 -8.33
5 ISAT 3,040 3,260 220 7.24
6 BMTR 340 356 16 4.71
7 MSIN 454 450 -4 -0.88
8 INKP 6,275 7,000 725 11.55
9 SMBR 605 655 50 8.26
10 TCPI 6,700 6,400 -300 -4.48