Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,63% pada level 24.377.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,48% pada level 2.386.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,39% pada level 22.329.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,75% pada level 3.379.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,53% pada level 2.545.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Yuan pada level 6,96 CNY/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,15% terhadap Dollar AS pada level 14.648 IDR/USD.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,19% pada level 6.043.

China Peringatkan Perusahaan yang Dukung Larangan Huawei di AS

China Peringatkan Perusahaan yang Dukung Larangan Huawei di AS
WE Online, Jakarta -

Pejabat pemerintah China dilaporkan memperingatkan banyak perusahaan teknologi tentang "konsekuensi yang mengerikan" jika mereka bekerja sama dengan larangan Amerika Serikat untuk melakukan bisnis dengan perusahaan teknologi China Huawei, menurut sebuah laporan di The New York Times.

Langkah ini dilakukan setelah China mengancam akan membuat daftar hitam "entitas yang tidak dapat diandalkan" sebagai pembalasan atas larangan tersebut.

Baca Juga: Rusia Angkat Bicara Soal Sikap AS Terhadap Huawei

The Times melaporkan peringatan itu datang dalam serangkaian pertemuan yang diadakan awal pekan ini oleh anggota Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China, bersama dengan anggota Kementerian Perdagangan dan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi, di hadapan "sejumlah besar perusahaan yang ekspor barang ke China", menurut sepasang orang yang akrab dengan pembicaraan tersebut.

Tidak jelas perusahaan apa yang hadir di pertemuan itu. Selain itu, mereka "termasuk sejumlah perusahaan semikonduktor terpenting di dunia, serta raksasa teknologi lainnya."

Para pejabat memperingatkan perusahaan-perusahaan AS agar tidak memindahkan jalur produksi mereka ke negara-negara lain, dari mengikuti perintah untuk tidak melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan tertentu, dan bahwa mereka harus melobi upaya-upaya Administrasi Trump, mengatakan bahwa tindakan mereka dapat memiliki konsekuensi permanen.

Baca Juga: Setelah Huawei, Trump Anggap Produsen Otomotif Jepang Jadi Ancaman

Perusahaan-perusahaan non-AS dilaporkan diberitahu bahwa jika mereka terus memasok perusahaan-perusahaan China, mereka tidak akan menghadapi konsekuensi seperti itu. Tetapi Times mencatat bahwa perusahaan-perusahaan AS kemungkinan tidak akan efektif, karena perusahaan-perusahaan seperti itu tidak ingin menimbulkan masalah hukum karena melanggar hukum.

Pada bulan Mei, Gedung Putih mengeluarkan perintah eksekutif yang memungkinkan pemerintah federal untuk melarang perusahaan AS membeli peralatan dari perusahaan yang dianggap berisiko bagi keamanan nasional.

Perintah itu ditujukan tepat pada Huawei, yang telah diperingatkan pejabat keamanan nasional menghadirkan ancaman bagi keamanan AS, dan yang telah menekan negara-negara sekutu untuk menggunakan peralatan perusahaan saat mereka meningkatkan infrastruktur telekomunikasi mereka.

Pesanan telah mendorong perusahaan teknologi seperti Google, Microsoft , ARM , dan lainnya untuk berhenti menjual pasokan ke Huawei.

Langkah itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing ketika kedua negara telah menaikkan tarif terhadap satu sama lain sebagai bagian dari perang perdagangan yang sedang berlangsung.

Pembicaraan telah terhenti akhir-akhir ini, meskipun Presiden Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jingping diperkirakan akan bertemu akhir bulan ini di KTT G20 di Jepang.

Tag: Huawei Technologies Co Ltd, China (Tiongkok)

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Bloomberg

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,952.16 3,912.41
British Pound GBP 1.00 19,383.54 19,189.20
China Yuan CNY 1.00 2,127.16 2,105.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,823.75 14,676.25
Dolar Australia AUD 1.00 10,628.63 10,521.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,912.67 1,893.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,804.48 10,693.08
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,492.03 17,312.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,535.36 3,494.35
Yen Jepang JPY 100.00 14,015.08 13,871.69
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5157.834 13.941 698
2 Agriculture 1196.835 14.709 23
3 Mining 1430.960 10.921 48
4 Basic Industry and Chemicals 760.125 10.099 80
5 Miscellanous Industry 917.814 -18.704 52
6 Consumer Goods 1912.827 11.449 58
7 Cons., Property & Real Estate 291.005 3.307 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 887.705 -3.693 78
9 Finance 1124.737 1.036 93
10 Trade & Service 636.358 1.343 174
No Code Prev Close Change %
1 MTPS 139 187 48 34.53
2 SGER 108 145 37 34.26
3 BPTR 74 99 25 33.78
4 KJEN 1,100 1,375 275 25.00
5 TOYS 545 680 135 24.77
6 DUCK 314 386 72 22.93
7 ARGO 1,485 1,805 320 21.55
8 ATIC 575 690 115 20.00
9 GHON 1,355 1,600 245 18.08
10 KOIN 100 118 18 18.00
No Code Prev Close Change %
1 GSMF 100 93 -7 -7.00
2 POLU 1,000 930 -70 -7.00
3 FREN 143 133 -10 -6.99
4 PEGE 143 133 -10 -6.99
5 GOLD 202 188 -14 -6.93
6 RIGS 232 216 -16 -6.90
7 PGLI 190 177 -13 -6.84
8 GLVA 322 300 -22 -6.83
9 POLI 1,245 1,160 -85 -6.83
10 RONY 118 110 -8 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 3,180 3,330 150 4.72
2 TOWR 1,080 1,085 5 0.46
3 TKIM 6,675 7,200 525 7.87
4 FREN 143 133 -10 -6.99
5 TLKM 2,980 2,970 -10 -0.34
6 INAF 3,190 3,330 140 4.39
7 INKP 8,575 9,675 1,100 12.83
8 PURA 126 126 0 0.00
9 DOID 278 294 16 5.76
10 MDKA 2,050 1,980 -70 -3.41