Portal Berita Ekonomi Senin, 24 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:19 WIB. Elpiji - Distribusi tertutup elpiji 3 kg dilakukan bertahap mulai 2020.
  • 16:18 WIB. Lion Air - Mulai Sabtu (1/07/2019), Lion Air beroperasi di Bandara Kertajati.
  • 15:07 WIB. Abramovich - Lawan kebencian agama, Abramovich sumbang Rp71,2 miliar.
  • 14:41 WIB. Ritel - Aprindo mengakui bahwa semakin banyak perusahaan ritel baru dan persaingan semakin ketat.
  • 14:25 WIB. Giant - Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur akan tutup pada Jumat (28/6/2019).
  • 13:32 WIB. BRI - BRI kembali menjadi penyedia uang kertas asing BPKH untuk biaya hidup jemaah haji 2019.
  • 11:50 WIB. BRI - Bank BRI segera mengambil alih kepemilikan 90% saham BRINS dengan nilai Rp1,04 Triliun.
  • 07:18 WIB. New York - Eldorado Resorts Inc akan merger dengan Caesars Entertainment Corp.

Demokrat Usul Bubarkan Koalisi Indonesia Kerja, TKN Bereaksi

Demokrat Usul Bubarkan Koalisi Indonesia Kerja, TKN Bereaksi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) -Ma'ruf Amin, Arsul Sani, menilai usulan membubarkan koalisi yang disampaikan Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik lebih tepat diajukan kepada koalisi partai yang mengusung pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 02. Ia menganggap pembubaran koalisi lebih pas dilakukan oleh paslon yang kalah dalam pilpres.

"Koalisi paslon 02 memang secara politis sudah selesai karena paslon merek kalah dalam Pilpres dan secara faktual di antara anggotanya sudah pada berantem sendiri, paling tidak antara PD dengan Gerindra sebagai kepala gerbong," kata Arsul kepada wartawan, Minggu (9/6/2019).

Baca Juga: Demokrat Benar-Benar Muak sama Prabowo?

Menurut Arsul, anjuran membubarkan koalisi pilpres tersebut tidak tepat dialamatkan ke koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf lantaran paslon tersebut menang pilpres. Sekjen Partai Persatuan Pembangunan itu mengungkapkan, koalisi kubunya masih akan berlanjut sampai dengan akhir masa pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"Jadi Wasekjen PD salah alamat dan salah sasaran kalau menganjurkan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk bubar atau dibubarkan," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Sekretaris TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Verry Surya Hendrawan. Menurut Verry, anjuran tersebut tidak relevan dan mengada-ngada.

Baca Juga: Geram Demokrat Di-bully Terus, Ferdinand: Kalau Ucapan Prabowo Kami Buka Geger Ini Republik

Verry menganggap koalisi perlu terus dilanjutkan. KIK, menurutnya, terbentuk dengan tujuan menyatukan sinergi untuk membangun bangsa dan negara dengan mendukung Jokowi menjadi presiden di periode kedua 2019-2024.

"Artinya, lima tahun ke depan KIK perlu terus berperan mengawal pemerintah dalam menyelesaikan program-program yang ditawarkan dalam masa kampanye," kata Verry dalam keterangan tertulisnya.

Di samping itu, Verry menyayangkan jika nantinya benar Koalisi Adil dan Makmur dibubarkan. Pasalnya, koalisi itu diperlukan untuk menjadi unsur koreksi dan penyeimbang demi bersama-sama memajukan Indonesia.

"Jadi, keberadaan KIK tidak memiliki potensi untuk mengawetkan permusuhan karena sebaliknya, kami hadir justru untuk menguatkan demokrasi di negara tercinta ini dan akar rumput kita semakin dewasa dalam berdemokrasi dan menyikapi semua hal di atas," ujarnya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani, Partai Demokrat, Pemilu Presiden (Pilpres)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,796.17 3,758.20
British Pound GBP 1.00 18,146.63 17,964.21
China Yuan CNY 1.00 2,078.16 2,057.43
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,236.00 14,094.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,896.87 9,796.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.60 1,803.32
Dolar Singapura SGD 1.00 10,510.93 10,402.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,201.99 16,034.74
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,436.16 3,399.42
Yen Jepang JPY 100.00 13,261.29 13,125.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6315.436 -20.262 636
2 Agriculture 1419.293 6.479 21
3 Mining 1642.897 24.186 46
4 Basic Industry and Chemicals 772.421 1.780 71
5 Miscellanous Industry 1286.447 -22.797 47
6 Consumer Goods 2419.364 -24.295 52
7 Cons., Property & Real Estate 492.624 -6.112 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1194.160 -2.214 74
9 Finance 1291.431 0.875 90
10 Trade & Service 799.230 -5.077 159
No Code Prev Close Change %
1 YULE 152 204 52 34.21
2 SFAN 396 494 98 24.75
3 YPAS 308 382 74 24.03
4 SKBM 400 466 66 16.50
5 BYAN 16,100 18,450 2,350 14.60
6 GTBO 153 170 17 11.11
7 SIPD 805 880 75 9.32
8 BMSR 130 142 12 9.23
9 PICO 284 310 26 9.15
10 APLN 226 246 20 8.85
No Code Prev Close Change %
1 KONI 500 376 -124 -24.80
2 PSDN 270 204 -66 -24.44
3 POLL 1,850 1,400 -450 -24.32
4 PLIN 3,710 3,000 -710 -19.14
5 TIRA 270 228 -42 -15.56
6 SRAJ 270 230 -40 -14.81
7 SQMI 254 220 -34 -13.39
8 UNIT 202 175 -27 -13.37
9 TRST 426 370 -56 -13.15
10 HERO 940 835 -105 -11.17
No Code Prev Close Change %
1 INKP 9,900 9,975 75 0.76
2 CSIS 103 102 -1 -0.97
3 MNCN 1,015 995 -20 -1.97
4 TLKM 4,040 4,040 0 0.00
5 HMSP 3,270 3,250 -20 -0.61
6 ASII 7,600 7,450 -150 -1.97
7 BPTR 89 92 3 3.37
8 BBRI 4,310 4,360 50 1.16
9 TKIM 12,725 13,000 275 2.16
10 ISAT 2,200 2,370 170 7.73