Portal Berita Ekonomi Rabu, 01 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:40 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.593 USD/troy ounce.
  • 16:39 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 24,99 USD/barel.
  • 16:39 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 20,21 USD/barel.
  • 16:38 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,51% terhadap Poundsterling pada level 1,2357 USD/GBP.
  • 16:36 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,98% terhadap Euro pada level 1,0923 USD/EUR.
  • 16:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,23% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:28 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yen pada level 107,62 JPY/USD.
  • 16:10 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,86% terhadap Dollar AS pada level 16.450 IDR/USD.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,19% pada level 23.085.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,57% pada level 2.734.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,75% pada level 2.437.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 4,02% pada level 5.444.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 4,50% pada level 18.065.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 3,94% pada level 1.685.

Minta Bubarkan Koalisi, Demokrat Jangan Panik Dong

Minta Bubarkan Koalisi, Demokrat Jangan Panik Dong - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai Partai Demokrat mulai bingung dengan dirinya sendiri. Pasalnya, pengurus partai berlambang bintang mercy tersebut, mengusulkan pembubaran koalisi baik di kubu Jokowi maupun Prabowo.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Demokrat Minta Koalisi Dibubarkan, Mulia Tujuannya

"Isu pembubaran koalisi tersebut, merupakan kebingungan dari sebuah partai politik dalam membangun identitas dirinya. Siapa dia dan berada di mana, jelas sekali bingungnya," ujar Dedi dikutip dari Republika.co.id, Senin (10/6).

Dedi menuturkan, permanen atau tidaknya koalisi itu tergantung kepentingan para pihak. Dulu, lanjutnya, pada zaman pemerintahan SBY, koalisi bersifat permanen. Yaitu, ada partai oposisi yang berada di luar pemerintah dan ada partai pendukung pemerintah. Kemudian, ada partai yang diajak masuk koalisi.

Ketika SBY memimpin, sambung Dedi, Golkar sebelumnya di luar pemerintah. Namun, karena ada kepentingan dari pemerintah untuk memperkuat jajaran pemerintahan, maka Golkar masuk ke koalisi pemerintahan.

Proses masuknya Golkar ke koalisi pemerintahan tentunya cukup panjang. Yaitu melalui perebutan kepemimpinan Partai Golkar dari Akbar Tanjung ke Jusuf Kalla yang waktu itu menjadi Wakil Presiden.

Kemudian, pada tahap kedua pemerintahan SBY, Golkar kembali masuk ke lingkungan kekuasaan melalui perubahan kepemimpinan di tubuh partai. Yakni dari Jusuf Kalla digeser ke Aburizal Bakrie yang nota bene mitra dari SBY dalam pemerintah.

"Jadi, proses masuknya Golkar saat itu dikehendaki oleh kekuasaan melalui perubahan kepemimpinan kepartaian," ujarnya.

Kemudian, pada saat ini ada koalisi dalam pemerintahan yang relatif sudah 60 persen menguasai parlemen. Lalu ada partai yang bersikap oposisi, yaitu Gerindra dan PKS, dan itu sah dari sisi konstitusi.

Dalam tradisi politik di Indonesia, partai oposisi sah karena harus ada penyeimbang dalam pemerintahan. Saat ini, sambungnya, ada partai dari oposisi, yakni Demokrat, yang ingin merapat ke pemintahan. Dedi menilai itu sah dan dipersilakan.

"Demokrat ingin masuk ke koalisi pemerintahan, ya dipersilakan. Tetapi tidak berarti koalisi harus dibubarkan. Kalau ingin bubarkan koalisi, Demokrat sepertinya sedang panik. Ya, jangan panik dong," tegas Dedi.

Meski demikian, Dedi mengingatkan bahwa koalisi itu ibarat membangun rumah tangga. Siapa pun kalau ingin membangun rumah tangga baru, pasti ingin punya istri setia dan tidak meninggalkan suami dalam keadaan sulit.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Dedi Mulyadi, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat, Pilpres 2019

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Galih Pradipta

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,382.32 4,336.42
British Pound GBP 1.00 20,417.60 20,206.27
China Yuan CNY 1.00 2,329.85 2,305.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,495.07 16,330.94
Dolar Australia AUD 1.00 10,106.53 10,001.07
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.41 2,106.16
Dolar Singapura SGD 1.00 11,590.13 11,470.77
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,164.37 17,982.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,838.74 3,786.45
Yen Jepang JPY 100.00 15,300.13 15,145.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4466.037 -72.893 687
2 Agriculture 914.490 -13.968 22
3 Mining 1175.076 -9.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 576.696 -3.566 78
5 Miscellanous Industry 714.996 -18.031 51
6 Consumer Goods 1639.276 -19.862 57
7 Cons., Property & Real Estate 328.929 -9.482 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.758 -15.676 79
9 Finance 972.633 -17.041 92
10 Trade & Service 591.445 -10.829 170
No Code Prev Close Change %
1 YULE 160 216 56 35.00
2 SAMF 162 218 56 34.57
3 ISSP 110 148 38 34.55
4 ACST 232 290 58 25.00
5 DUCK 354 442 88 24.86
6 ARTO 735 915 180 24.49
7 DAYA 392 466 74 18.88
8 TALF 242 278 36 14.88
9 GDST 51 58 7 13.73
10 KREN 266 300 34 12.78
No Code Prev Close Change %
1 HOTL 100 93 -7 -7.00
2 SMRA 400 372 -28 -7.00
3 CASA 430 400 -30 -6.98
4 MIKA 2,150 2,000 -150 -6.98
5 PSGO 115 107 -8 -6.96
6 ASJT 101 94 -7 -6.93
7 IDPR 260 242 -18 -6.92
8 JAST 580 540 -40 -6.90
9 ULTJ 1,595 1,485 -110 -6.90
10 AGRS 145 135 -10 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 2,930 -90 -2.98
2 BBCA 27,625 27,400 -225 -0.81
3 BRPT 725 745 20 2.76
4 BBNI 3,820 3,680 -140 -3.66
5 TLKM 3,160 3,100 -60 -1.90
6 BMRI 4,680 4,610 -70 -1.50
7 KLBF 1,200 1,165 -35 -2.92
8 ASII 3,900 3,770 -130 -3.33
9 KAEF 1,310 1,285 -25 -1.91
10 REAL 55 57 2 3.64