Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:13 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,75 USD/barel.
  • 16:13 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 43,28 USD/barel.
  • 16:12 WIB. Bursa - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1324 USD/EUR.
  • 16:12 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,21% terhadap Poundsterling pada level 1,2636 USD/GBP.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,31% pada level 26.210.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,42% pada level 2.167.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,40% pada level 22.529.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,39% pada level 3.450.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,45% pada level 2.657.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,22% pada level 6.142. 
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,23% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,10% terhadap Dollar AS pada level 14.395 IDR/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 107,29 JPY/USD.
  • 16:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.814 USD/troy ounce.

Apa Itu Tim Mawar?

Apa Itu Tim Mawar?
WE Online, Jakarta -

Tim Mawar adalah Grup IV Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat, yang saat itu dikomandoi oleh Capres 01 Prabowo Subianto. Tim ini merupakan dalang dalam operasi penculikan puluhan aktivis menjelang Pemilu 1997 dan Sidang Umum MPR 1998.

Prabowo sendiri menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus sejak Desember 1995 hingga Maret 1998, dan selanjutnya ditunjuk sebagai Pangkostrad.

Dalam persidangan Tim Mawar pada 1998 di Pengadilan Militer Jakarta, Mayor Inf Bambang Kristiono mengaku membentuk tim ini pada Juli 1997 atas insiatif pribadi. Tujuannya ialah menangkapi para aktivis yang dianggap radikal demi mengamankan kepentingan nasional.

Tercatat sebanyak 22 aktivis diculik. Sembilan orang kembali dalam keadaan hidup, sedangkan 13 lainnya hilang hingga saat ini. Sembilan orang itu antara lain Andi Arief, Nezar Patria, Pius Listrilanang, Desmond J Mahesa, Haryanto Taslam, Rahardjo Waluyo Jati, Mugiyanto, Faisol Riza, dan Aan Rusdianto.

Sementara 13 aktivis yang hilang ialah Widji Thukul, Petrus Bima Anugrah, Suyat, Yani Afri, Herman Hendrawan, Dedi Hamdun, Sony, Noval Alkatiri, Ismail, Ucok Siahaan, Yadin Muhidin, Hendra Hambali, dan Abdun Nasser.

Siapa Saja Anggota Tim Mawar?

Selain Mayor Inf Bambang Kristiono selaku Komandan, anggota Tim Mawar lainnya ialah Kolonel Inf Chairawan selaku Komandan Grup IV, Kapten Inf Fausani Syahrial Multhazar selaku Wakil Komandan Tim Mawar, Kapten Inf Nugroho Sulistiyo Budi, Kapten Inf Yulius Selvanus.

Selanjutnya Kapten Inf Untung Budi Harto, Kapten Inf Dadang Hendra Yuda, Kapten Infanteri Djaka Budi Utama, Kapten Inf Fauka Noor Farid, Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto, dan Sertu Sukadi.

Baca Juga: Eks Tim Mawar Dituding Jadi Dalang Ricuh 22 Mei, Menhan: Jangan Bawa-Bawa TNI

12 anggota Tim Mawar ini dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan Mahkamah Militer Tinggi II-08 Jakarta pada 9 April 1999. Komandan Tim Mawar Mayor Inf Bambang Kristiono mendapat vonis paling berat dari rekan-rekannya, yakni 22 bulan penjara dan dipecat dari anggota TNI.

Kapten Inf Fausani Syahrial Multhazar selaku Wakil Komandan Tim Mawar, Kapten Inf Nugroho Sulistiyo Budi, Kapten Inf Yulius Selvanus, dan Kapten Inf Untung Budi Harto, masing-masing divonis 20 bulan penjara dan dipecat sebagai anggota TNI.

Sementara itu, enam prajurit lain, yaitu Kapten (Inf) Dadang Hendra Yuda, Kapten (Inf) Djaka Budi Utama, Kapten Inf Fauka Noor Farid masing-masing mendapat vonis 1 tahun 4 bulan, serta Serka Sunaryo, Serka Sigit Sugianto, dan Sertu Sukadi divonis hukuman penjara 1 tahun. Tak seperti anggota lainnya, enam anggota ini tak dipecat sebagai anggota TNI.

Sedangkan Kolonel Inf Chairawan selaku Komandan Grup IV Kopassus justru tidak menerima hukuman sama sekali dan dibebastugaskan dari jabatannya.

Siapa Pimpinan Pemberi Perintah pada Tim Mawar?

Surat rahasia Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang mencuat ke publik beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa Prabowo diberhentikan dari lembaga kemiliteran atas perbuatannya terkait pemberi perintah pada Tim Mawar.

Melalui Tim Mawar, perintah Prabowo yang kala itu Danjen Kopassus, dikirim pada dua anak buahnya, yaitu Kolonel Inf Chairawan (Komandan Grup IV Kopassus) dan Mayor Inf Bambang Kristiono (Komandan Tim Mawar).

Di depan 'Konsolidasi Korban Pelanggaran HAM' di Gedung Joeang '45, Jakarta, 25 Juni 2014, Mayjen Syamsu Djalal, mantan Danpuspom TNI yang turut mengusut kasus penculikan aktivis itu, pun mengatakan, "Komandan Tim Mawar (Mayor Bambang Kristono) mengaku melakukan penculikan atas perintah komandannya, yakni Danjen Kopassus."

Namun, Prabowo sempat menyebut pembentukan Tim Mawar adalah perintah 'pimpinan'. Dalam dokumen rahasia yang dirilis National Security Archive (NSA) tertanggal 7 Mei 1998, disebutkan 'pimpinan' yang dimaksud adalah Presiden ke-2 RI Soeharto.

Baca Juga: Saat Rusuh 22 Mei Eks Pimpinan Tim Mawar Bilang Ada di...

"Penghilangan (aktivis 97/98) itu diperintahkan Prabowo yang mengikuti perintah dari Presiden Soeharto," demikian tertulis dalam dokumen tersebut sebagaimana dilansir dari BBC.

Ketua Umum Partai Gerindra itu pun pernah memberikan klarifikasi pada sejumlah wartawan pada Oktober 1999 silam. Ia mengaku mendapat daftar nama aktivis yang diyakini berpotensi mengganggu keamanan. Sehingga ia bertanggung jawab memenuhi target operasi dan diminta untuk "diamankan".

"Tapi mungkin mereka salah menafsirkan, terlalu antusias sehingga menjabarkan perintah saya begitu, ya bisa saja. Atau ada titipan perintah dari yang lain, saya tidak tahu. Intinya, saya mengaku bertanggung jawab," tukas Prabowo.

Baca Juga

Tag: 22 Mei 2019, Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Zabur Karuru

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,871.22 3,831.68
British Pound GBP 1.00 18,307.49 18,123.89
China Yuan CNY 1.00 2,075.87 2,055.04
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,518.23 14,373.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,127.92 10,024.27
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,873.30 1,854.63
Dolar Singapura SGD 1.00 10,435.01 10,329.69
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,469.48 16,299.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.44 3,368.59
Yen Jepang JPY 100.00 13,530.50 13,392.13
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5052.794 -23.380 696
2 Agriculture 1063.698 10.416 23
3 Mining 1291.609 6.124 48
4 Basic Industry and Chemicals 763.281 -4.110 80
5 Miscellanous Industry 882.417 -2.074 52
6 Consumer Goods 1817.296 -7.719 57
7 Cons., Property & Real Estate 319.855 -0.236 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 898.838 -7.724 78
9 Finance 1110.603 -7.756 93
10 Trade & Service 606.553 -0.637 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 208 260 52 25.00
2 UANG 282 352 70 24.82
3 SAPX 1,875 2,340 465 24.80
4 KRAS 278 346 68 24.46
5 MFIN 900 1,050 150 16.67
6 BMAS 266 306 40 15.04
7 POLU 805 910 105 13.04
8 HDFA 139 157 18 12.95
9 SMDM 88 99 11 12.50
10 ENVY 112 126 14 12.50
No Code Prev Close Change %
1 ITIC 1,150 1,070 -80 -6.96
2 CMNP 1,300 1,210 -90 -6.92
3 BBHI 159 148 -11 -6.92
4 TECH 159 148 -11 -6.92
5 BBMD 1,605 1,495 -110 -6.85
6 KBLI 438 408 -30 -6.85
7 ALTO 380 354 -26 -6.84
8 GSMF 117 109 -8 -6.84
9 KBLV 382 356 -26 -6.81
10 TMAS 118 110 -8 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 KRAS 278 346 68 24.46
2 BBRI 3,190 3,140 -50 -1.57
3 TOWR 1,075 1,070 -5 -0.47
4 IPTV 360 358 -2 -0.56
5 PTBA 2,080 2,100 20 0.96
6 MDKA 1,450 1,535 85 5.86
7 TLKM 3,150 3,110 -40 -1.27
8 TKIM 7,100 7,125 25 0.35
9 BBNI 4,800 4,730 -70 -1.46
10 MARI 54 60 6 11.11