Portal Berita Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:57 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,81% pada level 23.520
  • 13:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,79% pada level 2.140
  • 13:54 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,2862 USD/Pound
  • 13:54 WIB. Valas - Dollar melemah 0,02% terhadap Euro pada level 1,1035 USD/Euro
  • 13:53 WIB. Valas - Dollar menguat 0,21% terhadap Yen pada level 109,28 Yen/USD
  • 13:53 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.451 USD/troy ounce
  • 13:52 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,50 USD/barel
  • 13:51 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,09 USD/barel
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG melemah -0,07% di akhir sesi I.

Dicolek TKN Soal Status PNS, Denny Ogah Ngomong

Dicolek TKN Soal Status PNS, Denny Ogah Ngomong - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Denny Indrayana, tak ingin menanggapi serangan balik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. TKN mempersoalkan status Denny Indrayana dan Bambang Widjayanto (BW) dalam tim hukum BPN.

"Biarin aja kami diserang, enggak apa-apa, bos. Saya enggak ada masalah," kata Denny Indrayana kepada wartawan, Rabu (12/6/2019). 

Baca Juga: Persoalkan Posisi Ma'ruf Amin, TKN Balik Serang Rangkap Jabatan Deny Indrayana dan BW

Sebelumnya, TKN mempersoalkan keberadaan Denny dalam tim hukum BPN. TKN menilai Deny masih berstatus pegawai negeri sipil karena yang bersangkutan pernah menjadi dosen di Universitas Gajah Mada (UGM). Sementara BW tercatat sebagai anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Hukum dan Advokasi TKN Ade Irfan Pulungan mengatakan Undang-Undang Advokat menyatakan advokat tidak boleh menjadi PNS. Atau, jika ada yang mengaku-aku sebagai advokat bisa dikenakan sanksi pidana. Sementara BW, menurut Ade Irfan, seharusnya cuti dari posisinya sebagai advokat kalau menjadi pejabat negara.

Baca Juga: TKN: BW Enggak Usah Banyak Bicara, Bawa Bukti Aja ke MK!

TKN mempertanyakan status keduanya menyusul langkah BPN mempersoalkan status calon wakil presiden Maruf Amin di Dewan Pengawas Syariah di beberapa perbankan. Sebelumnya, Denny Indyarana yakin MK akan mendiskualifikasi paslon capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin.

Status jabatan Ma'ruf pada dua bank yang disebut termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diyakini bisa menguatkan hal tersebut. "Percaya diri pasti. Tetapi hari ini kan kami registrasi (permohonan PHPU pilpres). Kemarin Pak Bambang Widjojanto bilang tentang informasi yang menurut kami Pak Ma'ruf Amin tidak memenuhi syarat formil sebagai cawapres. Karena itu, paslon capres-cawapres 01 semestinya tidak memenuhi syarat dan (harus) didiskualifikasi," ujar Denny.

Denny menegaskan persoalan jabatan Ma'ruf ini adalah hal yang prinsipil. Dengan demikian, Tim Hukum BPN menampik anggapan bahwa pengungkapan informasi yang baru dilakukan pada saat-saat terakhir menjelang sidang MK ini terkesan mencari kesalahan.  

Baca Juga: Demokrat Ancam Bongkar Isi Percakapan SBY-Prabowo, BPN Bilang Nggak Takut!!

Menurutnya, detail soal informasi jabatan Ma'ruf sudah tertuang dalam permohonan perbaikan berkas PHPU pilpres yang disampaikan pada Senin (10/6). Dia meminta publik mencermati hal itu dalam proses persidangan nanti.  

Sebagai informasi, pada akhir tahun lalu, Denny Indrayana juga diketahui menjadi pengacara PT PT Mahkota Sentosa Utama yang membangun mega proyek Meikarta. Saat itu, Denny sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai dosen di UGM. 

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, denny indrayana, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Universitas Gadjah Mada (UGM)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.71 3,730.02
British Pound GBP 1.00 18,160.39 17,978.29
China Yuan CNY 1.00 2,017.49 1,996.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,129.30 13,988.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,658.79 9,561.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,805.11 1,787.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,380.03 10,272.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.38 15,423.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.23 3,374.03
Yen Jepang JPY 100.00 12,944.85 12,814.87

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6148.740 -29.246 660
2 Agriculture 1415.410 17.876 20
3 Mining 1481.348 -43.290 49
4 Basic Industry and Chemicals 941.808 -7.757 75
5 Miscellanous Industry 1184.256 6.302 50
6 Consumer Goods 2070.639 -4.102 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.975 -3.887 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1146.636 -9.799 75
9 Finance 1267.562 -2.638 90
10 Trade & Service 804.666 -3.024 165
No Code Prev Close Change %
1 KAYU 81 109 28 34.57
2 SINI 183 246 63 34.43
3 BMSR 183 246 63 34.43
4 SKYB 59 79 20 33.90
5 SWAT 89 110 21 23.60
6 ANDI 140 171 31 22.14
7 ARTA 342 410 68 19.88
8 SLIS 3,510 4,200 690 19.66
9 PGLI 128 149 21 16.41
10 YPAS 430 498 68 15.81
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 3,080 2,310 -770 -25.00
2 OMRE 1,675 1,260 -415 -24.78
3 FORZ 675 510 -165 -24.44
4 TGRA 720 555 -165 -22.92
5 BYAN 14,400 11,600 -2,800 -19.44
6 PORT 550 454 -96 -17.45
7 PCAR 1,650 1,400 -250 -15.15
8 FIRE 1,595 1,375 -220 -13.79
9 LMSH 422 364 -58 -13.74
10 POLU 2,180 1,900 -280 -12.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 520 -20 -3.70
2 MAMI 248 250 2 0.81
3 BBRI 3,990 4,000 10 0.25
4 KPIG 136 131 -5 -3.68
5 PTBA 2,580 2,600 20 0.78
6 BBCA 31,400 31,475 75 0.24
7 MSIN 470 470 0 0.00
8 PSAB 262 276 14 5.34
9 TCPI 4,720 4,500 -220 -4.66
10 EXCL 3,450 3,300 -150 -4.35