Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,05% di akhir sesi I.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,86% di awal sesi I.
  • 08:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.647 USD/troy ounce.
  • 08:29 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 33,68 USD/barel.
  • 08:28 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 26,22 USD/barel.
  • 08:27 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 3,41% pada level 2.749.
  • 08:26 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 3,44% pada level 23.433.
  • 08:25 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 2,58% pada level 8.090.

Kemenhub Libatkan KPPU Perangi Predatory Pricing Ojol

Kemenhub Libatkan KPPU Perangi Predatory Pricing Ojol - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Perhubungan melakukan upaya pencegahan atas potensi buruk dampak diskon berlebihan tarif ojek online (ojol). Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turut dilibatkan karena terindikasi perang tarif dan upaya monopoli.

 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap penerapan tarif baru ojol yang menjadi turunan dalam penerapan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Masyarakat.

 

Terutama berkaitan dengan perkembangan terkini seiring maraknya jual rugi melalui mekanisme promo. Diskon berbalut promo itu sejauh ini mengakibatkan tidak berlakunya batasan tarif ojol yang ditetapkan pemerintah sejak awal Mei 2019.

 

"Begini ya, ojol ini kan dinamis. Apa yang kita lakukan (evaluasi) adalah usulan dari pengemudi. Jadi kalau pun kita melakukan riset, itu dari pengemudi, aplikator, dan kita," ujar Budi di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

 

Baca Juga: Soal Diskon Tarif Ojol KPPU Endus Ini

 

Kemenhub dijadwalkan mulai membahas regulasi tarif ojol terutama berkaitan maraknya diskon oleh salah satu aplikator itu pada Kamis (13/06). KPPU disebut akan dilibatkan karena memiliki pandangan penting.

 

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menilai pemberian diskon berupa potongan tarif kepada konsumen sangat rendah sehingga bisa menimbulkan masalah baru.

 

Diskon yang dilakukan salah satu aplikator bukan lagi bertujuan pemasaran. Lebih cenderung menghancurkan persaingan.

 

"Selama ini, pengertian diskon itu jor-joran, jadi kemudian potensinya adalah predatory pricing. Jadi bukan lagi marketing," tegasnya di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat (11/06). 

 

Baca Juga: Rugikan Driver dan Konsumen, Pemerintah Tetapkan Pengaturan Promo Ojol

 

Diskon dimaksud biasanya dilakukan melalui pihak ketiga yang bekerjasama berupa pembayaran digital. Salah satu yang terlihat rajin menawarkan diskon adalah Grab melalui pembayaran digital OVO. 

 

Sebelumnya, KPPU memang mengendus indikasi predatory pricing (jual rugi) dalam pemberian diskon oleh aplikator ojol pasca pemberlakuan tarif baru pada Mei 2019. Dengan adanya obral diskon yang dilakukan aplikator berpotensi membuat persaingan usaha tak sehat.

 

"Selain berdampak pada terpentalnya pelaku usaha lain, persaingan usaha yang tidak sehat seperti ini juga menghambat masuknya pemain baru," ujar Ketua KPPU, Kurnia Toha. Dengan begitu maka berpotensi terjadi monopoli.

 

Baca Juga: Diskon Ojol Dihapus, Driver Malah Happy

 

Kurnia mengatakan indikasi predatory pricing terlihat jelas dari perbedaan harga yang tertera di aplikasi dengan yang dibayarkan konsumen. Untuk menindaklanjuti indikasi tersebut, pihaknya telah meminta Divisi Penegakan Hukum KPPU untuk menindaklanjuti persoalan ini.

 

“Kemarin itu kan ada penelitian (KPPU). Selama ini mereka mantau tapi belum sampai ke sana. Saya bilang sebenarnya sudah terjadi predatory pricing maka saya minta ke divisi penegakan hukum segera bergerak,” kata Kurnia.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Ojek Online, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,342.17 4,294.39
British Pound GBP 1.00 20,236.28 20,028.46
China Yuan CNY 1.00 2,309.57 2,286.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,322.21 16,159.80
Dolar Australia AUD 1.00 10,162.21 10,059.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,104.82 2,083.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,448.56 11,330.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,727.55 17,544.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,765.22 3,719.17
Yen Jepang JPY 100.00 14,982.75 14,830.95
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.695 -151.944 688
2 Agriculture 978.421 -34.066 22
3 Mining 1228.044 -34.552 49
4 Basic Industry and Chemicals 653.864 -23.079 78
5 Miscellanous Industry 727.043 -32.128 52
6 Consumer Goods 1697.996 -58.668 57
7 Cons., Property & Real Estate 334.365 -13.299 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 821.336 -31.949 78
9 Finance 991.588 -33.035 92
10 Trade & Service 600.535 -7.731 170
No Code Prev Close Change %
1 KBAG 100 135 35 35.00
2 VINS 96 129 33 34.38
3 SBAT 105 141 36 34.29
4 RUIS 171 220 49 28.65
5 PYFA 173 220 47 27.17
6 MTPS 336 420 84 25.00
7 DFAM 322 402 80 24.84
8 AMFG 2,250 2,690 440 19.56
9 TIRA 274 324 50 18.25
10 HDFA 131 153 22 16.79
No Code Prev Close Change %
1 ENVY 100 93 -7 -7.00
2 PANS 1,000 930 -70 -7.00
3 PNIN 715 665 -50 -6.99
4 TKIM 5,300 4,930 -370 -6.98
5 AKRA 2,150 2,000 -150 -6.98
6 BALI 645 600 -45 -6.98
7 ITIC 4,300 4,000 -300 -6.98
8 CSRA 344 320 -24 -6.98
9 DOID 129 120 -9 -6.98
10 LMPI 86 80 -6 -6.98
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 2,820 -210 -6.93
2 BTPS 2,780 2,660 -120 -4.32
3 BBCA 28,275 28,175 -100 -0.35
4 BBNI 4,310 4,010 -300 -6.96
5 REAL 72 67 -5 -6.94
6 TLKM 3,220 3,110 -110 -3.42
7 IPCC 298 322 24 8.05
8 PURA 75 72 -3 -4.00
9 KAEF 1,275 1,340 65 5.10
10 BMRI 5,125 4,770 -355 -6.93