Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:39 WIB. Perbankan - BTN mengincar dana Rp5 triliun lewat obligasi.
  • 22:33 WIB. New Delhi - Hampir 100 orang meninggal bulan ini di India Timur karena demam otak (encephalitis).
  • 22:03 WIB. Perbankan - Pertumbuhan kredit BCA sepanjang kuartal I 2019 tumbuh 13,2% yoy.
  • 22:01 WIB. Perbankan - Bisnis kartu kredit Bank BCA terbilang stabil tahun ini.
  • 21:58 WIB. PGN - PGN terus fokuskan perbaikan kinerja Saka Energi.
  • 21:51 WIB. PGN - PGN mulai menyalurkan CNG untuk industri peleburan dan aluminium di Gresik.
  • 21:42 WIB. HK Metals - HK Metals menaikkan produksi aluminium hilir.
  • 21:34 WIB. KRAS - Krakatau Steel akan membangun pengolahan air laut Rp15 triulun.
  • 21:21 WIB. KAI - Kenaikan penumpang KA DAOP IV pada tahun ini mencapai 518.925 penumpang.
  • 21:11 WIB. WIKA - WIKA sudah pakai drone untuk survei foto udara.
  • 20:53 WIB. Energi - Pengamat mengatakan Pertamina harus jadi contoh pengadopsi skema gross split.
  • 20:22 WIB. Perbankan - BNI berencana merevisi rencana bisnis tahun ini.
  • 19:19 WIB. Perbankan - S&P menaikkan rating kredit Bank BNI dari BB+ menjadi BBB-.
  • 18:57 WIB. Obat Kanker - Pfizer Inc mengakuisisi Array Biofarma senilai US$10,64 miliar, agar mendapat akses ke obat kanker.
  • 18:26 WIB. Konduga - Setidaknya 30 orang tewas dalam serangan bunuh diri di timur laut Nigeria.

Drone dan Masa Depan Pencegahan Karhutla

Drone dan Masa Depan Pencegahan Karhutla - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Teknologi yang ada di zaman sekarang semakin maju dan memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaan. Dari banyaknya teknologi canggih saat ini, salah satunya adalah drone.

Meski awalnya digunakan untuk kebutuhan pertahanan, pesawat tanpa awak yang berukuran kecil dan ringan ini sering diandalkan penghobi aerial photography dalam memotret dan merekam objek dari ketinggian. Namun kini penggunaan drone telah jauh berkembang. Hadirnya pesawat tanpa awak tersebut dapat membantu patroli dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sejak 2014, penggunaan drone telah membantu pengawasan dan penanggulangan potensi kebakaran hutan khususnya di Provinsi Riau.

"Kalau sekarang saat ada hotspot terdeteksi, cukup dipantau pakai drone tanpa harus membawa banyak alat ke sana sehingga proses di lapangan menjadi lebih lancar dan efisien," ujar Dwi Setiadi Firmansyah, Drone Hardware Development Coordinator (remote sensing team) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Baca Juga: Tongkat Estafet Karyawan Second Generation RAPP

Unit usaha APRIL Group tersebut menggunakan drone untuk menginventarisir data hutan tanaman industri (HTI) serta membantu patroli tim pemantauan titik panas (hotspot monitoring) dalam mencegah terjadinya karhutla di sekitar wilayah operasional.

Dwi memaparkan bahwa dengan penggunaan drone telah memudahkan departemen Fire & Aviation saat mendeteksi potensi hotspot yang terlacak dari satelit secara real time dan presisi. "Dulu, tim harus memanjat menara api dan membawa banyak peralatan ke lokasi hotspot untuk memastikan tidak adanya asap di daerah operasional," lanjut Dwi.

Hasil dari potret areal yang dipakai oleh drone memiliki kelebihan dari citra satelit yang umum digunakan. Dengan kemampuan drone terbang rendah di bawah awan maka distorsi gambar akibat tutupan awan dapat dihindarkan. Selain itu, data yang didapat merupakan real time data sehingga tim dapat melakukan tindakan secara langsung apabila ditemukan adanya permasalahan saat patroli.

Dengan kecanggihan yang ditawarkan drone tersebut, Dwi mengatakan perusahaan bisa memiliki data yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan drone tipe quadcopter, tim mendapatkan potret wilayah suatu subjek secara detail sedangkan dengan tipe fixed wing umumnya digunakan untuk pemetaan areal pemetaan yang lebih luas. Seluruh data hasil terbang drone tersebut diunggah ke komputer untuk dianalisis oleh tim terkait.

Dwi mengatakan diperlukan pilot drone yang mahir untuk mengemudikan pesawat tak berawak tersebut untuk memaksimalkan hasil pemetaan dan menghindari kondisi tak terduga, seperti kecelakaan kerja dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dia mengatakan perusahaan rutin menyelenggarakan pelatihan dan refreshment secara berkala kepada pilot drone dari setiap estate di RAPP.

Baca Juga: Memupuk Life Skill di Sekolah Alam RAPP

Kemahiran pilot drone, lanjut Dwi, terus akan dipantau setiap enam bulan sekali. "Jadi, selain training untuk mengemudikan, kami melakukan evaluasi ulang setiap enam bulan sekali atau tergantung kebutuhan tim."

Saat ini, perusahaan memiliki 80 drone yang berfungsi aktif untuk memantau kondisi tanaman, membantu patroli tim pemantauan hotspot, keperluan riset kesehatan tanaman dan juga kegiatan inspeksi di pabrik.

Tag: PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), APRIL Group, Drone

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: RAPP

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,844.29 3,805.69
British Pound GBP 1.00 18,159.47 17,976.68
China Yuan CNY 1.00 2,091.38 2,070.50
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,418.00 14,274.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,919.58 9,819.08
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,841.36 1,822.90
Dolar Singapura SGD 1.00 10,522.55 10,413.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,181.32 16,015.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,455.90 3,418.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,278.69 13,142.44

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6190.525 -59.740 634
2 Agriculture 1387.740 6.172 21
3 Mining 1599.384 -15.894 46
4 Basic Industry and Chemicals 740.684 -13.793 71
5 Miscellanous Industry 1278.981 -9.883 46
6 Consumer Goods 2415.601 -31.601 52
7 Cons., Property & Real Estate 467.630 -4.198 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1161.408 -10.915 74
9 Finance 1261.086 -6.995 90
10 Trade & Service 799.348 -10.114 158
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 175 296 121 69.14
2 SDMU 54 72 18 33.33
3 SMRU 140 176 36 25.71
4 YELO 192 240 48 25.00
5 POLL 1,200 1,450 250 20.83
6 SOSS 378 430 52 13.76
7 MINA 1,090 1,235 145 13.30
8 MEGA 5,100 5,775 675 13.24
9 ARTA 412 466 54 13.11
10 HRME 292 324 32 10.96
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,300 975 -325 -25.00
2 BMTR 480 360 -120 -25.00
3 FITT 230 173 -57 -24.78
4 SMBR 1,030 785 -245 -23.79
5 SKBM 464 368 -96 -20.69
6 TGKA 4,750 4,000 -750 -15.79
7 WICO 625 530 -95 -15.20
8 SIMA 112 97 -15 -13.39
9 GLOB 348 302 -46 -13.22
10 BHIT 84 74 -10 -11.90
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,300 975 -325 -25.00
2 MAMI 116 124 8 6.90
3 JPFA 1,545 1,410 -135 -8.74
4 SMRU 140 176 36 25.71
5 BMTR 480 360 -120 -25.00
6 CSIS 109 98 -11 -10.09
7 SIMA 112 97 -15 -13.39
8 BBRI 4,230 4,200 -30 -0.71
9 CPIN 4,700 4,380 -320 -6.81
10 BDMN 4,510 4,250 -260 -5.76