Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Ilmuwan Ini Tak Percaya Facebook Berkomitmen pada Privasi Penggunanya

Ilmuwan Ini Tak Percaya Facebook Berkomitmen pada Privasi Penggunanya
WE Online, Jakarta -

Seorang ilmuwan sekaligus pakar di bidang kriptografi, David Chaum, mengaku tak percaya bahwa pendiri Facebook, Mark Zuckerberg memiliki komitmen dan kepedulian terhadap masalah perlindungan privasi para pengguna media sosial.

Lewat berbagai produk media sosial besutannya, seperti WhatsApp, Facebook hingga Instagram, Chaum meyakini Zuckerberg justru selalu ingin 'memata-matai' para penggunanya sambil terus berupaya memperdaya sebagian pengguna dari kalangan remaja.

"Bagaimana saya bisa meyakini bahwa Zuckerberg dengan Facebook-nya memiliki kepedulian atas privasi? Saya pernah tawarkan padanya sebuah teknologi dengan teknik perlindungan privasi yang sangat kuat dan belum pernah ada sebelumnya. Kita tidak pernah tahu apa alasan seseorang tidak membalas sebuah tawaran. Padahal, saya anggap itu adalah peluang besar baginya untuk menguji teknologi perlindungan privasi yang sesungguhnya," ujar Chaum dalam blog resmi Elixxir beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Saat Sri Mulyani Dibikin Pusing oleh Google, Facebook, Netflix cs

Sebagaimana diketahui, Elixxir sendiri merupakan karya terbaru Chaum dalam bidang teknologi blockchain, khususnya di segmen mata uang kripto. Produk baru besutannya ini diklaim Chaum berbeda dengan seluruh produk teknologi blockchain yang pernah ada saat ini, dengan kemampuan menangani transaksi hingga ribuan item per detik.

Kemampuan itu jauh melebihi kapasitas produk-produk mata uang kripto yang telah eksis saat ini, misalnya saja Ethereum, yang baru mampu menangani transaksi sekitar 15 item per detik. Melalui Elixxir ini, Chaum ingin memperbaiki reputasinya sebagai salah satu pelopor munculnya industri blockchain dan mata uang kripto di dunia.

Terkait tawaran yang diajukannya pada Zuckerberg, Chaum menjelaskan bahwa hal itu merupakan responsnya atas pernyataan Zuckerberg sebelumnya yang mengklaim bahwa beberapa media sosial besutannya, seperti WhatsApp, Facebook Messenger, dan juga Instagram telah menggunakan sistem end to end encryption sehingga dipastikan dapat melindungi privasi para penggunanya.

Dengan menolak tawaran darinya untuk menguji coba teknologi terbaru dengan keamanan privasi yang lebih tinggi, maka Chaum pun meyakini bahwa klaim Zuckerberg atas segala permasalahan privasi hanyalah klaim kosong tanpa bukti.

Sebagai informasi, selama ini sosok Chaum dikenal publik sebagai penemu mata uang kripto pertama di dunia, yaitu eCash. Produk uang digital itu pertama kali diperkenalkannya ke publik pada 1989, namun sayangnya resmi bangkrut pada 1998 lantaran belum terlalu banyak masyarakat yang melek digital dan mau menggunakannya dalam transaksi sehari-hari.

Baca Juga: Teknologi Blockchain, Si Rentan yang Penuh Potensi

"Sangat sulit mendapatkan merchant yang cukup banyak untuk mau menerima DigiCash (brand produk eCash). Padahal (banyaknya merchant) itu penting untuk mendorong agar semakin banyak konsumen mau menggunakannya juga," tutur Chaum saat itu.

Menurut Chaum, salah satu kekhawatiran terbesar masyarakat dalam menggunakan produk digital seperti mata uang kripto adalah terkait kerentanannya soal privasi pengguna. Padahal eCash diklaim Chaum sudah sejak awal dikonsep dengan mengedepankan perlindungan terhadap privasi para penggunanya. Bahkan Chaum menceritakan bahwa sebuah bank yang menerapkan sistem eCash tidak akan bisa mengakses data nasabah tanpa izin dari yang bersangkutan.

"Dulu sebenarnya sudah cukup banyak bank yang mau mengadopsi eCash. Dari Jerman, Amerika, Australia. Hanya saja dulu belum ada sistem yang fully decentralized sebagaimana yang ditawarkan oleh blockchain saat ini," tegas Chaum.

Baca Juga

Tag: Facebook, Blockchain

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Dado Ruvic

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,903.38 3,863.51
British Pound GBP 1.00 18,244.37 18,061.39
China Yuan CNY 1.00 2,071.79 2,050.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,638.83 14,493.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.25 10,033.62
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,888.83 1,870.01
Dolar Singapura SGD 1.00 10,496.79 10,388.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,462.83 16,294.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.30 3,379.15
Yen Jepang JPY 100.00 13,614.98 13,478.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89