Portal Berita Ekonomi Rabu, 29 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:43 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,14 USD/barel
  • 13:43 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 54,06 USD/barel
  • 13:42 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.567 USD/troy ounce
  • 13:42 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yen pada level 109,09 JPY/USD
  • 13:41 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Poundsterling pada level 1,3024 USD/GBP
  • 13:40 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1016 USD/EUR
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,22% di akhir sesi I.

Pengurus DPC Gerindra Kota Bandung Gelapkan Dana Kampanye Caleg?

Pengurus DPC Gerindra Kota Bandung Gelapkan Dana Kampanye Caleg? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sejumlah calon legislatif yang maju dari partai Gerindra Kota Bandung mendatangi polrestabes Bandung. 

Hal itu, dilakuoan atas dugaan penggelapan dana kampanye pada Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden  serentak tanggal 17 April 2019 lalu oleh sejumlah pengurus DPC Partai Gerindra Kota Bandung.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Kompol Suparma membenarkan adanya laporan tersebut. Namun hingga saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan.

"Iya memang benar ada laporan ke Polrestabes Bandung dari sejumlah caleg yang maju dari Partai Gerindra terkait dugaan penggelapan dana kampanye," kata Suparma saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa No. 1 Bandung, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Pertanyakan Kader Gerindra Diduga Terlibat, Andi Arief: Itu Perintah Partai?

Suparma mengaku, pihaknya telah melayangkan surat panggilan terhadap terlapor. Namun, menurutnya, para terlapor belum datang untuk memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan.

"Nanti kami akan kirim lagi surat panggilan kedua," tegasnya. 

Adapun, kuasa hukum pelapor, Eriko Takagi mengungkapkan laporan para caleg ini didasari rasa kecewa dengan sikap pengurus partai yang menyalahgunakan dana kampanye untuk kepentingan pribadi.

Menurutnya, pelaporan ini tidak ada kaitannya dengan masalah politik melainkan murni tindak pidana penggelapan biasa. 

Baca Juga: Fahri Minta Prabowo Buka-bukaan Kasus 98, Gerindra Setuju?

Dia menyebutkan Polrestabes Bandung juga telah melakukan pemanggilan terhadap 4 terlapor yakni  Ketua DPC Gerindra Kota Bandung Edi Haryadi, Sekretaris Ade Supriadi, Bendahara Dang Heri dan Ketua Bapilu Hasan Fauzi pada 24 Mei dan 27 Mei 2019 lalu. 

"Namun mereka tidak datang," tegasnya.

Eriko menjelaskan, dugaan penggelapan itu berawal dari dana yang disetor oleh para caleg untuk kepentingan pileg pada 17 April lalu. Besaran uang yang disetor oleh setiap caleg bervariatif, berkisar antara Rp25 juta hingga Rp50 juta setiap caleg.

"Dalam kesepakatan yang tercantum di kwitansi, para caleg tersebut akan mendapatkan 11 fasilitas dari DPC Gerindra kota Bandung. Diantaranya, biaya saksi, biaya pelatihan saksi, bendera, pemasangan Alat Peraga Kampanye," ungkapnya.

Lantaran DPC Gerindra Kota Bandung tidak melaksanakan kewajiban atas poin-poin yang disepakati dengan para caleg, maka dalam pelaksanaan pemilu para caleg merasa dirugikan atas dana yang sudah mereka dikeluarkan.

"Klien kami merasa sangat dirugikan atas penyalahgunaan komitmen itu. Apalagi klien kami sudah susah payah berjuang untuk memenangkan pilpres dan pileg, namun yang menikmati mereka para pengurus DPC," paparnya.

Eriko mengungkapkan, kasus ini tak hanya terjadi di Bandung namun juga di sejumlah daerah di Jawa Barat diantaranya Bogor, Garut dan Cimahi. Para caleg di daerah tersebut juga bersama-sama melapor ke pihak kepolisian karena merasa dirugikan.

Tak asal melapor, kata Eriko, pihaknya juga telah mengantongi sejumlah alat bukti diantaranya surat edaran DPD, kuitansi pembayaran dan estimasi rincian biaya.

"Untuk dana kampanye ini sebenarnya DPC mendapat bantuan dari DPP ditambah lagi dari iuran para caleg. Namun yang mengecewakan adalah, saksi-saksi malah diarahkan untuk mengamankan suara caleg tertentu, hanya untuk kepentingan caleg no urut 1 yang notabene adalah pengurus DPC Gerindra Kota Bandung," tandas Eriko yang juga maju menjadi caleg Partai Gerindra daerah pemilihan 6 Kota Bandung.

Eriko juga meminta pihak Polrestabes Bandung untuk menindaklanjuti kasus ini, dan tidak tebang pilih. Mengingat sebagian terlapor adalah anggota DPRD aktif dan terpilih kembali. 

"Indonesia kan negara hukum, tak ada yang kebal hukum apalagi terkait masalah pidana," tandasnya.

Sementara salah seorang caleg dari dapil 4 Kota Bandung, Asep Tono, mengaku menyetor uang sejumlah Rp. 50 juta untuk biaya kontribusi kelengkapan dan atribut kampanye Caleg dan Pilpres 2019.

Rincian di kuitansi, kata dia, setiap caleg akan mendapat fasilitas untuk biaya saksi, biaya pelatihan saksi, pungutan jaringan struktur partai, bendera, pemasangan APK, tes kesehatan, SKCK, surat keterangan pengadilan, simulasi kertas suara dan kampanye terbuka.

"Tapi kenyataannya kami hanya mendapat fasilitas pemeriksaan kesehatan dan pembuatan SKCK saja, namun untuk saksi dan lain-lain, DPC sama sekali tidak menyediakan. Kami menduga uang tersebut memang digunakan untuk kepentingan para caleg nomor urut 1 di setiap dapil yaitu pengurus DPC Gerindra kota Bandung," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Pemilu, Jawa Barat (Jabar), Bandung

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.45 3,615.72
British Pound GBP 1.00 17,837.48 17,658.64
China Yuan CNY 1.00 1,975.40 1,955.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,702.17 13,565.83
Dolar Australia AUD 1.00 9,272.26 9,177.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,761.95 1,744.40
Dolar Singapura SGD 1.00 10,098.89 9,992.51
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,094.31 14,942.76
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,357.96 3,321.30
Yen Jepang JPY 100.00 12,548.92 12,420.65
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6111.184 -22.024 675
2 Agriculture 1342.102 1.779 21
3 Mining 1445.408 10.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 913.079 -15.488 77
5 Miscellanous Industry 1185.978 9.745 51
6 Consumer Goods 2036.313 -5.665 57
7 Cons., Property & Real Estate 467.626 3.824 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1067.972 -5.588 76
9 Finance 1357.820 -8.491 92
10 Trade & Service 732.723 1.034 167
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 89 115 26 29.21
2 AMIN 272 340 68 25.00
3 PDES 680 850 170 25.00
4 PICO 555 685 130 23.42
5 ASBI 212 260 48 22.64
6 INPP 860 1,030 170 19.77
7 LUCK 635 720 85 13.39
8 LPLI 89 100 11 12.36
9 TURI 905 1,005 100 11.05
10 KAYU 74 82 8 10.81
No Code Prev Close Change %
1 ERTX 144 95 -49 -34.03
2 YULE 220 166 -54 -24.55
3 DNAR 262 198 -64 -24.43
4 HITS 675 540 -135 -20.00
5 MTSM 206 166 -40 -19.42
6 GHON 1,225 1,000 -225 -18.37
7 BRAM 8,600 7,025 -1,575 -18.31
8 PKPK 83 68 -15 -18.07
9 ARTO 4,000 3,310 -690 -17.25
10 TAMU 300 250 -50 -16.67
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 840 850 10 1.19
2 LUCK 635 720 85 13.39
3 BBRI 4,650 4,620 -30 -0.65
4 BBCA 34,200 33,950 -250 -0.73
5 ADRO 1,295 1,325 30 2.32
6 TCPI 6,500 6,325 -175 -2.69
7 TLKM 3,840 3,830 -10 -0.26
8 PGAS 1,815 1,810 -5 -0.28
9 MNCN 1,645 1,605 -40 -2.43
10 BMRI 7,725 7,750 25 0.32