Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:11 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2996 USD/GBP.
  • 13:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Euro pada level 1,0793 USD/EUR.
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,16% terhadap Yen pada level 110,05 JPY/USD.
  • 13:05 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.603 USD/troy ounce.
  • 13:05 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 58,24 USD/barel.
  • 13:04 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,56 USD/barel.
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,52% di akhir sesi I.

Kali Ini Apindo dan Hippindo Diundang Jokowi ke Istana

Kali Ini Apindo dan Hippindo Diundang Jokowi ke Istana - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Kamis (13/6/2019), kembali mengadakan pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha. Setelah sehari sebelumnya menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), pagi tadi Jokowi menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam pertemuan ini, presiden kembali ingin mendengar masukan-masukan dari kedua organisasi yang memayungi sejumlah pelaku usaha Indonesia tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian.

"Hari ini saya ingin mendapatkan masukan dari Apindo dan Hippindo. Saya ingin masukan-masukan yang lebih konkrit, nyata, dan cepat bisa dilaksanakan sehingga memberikan efek ekonomi yang baik pada negara kita," ujarnya di awal pembicaraan.

Baca Juga: Sudah Tak Ada Beban, Jokowi Undang Kadin Minta Masukan untuk Periode Kedua

Jokowi menekankan, ke depannya pemerintah ingin mengeluarkan terobosan-terobosan perekonomian yang akan memacu perekonomian nasional lebih jauh lagi. Untuk itu, dia berharap para pelaku usaha yang hadir memberikan pandangan kritis bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan ekonomi yang bisa segera dirasakan manfaatnya.

"Dari sisi regulasi, mungkin bisa revisi undang-undang. Mungkin, kalau diperlukan, mengeluarkan Perppu misalnya. Kalau itu memang diperlukan sekali dan posisinya sangat penting ya akan kami keluarkan," tuturnya.

Lebih jauh, Jokowi mengatakan, salah satu program prioritas pemerintah pada periode kedua nanti ialah membenahi perekonomian dan kondisi dunia usaha. Upaya tersebut utamanya dimaksudkan untuk menggenjot ekspor produk-produk Indonesia ke mancanegara dan meningkatkan investasi untuk dapat mengatasi defisit transaksi berjalan maupun defisit neraca perdagangan.

"Jangan sampailah kita ini investasi dan ekspor kalah (lagi) dengan Singapura. Sudah lama kita kalah dengan Malaysia. Kalah dengan Thailand, Filipina, terakhir kita kalah lagi dengan Vietnam," katanya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Ketua Hipmi Cocok Jadi Menteri

Menurutnya, permasalahan defisit yang dialami Indonesia selama puluhan tahun sebenarnya dapat diatasi dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan dunia usaha. Selain itu, Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sebenarnya tak kalah dengan negara lain.

"Saya kira ini sebetulnya sesuatu yang kalau kita bisa bekerja sama dengan baik antara pemerintah dan dunia usaha ini juga bukan barang yang sulit sebetulnya. Tetapi memang ada regulasi dan beberapa undang-undang yang harus kami revisi," tandasnya.

Tampak hadir dalam pertemuan ini di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani, dan Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah.

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Sekretariat Presiden

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,675.67 3,638.90
British Pound GBP 1.00 17,921.27 17,740.22
China Yuan CNY 1.00 1,968.67 1,948.83
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,785.59 13,648.42
Dolar Australia AUD 1.00 9,230.83 9,136.25
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,774.23 1,756.55
Dolar Singapura SGD 1.00 9,903.44 9,804.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,889.82 14,740.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.03 3,281.66
Yen Jepang JPY 100.00 12,532.35 12,404.27
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5886.962 19.439 682
2 Agriculture 1295.899 0.555 22
3 Mining 1424.772 12.193 49
4 Basic Industry and Chemicals 875.102 15.947 77
5 Miscellanous Industry 1078.627 3.172 51
6 Consumer Goods 1908.034 2.274 57
7 Cons., Property & Real Estate 458.842 6.655 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1013.789 6.991 78
9 Finance 1335.244 -4.630 92
10 Trade & Service 702.943 2.497 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 178 240 62 34.83
2 DWGL 190 256 66 34.74
3 MTSM 154 206 52 33.77
4 DEAL 86 110 24 27.91
5 DNAR 165 210 45 27.27
6 NZIA 380 454 74 19.47
7 DIGI 1,700 2,020 320 18.82
8 WAPO 82 96 14 17.07
9 ASBI 256 298 42 16.41
10 GMTD 16,375 19,000 2,625 16.03
No Code Prev Close Change %
1 MINA 108 71 -37 -34.26
2 FORU 107 81 -26 -24.30
3 AYLS 354 272 -82 -23.16
4 SOTS 290 228 -62 -21.38
5 OKAS 108 91 -17 -15.74
6 PICO 945 805 -140 -14.81
7 PANI 93 80 -13 -13.98
8 REAL 138 120 -18 -13.04
9 INDO 111 97 -14 -12.61
10 AMAR 346 304 -42 -12.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,505 1,495 -10 -0.66
2 TOWR 880 875 -5 -0.57
3 REAL 138 120 -18 -13.04
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 AYLS 354 272 -82 -23.16
6 DEAL 86 110 24 27.91
7 BBRI 4,470 4,400 -70 -1.57
8 TCPI 6,675 6,975 300 4.49
9 TLKM 3,610 3,620 10 0.28
10 PGAS 1,495 1,505 10 0.67