Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,87% pada penutupan sesi I.
  • 08:21 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,74 USD/barel.
  • 08:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Euro pada level 1,1761 USD/EUR.
  • 08:19 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,2810 USD/GBP.
  • 08:18 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 1,84% pada level 27.147.
  • 08:17 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup melemah 1,16% pada level 3.281.
  • 08:16 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup negatif 3,38% pada level 5.804.
  • 08:15 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yen pada level 104,58 JPY/USD.
  • 08:14 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.915 USD/troy ounce.

Tak Berwenang Atur Diskon Ojol, Kemenhub: KPPU yang Turun

Tak Berwenang Atur Diskon Ojol, Kemenhub: KPPU yang Turun
WE Online, Jakarta -

Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kementerian Perhubungan akhirnya menyatakan tak akan menyusun aturan terkait diskon ojek daring. Sebab, hal itu bukanlah ranah Kemenhub.

Hal-hal yang berkaitan dengan persaingan usaha antara kedua pemain di sektor ojek daring berada di ranah KPPU. Menurut Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, bila ada indikasi pemberian diskon berlebihan dari aplikator yang berpotensi menimbulkan persaingan tak sehat seperti predatory pricing, KPPU yang berhak menindaklanjutinya.

Baca Juga: Soal Diskon Tarif Ojol KPPU Endus Ini

"Aturan (soal diskon) itu bukan ranah saya (Kemenhub), tapi kami harus amankan bisnis di industri transportasi, harus ada keberlangsungan usaha. Kalau ada persaingan usaha yang tidak bagus nanti KPPU akan turun," papar Budi kepada pers ketika ditemui di Gedung Karsa Kemenhub, Kamis (13/6/2019).

Budi tak bisa menyampaikan secara langsung indikator persaingan yang tak sehat tersebut karena itu kewenangan KPPU. Namun, ia menganalogikan, jika toko memberi diskon, maka pasti ada batasannya.

Budi berujar, "Saya tak tahu persisnya indikator persaingan tak baik, bukan kewenangan saya. Tapi kami analogikan, toko berikan diskon dalam momentum tertentu, ada batas. Saya akan laporkan kepada KPPU."

Dari Kemenhub sendiri, diskon masih diperbolehkan selama masih berada di rentang Tarif Batas Bawah (TBB) hingga Tarif Batas Atas (TBA). Jika ada aplikator yang melanggar, Kemenhub menyerahkan pemberian sanksi kepada KPPU.

"(Diskon) tidak apa-apa, tapi jangan melanggar TBB atau di atas TBA. Tapi semua itu dikembalikan ke KPPU sanksinya, bukan kami," pungkas Budi.

Baca Juga: Gencar Promo Ojol, Permenhub 12/2019 Mesti Dikaji Ulang

Sementara terkait pernyataan Menhub Budi Karya Sumadi soal wacana pelarangan promosi ojek daring, Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhuhungan Darat, Ahmad Yani menyampaikan, yang dimaksud ialah promosi yang berpotensi menimbulkan predatory pricing.

"Maksudnya itu, promosi yang berdampak kepada predatory pricing, itu yang Pak Menteri sampaikan," imbuh Yani kepada Warta Ekonomi.

Predatory pricing adalah kondisi rendahnya tarif suatu produk (barang/jasa), tujuannya untuk menyingkirkan kompetitor. Dengan begitu, penyedia produk dapat menentukan harga yang lebih tinggi karena telah memonopoli pasar.

Baca Juga

Tag: Ojek Online, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,960.94 3,921.43
British Pound GBP 1.00 19,033.39 18,841.06
China Yuan CNY 1.00 2,187.72 2,165.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,855.91 14,708.09
Dolar Australia AUD 1.00 10,721.51 10,607.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,916.99 1,897.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,906.62 10,794.14
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,475.01 17,299.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,593.59 3,555.26
Yen Jepang JPY 100.00 14,216.18 14,073.38
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4999.360 -59.863 707
2 Agriculture 1186.632 14.903 24
3 Mining 1356.542 -13.892 47
4 Basic Industry and Chemicals 709.020 -15.931 80
5 Miscellanous Industry 852.292 -14.243 53
6 Consumer Goods 1868.676 -15.659 60
7 Cons., Property & Real Estate 344.831 -3.052 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 819.931 -18.145 79
9 Finance 1083.035 -10.759 94
10 Trade & Service 630.732 -5.803 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 66 89 23 34.85
2 PSGO 98 132 34 34.69
3 TFCO 412 510 98 23.79
4 SOHO 11,350 13,600 2,250 19.82
5 RDTX 5,325 6,325 1,000 18.78
6 PCAR 298 348 50 16.78
7 ATIC 545 635 90 16.51
8 ARGO 1,610 1,865 255 15.84
9 GSMF 85 98 13 15.29
10 SQMI 154 176 22 14.29
No Code Prev Close Change %
1 SGRO 1,500 1,395 -105 -7.00
2 GLOB 144 134 -10 -6.94
3 POLI 1,085 1,010 -75 -6.91
4 BBHI 145 135 -10 -6.90
5 TALF 290 270 -20 -6.90
6 SSTM 436 406 -30 -6.88
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 IFSH 350 326 -24 -6.86
9 NZIA 146 136 -10 -6.85
10 INTD 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,150 28,025 -125 -0.44
2 DEAL 124 132 8 6.45
3 BBNI 4,740 4,590 -150 -3.16
4 BBRI 3,220 3,190 -30 -0.93
5 BEST 181 169 -12 -6.63
6 TLKM 2,890 2,810 -80 -2.77
7 ASRI 131 122 -9 -6.87
8 BRIS 870 825 -45 -5.17
9 MEDC 430 402 -28 -6.51
10 ENVY 65 61 -4 -6.15