Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:10 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,04% pada level 9.405.
  • 23:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,43% terhadap Poundsterling pada level 1,3067 USD/GBP.
  • 23:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,26% terhadap Euro pada level 1,1026 USD/EUR.
  • 23:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Yen pada level 109,43 JPY/USD.
  • 23:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.570 USD/troy ounce.
  • 23:05 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,88 USD/barel.
  • 23:04 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 54,41 USD/barel.
  • 16:26 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,50% terhadap Dollar AS pada level 6,91 CNY/USD.
  • 16:24 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,41% terhadap Dollar AS pada level 13.582 IDR/USD.
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,17% pada level 3.240.
  • 16:22 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,15% pada level 27.949.
  • 16:21 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,39% pada level 7.611.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,13% pada level 23.827.

Ini Cara Sri Mulyani Agar Indonesia Lepas dari Middle Income Trap

Ini Cara Sri Mulyani Agar Indonesia Lepas dari Middle Income Trap - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, meningkatkan daya saing, produktivitas dan penguatan SDM adalah kunci agar Indonesia dapat terlepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah, atau middle income trap.

Pada level tertentu, negara berpendapatan menengah akan menjadi tidak kompetitif pada sektor industri bernilai tambah (value added industries), seperti manufaktur. Industri padat karya akan mulai berpindah ke negara berupah rendah sehingga pertumbuhan ekonomi pada negara tersebut akan cenderung stagnan atau bahkan menurun.

Selain itu, negara berpenghasilan menengah (MIC) tidak hanya mengalami kesulitan untuk bersaing dengan low-wage countries, tapi juga kesulitan untuk bersaing dengan high-technology countries

"Tantangan pembangunan kita untuk hindari middle income trap dan visi 2045 adalah mengedepankan isu daya saing, produktifitas, dan penguatan SDM," kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Sri Mulyani: Pemerintah Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Ketidakpastian Global

Wanita yang akrab disapa Ani itu mengatakan, untuk bisa mengelola permintaan yang meningkat, Indonesia perlu melakukan kebijakan untuk menyelesaikan masalah struktural, agar bisa mencapai level output potensial.

Sementara untuk mendorong daya saing peningkatan kualitas SDM, caranya adalah bagaimana pemerintah bisa menjaga perbaikan infrastruktur, memperbaiki kualitas SDM, dan memperbaiki kualitas birokrasi dan layanan efisiensi kerja.

Kemudian, lanjutnya, katalis APBN juga diperlukan untuk melakukan inovasi dan pengembangan teknologi, serta mengatur tata ruang Indonesia agar bisa segera terintegrasi. "Supaya APBN sehat dan kredibel dalam waktu jangka menengah-panjang," bebernya.

Sementara mengenai bagaimana kondisi Indonesia jika dibandingkan dengan beberapa negara yang bisa meningkatkan daya saingnya, digambarkan bahwa fokus Indonesia haruslah berupaya agar bagaimana bisa mengejar ketertinggalan di sejumlah bidang.

Misalnya dalam hal inovasi, kapabilitas, infrastruktur, adaptasi informasi, komunikasi, dan teknologi, bidang kesehatan, serta kemampuan sistem finansial.

"Ini adalah kebijakan yang mengatasi msalah dari sisi supply. Kita lihat fenomena aging population, namun kita bisa memproyeksinya," tukasnya.

Baca Juga

Tag: Sri Mulyani Indrawati

Penulis/Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00