Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:28 WIB. Indonesia Open - Jepang  juara umum Indonesia Open 2019 setelah meraih dua gelar.
  • 15:10 WIB. Investor - Perusahaan global private equity sedang mencari dana segar dari Israel, yang sedang kelebihan dana.
  • 14:54 WIB. Bandara - Menhub ingin runaway 3 bisa dioperasikan pada 17 Agustus.
  • 14:01 WIB. Real Madrid - Zidane berharap Gareth Bale segera keluar dari Madrid.
  • 13:14 WIB. Wagub DKI - Gerindra: Wagub DKI Jakarta urusan DPRD, bukan kami.
  • 12:01 WIB. Plastik - Menteri KKP: Indonesia produsen sampah plastik no.2 di dunia.
  • 07:18 WIB. Apollo - Rekaman asli pendaratan Apollo 11 terjual US$1,8 juta pada lelang di Sotheby's.
  • 05:09 WIB. Bilateral - China puji hubungan diplomatik 35 tahun dengan Uni Emirat Arab sebagai hubungan terbaik 
  • 04:53 WIB. Ekspansi - Top Glove asal Malaysia akan buka pabrik pertama di Vietnam tahun depan
  • 04:48 WIB. Bir - Rencana Asahi beli Anheuser-Busch InBev akan perkuat pasar bir premium

Jadi Pemecah-Belah Partai, Pentolan Demokrat Tolak Keras KLB

Jadi Pemecah-Belah Partai, Pentolan Demokrat Tolak Keras KLB - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta menolak diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB), yang diinisiasi oleh politisi senior Partai Demokrat. KLB Partai Demokrat ini diinisiasi salah seorang di antaranya politisi Max Sopacua, dengan menamakan Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD).

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Santoso, dalam konferensi persnya mengatakan menolak keras upaya memecah belah Partai Demokrat dengan menggulirkan wacana KLB. Santoso menegaskan akan tetap mengikuti Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga masa jabatan berakhir.

"DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menolak keras KLB. Kami berpandangan tidak ada sesuatu kegentingan yang memaksa sehingga Partai Demokrat harus melakukan KLB," kata Santoso kepada wartawan, di kantor DPD DKI Jakarta, Bambu Apus, Jakarta Timur, Sabtu (15/6/2019).

Baca Juga: Tak Genting untuk Gelar KLB, Demokrat Jangan Dengerin Senior

DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menilai dibawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat SBY masih on the track berada pada jalur yang tepat. Apalagi, menurut Santoso, syarat-syarat yang harus dilakukan KLB tidak terpenuhi. Di antaranya, pertama ketua umum berhalangan tetap dan melanggar AD ART serta kepatutan partai.

"Namun ketum saat ini Pak SBY tidak berhalangan tetap, dan Ketum Pak SBY juga tidak melanggar aturan dan kepatutan partai. Karena itulah kami menolak KLB tersebut karena tidak ada syarat yang memenuhi untuk dilakukan KLB," tegasnya.

DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menegaskan yang ditolak adalah KLB yang diwacanakan GMPPD-nya bukan AHY sebagai calon Ketua Umum yang diwacanakan ketika KLB. Karena, DPD DKI Jakarta menyebut, sosok AHY sangat dianggap layak menduduki jabatan Ketua Umum, tapi setelah pak SBY menyelesaikan masa jabatannya.

Baca Juga: Tegur Andi Arief CS, Senior Demokrat Cari Panggung?

Selain itu, menurut Santoso alasan yang diungkapkan GMPPD perlunya KLB, karena alasan anjloknya suara partai dianggap mengada-ada dan tidak tepat. Menurut Santoso sejak awal Partai Demokrat sudah memprediksi hasil perolehan suara saat pemilu 2019 yang serentak akan turun.

Salah satu alasannya karena PD tidak memiliki calon sehingga tidak ada efek yang dinamakan efek ekor jas. Bahkan ada lembaga survei yang sejak awal memprediksi PD hanya dapat 5 persen.

"Tapi kenyataannya mencapai lebih dari 7 persen. Karena itu alasan tersebut sangat mengada-ada dan hanya mencari sensasi, dan sebatas menggulirkan wacana," kata dia.

DPD Partai Demokrat DKI Jakarta pun berharap DPP Partai Demokrat memberikan sanksi tegas terhadap oknum politisi senior partai yang menggulirkan KLB, sesuai Peraturan AD-ART partai. Sanksi tegas ini diperlukan agar tetap tercipta soliditas dan kekompakkan di internal Partai Demokrat.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), politik, Partai Politik

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,728.00 3,690.58
British Pound GBP 1.00 17,543.07 17,366.04
China Yuan CNY 1.00 2,037.30 2,016.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,983.00 13,843.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,884.58 9,784.23
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.94 1,771.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,307.39 10,202.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,750.45 15,588.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.02 3,366.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,003.81 12,872.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67