Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:30 WIB. Boy - Boy Thohir mengaku siap dorong mitra Go-Jek naik kelas.
  • 16:02 WIB. IHSG - IHSG ditutup merah 0,29% di akhir sesi II.
  • 12:01 WIB. BNI - BNI meraih laba bersih sebesar Rp7,63 triliun sepanjang semester I 2019.
  • 11:50 WIB. BRI - BRI menghadirkan Agen BRILink untuk menggaet calon nasabah unbanked tahun ini.
  • 10:29 WIB. China - China berkomitmen tidak akan menggunakan nuklir untuk ancam negara bebas nuklir atau area bebas nuklir
  • 10:27 WIB. Nuklir - China tidak akan terlibat dalam perlombaan senjata nuklir dengan negara lain
  • 08:30 WIB. Otomotif - GM mempercepat penggantian produknya di China untuk mendongkrak penjualannya
  • 08:28 WIB. Uni Eropa - Kinerja ekspor terbaik UE: daging babi, minuman, wine, dan makanan bayi
  • 08:24 WIB. Eletronik - China catatkan pendapatan manufaktur elektronik dan software tahun 2018 lebih dari US$2,3 triliun
  • 08:19 WIB. Cryptocurrency - CipherTrace:US$1,2 miliar lenyap di cryptocurrency dari Januari-Maret
  • 16:28 WIB. Tekno - Rudiantara tegaskan Traveloka dan Tokopedia bukan penyelenggara umrah.

Teknik Deepfake AI Digunakan untuk Mematai-Matai

Teknik Deepfake AI Digunakan untuk Mematai-Matai - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Penggunaan media sosial seperti LinkedIn untuk aktivitas mata-mata (spionase) sudah terjadi, menurut William Evanina, Direktur Pusat Kontra-Intelijen dan Keamanan Nasional AS. Menurutnya, ketimbang mengirim mata-mata ke beberapa garasi parkir di Amerika Serikat untuk memantau target, penggunaan teknik deepfake AI di media sosial saat ini lebih efisien.

"Tinggal duduk di depan layar komputer di Shanghai misalnya dan mengirimkan permintaan pertemanan hingga 30.000 target lewat LinkedIn," kata dia kepada The Associated Press, belum lama ini.

Baca Juga: China Menuduh AS Aktor Intelektual Demo di Hong Kong

William merujuk kasus deepfake akun LinkedIn baru-baru ini bernama Katie Jones. Kasusnya tidak biasa karena menggunakan metode AI yang dikenal sebagai generative adversarial network (atau GAN) untuk membuat gambar profil palsu akun. Penggunaan GAN untuk membuat wajah palsu memang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, seperti yang ditunjukkan situs ThisPersonDoesNotExist.com.

Meskipun mata-mata yang menggunakan LinkedIn dapat mengambil foto media sosial secara acak untuk membuat akun mereka, namun akan ketahuan jika kita mengamati foto tersebut lebih dekat. Dalam kasus Katie Jones, dapat dilihat bahwa wajahnya sedikit asimetris dengan latar belakangnya. Tepi rambut dan telinganya juga buram dan ada garis-garis aneh pada wajahnya.

The AP sendiri menyimpulkan gambar tersebut dibuat menggunakan teknik pembelajaran mesin. Kejadian seperti ini Katie Jones menunjukkan bahwa kekhawatiran bahwa deepfake AI bisa dimanfaatkan oleh orang jahat bukan hal yang tidak nyata.

Namun bahaya terbesar terkait mata-mata LinkedIn sebenarnya bukan deepfake AI sendiri, tetapi pengguna yang kurang teliti menerima permintaaan pertemanan misalnya. Seperti yang dikatakan Paul Winfree, ekonom dan calon anggota dewan Federal Reserve bahwa ia mungkin pengguna LinkedIn terburuk karena ia benar-benar menerima setiap permintaan teman yang didapatkannya.

Tag: Artificial Intelligence, Deepfake

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Reuters/Kacper Pempel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,754.53 3,717.10
British Pound GBP 1.00 17,505.50 17,330.06
China Yuan CNY 1.00 2,044.87 2,024.54
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,081.00 13,941.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.54 9,729.42
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.39 1,784.29
Dolar Singapura SGD 1.00 10,312.73 10,207.95
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,694.68 15,535.85
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,418.55 3,381.28
Yen Jepang JPY 100.00 13,015.07 12,884.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67