Portal Berita Ekonomi Minggu, 21 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:09 WIB. Oil - Brent crude futures settled 54 cents higher at $62.47 a barrel. 
  • 23:09 WIB. Oil - West Texas Intermediate crude futures rose 33 cents to end the session at $55.63 a barrel.
  • 22:04 WIB. Pesawat - Australia dan Selandia Baru meng-gronded Gippsland GA8 Airvan setelah kecelakaan di Swedia.
  • 21:11 WIB. China - China akan membuka sektor finansial untuk menarik investasi asing.
  • 20:17 WIB. Ontario - Ford akan mem-PHK 200 tenaga kerja di pabrik Kanada.
  • 19:25 WIB. Penerbangan - China Southern Airlines diinjeksi modal US$4 miliar.
  • 18:34 WIB. Mandiri - Layanan Bank Mandiri kembali normal.
  • 18:15 WIB. Olimpiade - Beijing sudah sediakan 5G di tempat-tempat untuk Olimpiade Musim Dingin 2022
  • 18:11 WIB. 5G - Beijing telah bangun 5.285 BTS 5G sampai Juni
  • 17:56 WIB. China - Kolaborasi Toyota Motor dengan BYD akan luncurkan sedan listrik dan SUV pada semester I-2020
  • 17:21 WIB.  Indonesia Open - Marcus/Kevin akan menghadapi Ahsan/Hendra di final.
  • 16:49 WIB. Golkar - Luhut ingin Airlangga dan Bamsoet tetap jaga soliditas.
  • 15:41 WIB. China - Toyota Motors bekerjasama dengan BYD akan produksi mobil listrik di China
  • 15:32 WIB. Asia Tenggara - Lebih dari 35 venture capital fokus garap Asia Tenggara
  • 14:04 WIB. Korea-Jepang - Trump mengatakan Presiden Korea Selatan meminta tolong untuk menyelesaikan urusan dengan Jepang.

Menilik Penerimaan Pasar Terhadap Layanan Serverless Computing

Menilik Penerimaan Pasar Terhadap Layanan Serverless Computing - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Selama ini, model layanan cloud yang popular di masyarakat hanya ada 3: PaaS, IaaS dan SaaS. Namun sudah satu tahun terakhir muncul model layanan cloud baru, serverless architecture. Less disini bukan berarti sama sekali tidak menggunakan server, namun dalam arti seminimal mungkin (konfigurasi) yang dibutuhkan untuk mengembangkan satu aplikasi berbasis web.

Berangkat dari ide itu, munculah sebuah model layanan cloud baru dimana penyedia hosting cukup mewadahi source code saja dan menangani semua masalah server oleh mereka, sehingga pemilik source code tidak perlu berinteraksi terlalu sering dengan server seperti melakukan konfigurasi atau pengaturan jaringan. Dari sinilah layanan serverless architecture mulai digkenalkan oleh beberapa vendor besar termasuk  AWS, Microsoft Azure, Google Cloud dan IBM.

Baca Juga: Apa Itu Cloud Computing?

CTO IBM Cloud, Kalyan Mandala menyatakan serverless computing atau Function as a Service (FaaS) akan menjadi trend besar berikutnya di bisnis cloud. Dengan serverless computing, saat men-deploy aplikasi, kita tidak perlu banyak berinterkasi dengan misalnya SSH atau remote connection lainnya. Atau saat men-deploy kode, kita tinggal terhubungkan ke proxy tanpa harus mengotak - atik konfigurasi web server atau memilih kode mana yang akan dieksekusi jika suatu antrian sudah didatangi oleh jutaan message yang antri dalam queue service.

"Small server comes up based on an event, process, shutdown, comes up based on an event, process, shutdown,” kata dia kepada Warta Ekonomi, belum lama ini. 

Meski menawarkan banyak kelebihan, di antaranya tidak perlu mengurusi manajemen servis, secara otomatis mengatus resource tanpa perlu memusingkan tentang kapasitas server serta hanya dikenai biaya saat kode atau aplikasi dijalankan, penerimaan pasar saat ini cukup tersebar, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Tech Pro terhadap lebih dari 159 CTO/ CIO baru-baru ini.

Baca Juga: Ini Dia Lima Bidang yang Bakal Dilibas oleh Quantum Computing

Menurut survei tersebut, 47 persen responden saat ini menggunakan layanan serverless computing, sementara 9 persen berencana untuk menggunakan layanan dalam enam bulan ke depan. Pengguna saat ini mengambil keuntungan dari layanan untuk pengembangan aplikasi web, logika bisnis, perubahan basis data, pekerjaan batch atau tugas terjadwal, IoT, dan pemrosesan multimedia.

Namun, terlepas dari berbagai kelebihan fungsi yang ditawarkannya, 28 persen responden mengakui tidak memiliki rencana untuk menggunakan layanan tersebut saat ini atau di masa depan, dan 16 persen responden menunggu hingga sekitar 12 bulan ke depan untuk menggunakan layanan tersebut.

Diketahui, masalah keamanan menduduki urutan teratas alasan mengapa perusahaan tidak mengimplementasikannya. Lebih dari 20 persen responden tidak memiliki kebutuhan bisnis yang jelas untuk layanan ini, atau tidak yakin bagaimana menerapkan teknologi ini secara efektif. Kekhawatiran biaya melengkapi daftar alasan yang membuat responden enggan menggunakan layanan ini.

Dari responden yang saat ini menggunakan layanan ini, 16 persen belum mengalami masalah dengan komputasi tanpa server, namun sisanyamengakui ada kendala. Sepertiga responden menyatakan vendor lock-in sebagai masalah terbesar mereka, sementara responden lain menyatakan layanan ini lebih sulit untuk bekerja dengan yang diharapkan sebelumnya. Responden juga mencatat kesulitan dalam menguji aplikasi, kompleksitas pengembangan tambahan, dan kurangnya dukungan kode atau bahasa tertentu.

Tag: Cloud Computing, Cloud

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: File/readitquik.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,728.00 3,690.58
British Pound GBP 1.00 17,543.07 17,366.04
China Yuan CNY 1.00 2,037.30 2,016.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,983.00 13,843.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,884.58 9,784.23
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.94 1,771.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,307.39 10,202.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,750.45 15,588.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.02 3,366.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,003.81 12,872.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67