Portal Berita Ekonomi Minggu, 09 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Mengubah Data Konsumen Jadi Profit di Era IoT

Mengubah Data Konsumen Jadi Profit di Era IoT
WE Online, Jakarta -

Tidak dipungkiri, era Internet of Things (IoT) menjanjikan potensi yang luar biasa bagi perusahaan untuk menambang data dari konsumennya, untuk kemudian dikonversi menjadi inisght yang berguna dalam mendesain penawaran maupun produk atau layanan baru. Apalagi sekarang eranya sudah connected consumer, dimana semuanya makin terhubung.

Ditaksir, ada lebih dari 13% dari total 263 juta populasi Indonesia menggunakan mobile phone untuk memesan layanan ojek online dan 11%-nya memesan makanan atau minuman secara online sementara 10%-nya membeli barang atau jasa lewat smartphone mereka setiap harinya. Konektivitas ini telah mengubah seluruh aspek kehidupan manusia.

Managing Partner Inventure, Yuswohady menyatakan era IoT membuat pemasaran saat ini makin presisi. Berbeda dengan market research di era dahulu yang menggunakan sampling ketimbang populasi.

Baca Juga: Era IoT, Saatnya Berburu Connected Consumer!

“Kalau di Indonesia, yang paling memungkinkan untuk melakukannya malah bukan Unilever, P&G, Indomaret atau perusahaan lainnya. Justru unicorn seperti Gojek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak lah yang sangat prospektif untuk melakukannya, karena datanya sudah digital dan masuk secara seamless dan konstan,” kata Yuswohady kepada Warta Ekonomi belum lama ini. 

Ia menjelaskan, perkiraan pada 2021 mendatang, hampir 80% perusahaan ritel mampu mengkustom toko mereka. Hal ini lantaran RFID dan bluetooth beacon mampu mengetahui posisi persis connected consumer dan inventori produk di toko. Jenis-jenis makanan yang biasa konsumen makan dapat diketahui. 

"Lalu teknologi analisa near-real-time. Ketimbang mengandalkan data penjualan kuartalan, penggunaan benda seperti smart price tags membuat pelaku usaha bisa melihat penjualan secara hampir real time sehingga bisa menyesuaikan volume penjualan. Langkah ini dapat meminimalisir kegagalan peluncuran produk baru atau penjualan produk baru. Lalu juga teknologi inventory seperti smart shelves yang bisa memberikan notifikasi ke staf secara saat ketersediaan barang rendah," jelasnya.

Baca Juga: SEC Peringatkan 3 Hal Terkait Cloud Computing

Lantas, bagaimana perusahaan bisa mengkonversi data-data tersebut menjadi laba? Menurut Blue Hill Research, Menurut kajian Blue Hill Research, diperlukan kerangka kerja analisa IoT untuk membuat sensor mobile bernilai bisnis. Ini meliputi perangkat yang meng-cover aspek mobile dan cloud yang terhubung dengan sensor, aktuator, device, data gateway, dan konektivitas.

Dengan adanya peningkatan pengalaman konsumen, bisa secara langsung diterjemahkan ke dalam pendapatan dan laba yang lebih baik bagi perusahaan. Pengalaman pelanggan, lazimnya diukur menggunakan Net Promoter Scores (NPS) dan indikator lain, yang secara langsung bisa diterjemahkan ke dalam bottom line perusahaan.

Studi yang dilakukan  London School of Economics menunjukkan bahwa setiap kenaikan rata-rata 7% NPS berdampak positif terhadap kenaikan pendapatan sebesar 1%. Sementara itu studi Harvard Business Review (HBR) menunjukkan konsumen yang memiliki pengalaman masa lalu yang memukau akan membelanjakan 140% lebih banyak ketimbang mereka yang memiliki pengalaman masa lalu buruk. Sementara konsultan global McKinsey menyatakan bahwa merek yang bisa meningkatkan petualangan konsumen mengalami kenaikan pendapatan hingga 10-15%, dan saat yang bersamaan menghemat biaya sebesar 15-20%.

Tag: Internet of Things (IoT), Customer Focused

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Unsplash/Andrew Neel

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23