Portal Berita Ekonomi Kamis, 18 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:40 WIB. Libra - Pertemuan mentri keuangan G-7 diwarnai ketakukan akan uang kripto Facebook.
  • 23:29 WIB. Orang kaya - Bill Gates kini orang terkaya no.3 di dunia, tahun lalu no.2 (Bloomberg Billioners Index).
  • 23:14 WIB. Drone - Polisi AS tidak menerima drone buatan China.
  • 22:01 WIB. Hong Kong - Ekonomi Hong Kong mulai melambat akibat demo berkepanjangan.
  • 21:12 WIB. Liga 1  - Persebaya kalah dari PSM dengan skor 2-1.
  • 21:09 WIB. Mobil listrik - Toyota Motor Corp setuju untuk membeli batrei dari Contemporary Amperex Technology Ltd.
  • 20:46 WIB. Formula E - Jakarta belum tentu jadi tuan rumah Formula E.
  • 20:17 WIB. Kasus hoax - Ratna Sarumpaet berubah pikiran, kini ajukan banding.
  • 20:05 WIB. Global - Bloomberg: 10 miliar penghuni dunia akan membutuhkan makanan modifikasi genetik.
  • 19:49 WIB. Elon Musk - Neuralink mengatakan siap untuk menyambungkan otak manusia dengan komputer.

Mengubah Data Konsumen Jadi Profit di Era IoT

Mengubah Data Konsumen Jadi Profit di Era IoT - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Tidak dipungkiri, era Internet of Things (IoT) menjanjikan potensi yang luar biasa bagi perusahaan untuk menambang data dari konsumennya, untuk kemudian dikonversi menjadi inisght yang berguna dalam mendesain penawaran maupun produk atau layanan baru. Apalagi sekarang eranya sudah connected consumer, dimana semuanya makin terhubung.

Ditaksir, ada lebih dari 13% dari total 263 juta populasi Indonesia menggunakan mobile phone untuk memesan layanan ojek online dan 11%-nya memesan makanan atau minuman secara online sementara 10%-nya membeli barang atau jasa lewat smartphone mereka setiap harinya. Konektivitas ini telah mengubah seluruh aspek kehidupan manusia.

Managing Partner Inventure, Yuswohady menyatakan era IoT membuat pemasaran saat ini makin presisi. Berbeda dengan market research di era dahulu yang menggunakan sampling ketimbang populasi.

Baca Juga: Era IoT, Saatnya Berburu Connected Consumer!

“Kalau di Indonesia, yang paling memungkinkan untuk melakukannya malah bukan Unilever, P&G, Indomaret atau perusahaan lainnya. Justru unicorn seperti Gojek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak lah yang sangat prospektif untuk melakukannya, karena datanya sudah digital dan masuk secara seamless dan konstan,” kata Yuswohady kepada Warta Ekonomi belum lama ini. 

Ia menjelaskan, perkiraan pada 2021 mendatang, hampir 80% perusahaan ritel mampu mengkustom toko mereka. Hal ini lantaran RFID dan bluetooth beacon mampu mengetahui posisi persis connected consumer dan inventori produk di toko. Jenis-jenis makanan yang biasa konsumen makan dapat diketahui. 

"Lalu teknologi analisa near-real-time. Ketimbang mengandalkan data penjualan kuartalan, penggunaan benda seperti smart price tags membuat pelaku usaha bisa melihat penjualan secara hampir real time sehingga bisa menyesuaikan volume penjualan. Langkah ini dapat meminimalisir kegagalan peluncuran produk baru atau penjualan produk baru. Lalu juga teknologi inventory seperti smart shelves yang bisa memberikan notifikasi ke staf secara saat ketersediaan barang rendah," jelasnya.

Baca Juga: SEC Peringatkan 3 Hal Terkait Cloud Computing

Lantas, bagaimana perusahaan bisa mengkonversi data-data tersebut menjadi laba? Menurut Blue Hill Research, Menurut kajian Blue Hill Research, diperlukan kerangka kerja analisa IoT untuk membuat sensor mobile bernilai bisnis. Ini meliputi perangkat yang meng-cover aspek mobile dan cloud yang terhubung dengan sensor, aktuator, device, data gateway, dan konektivitas.

Dengan adanya peningkatan pengalaman konsumen, bisa secara langsung diterjemahkan ke dalam pendapatan dan laba yang lebih baik bagi perusahaan. Pengalaman pelanggan, lazimnya diukur menggunakan Net Promoter Scores (NPS) dan indikator lain, yang secara langsung bisa diterjemahkan ke dalam bottom line perusahaan.

Studi yang dilakukan  London School of Economics menunjukkan bahwa setiap kenaikan rata-rata 7% NPS berdampak positif terhadap kenaikan pendapatan sebesar 1%. Sementara itu studi Harvard Business Review (HBR) menunjukkan konsumen yang memiliki pengalaman masa lalu yang memukau akan membelanjakan 140% lebih banyak ketimbang mereka yang memiliki pengalaman masa lalu buruk. Sementara konsultan global McKinsey menyatakan bahwa merek yang bisa meningkatkan petualangan konsumen mengalami kenaikan pendapatan hingga 10-15%, dan saat yang bersamaan menghemat biaya sebesar 15-20%.

Tag: Internet of Things (IoT), Customer Focused

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Kumairoh

Foto: Unsplash/Andrew Neel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,738.00 3,699.88
British Pound GBP 1.00 17,403.19 17,223.84
China Yuan CNY 1.00 2,036.85 2,016.51
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,019.00 13,879.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.72 9,729.18
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,794.23 1,776.19
Dolar Singapura SGD 1.00 10,317.95 10,211.15
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,718.10 15,555.58
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.46 3,371.14
Yen Jepang JPY 100.00 12,962.55 12,829.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6394.609 -7.271 652
2 Agriculture 1360.695 -1.524 21
3 Mining 1639.706 -0.398 49
4 Basic Industry and Chemicals 799.891 -0.595 72
5 Miscellanous Industry 1259.816 -47.920 49
6 Consumer Goods 2371.485 22.616 53
7 Cons., Property & Real Estate 495.215 -0.879 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1230.336 -6.362 74
9 Finance 1326.341 -0.371 91
10 Trade & Service 817.488 -0.352 163
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 400 500 100 25.00
2 KAYU 360 450 90 25.00
3 ARKA 665 830 165 24.81
4 GLOB 326 406 80 24.54
5 MINA 1,010 1,250 240 23.76
6 TALF 286 348 62 21.68
7 MTPS 1,050 1,200 150 14.29
8 OCAP 420 480 60 14.29
9 TOPS 605 665 60 9.92
10 WIIM 242 266 24 9.92
No Code Prev Close Change %
1 POSA 322 242 -80 -24.84
2 KIOS 620 515 -105 -16.94
3 CASS 730 620 -110 -15.07
4 DWGL 93 80 -13 -13.98
5 YULE 179 154 -25 -13.97
6 MYTX 72 63 -9 -12.50
7 INCF 82 72 -10 -12.20
8 INPP 820 720 -100 -12.20
9 ASBI 386 340 -46 -11.92
10 PALM 258 228 -30 -11.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 344 4 1.18
2 MNCN 1,445 1,420 -25 -1.73
3 POSA 322 242 -80 -24.84
4 ASII 7,450 7,100 -350 -4.70
5 IPTV 246 244 -2 -0.81
6 ANTM 895 900 5 0.56
7 BIPI 52 52 0 0.00
8 MAMI 93 94 1 1.08
9 SWAT 117 116 -1 -0.85
10 BBRI 4,550 4,520 -30 -0.66