Portal Berita Ekonomi Selasa, 17 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:11 WIB. Valas -  Dollar menguat 0,07% terhadap Yen pada level 108,20 Yen/Dollar
  • 13:10 WIB. Valas - Dollar menguat 0,28% terhadap Yuan pada level 7,0882 Yuan/Dollar
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar menguat 0,13% terhadap Poundsterling pada level 1,24 $/Pound
  • 13:07 WIB. Valas - Dollar melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,10 $/Euro
  • 12:50 WIB. Korea - Kemenkes umumkan UU baru akan segera diterapkan untuk larang pemasaran alat e-cigarattes 
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,06% di akhir sesi I.
  • 11:46 WIB. Jerman - Wirecard gandeng UnionPay untuk jadi mitra utama di Asia
  • 08:59 WIB. Hong Kong - HKSAR: Perubahan prospek peringkat HK oleh Moody's Investors Service tidak berdasar faktual
  • 08:53 WIB. Korea - BoonTheShop (Shinsegae Group) akan buka di Harrods, London 
  • 08:49 WIB. Minyak - CEO Chevron Michael Wirth: Serangan terhadap kilang minyak Saudi tidak akan mempengaruhi AS dalam jangka pendek.
  • 08:43 WIB. Korea - Hanwha Total Petrochemical co selesaikan perluasan fasilitas produksi ethylene dan propylene
  • 08:39 WIB. Investasi - Cargill akan investasi US$100 juta untuk perluas kantor pusat Asia-Pasifik di Shanghai

Legalitas dan Pembinaan Jadi Fokus Pengawasan Koperasi

Legalitas dan Pembinaan Jadi Fokus Pengawasan Koperasi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Suparno mengatakan aspek legalitas dan pembinaan koperasi menjadi fokus pengawasan koperasi saat ini. Pasalnya, banyak kasus koperasi yang mencuat saat ini, akibat melalaikan aspek legalitas seperti perijinan, badan usaha, AD/ART maupun kepatuhan melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Disisi lain, ada fungsi kedeputian pengawasan dalam rangka membina dan menumbuhkembangkan koperasi di tanah air.

"Misalnya, di masa lalu koperasi begitu memiliki badan hukum, lalu boleh melakukan usaha apa saja dan dimana saja. Kalau sekarang tidak, semua ada aturannya, ada aspek legalitasnya," tegas Suparno dalam arahannya usai membuka acara Sosialisasi Sistem dan Pedoman / Petunjuk Teknis Pengawasan Kepatuhan Koperasi serta Pemeriksaan KSP/KSSPS/USP/USPPS Koperasi di Mataram NTB, Selasa (18/6/2019).

Baca Juga: Koperasi Catra Gemilang, Naungi Bisnis Fotografi

Suparno menjelaskan, koperasi yang memiliki unit usaha transportasi, harus memiliki ijin dari 5 Kementerian/dinas Perhubungan. Demikian pula yang menekuni pariwisata, juga harus memiliki ijin dari Kementrian/dinas pariwisata. 

"Aspek legalitas menjadi penting bila nanti muncul satu masalah dan harus berurusan dengan aparat penegak hukum, karena yang ditanya terlebih dulu adalah aspek legalitasnya," tegasnya.

Dalam hal ini, tak hanya koperasi di daerah yang banyak menawarkan pinjaman sampai masuk ke pasar-pasar, namun juga koperasi besar yang membuka cabangnya di lima daerah. 

Baca Juga: Kemenkop-UKM Rumuskan Pola Kerja Sama Pembangunan Koperasi Berkelanjutan

"Masih banyak temuan koperasi yang memberi pinjaman pada bukan anggota, padahal dalam aturannya tidak boleh. Demikian juga koperasi besar yang membuka cabang di daerah, banyak melupakan aspek legalitasnya," kata Suparno.

Dalam kasus kasus seperti ini, pengawasan koperasi harus bisa tegas, namun tidak langsung mematikan mereka.

"Aparat pengawas koperasi harus hadir disana untuk membina , menfasilitasi agar koperasi itu mengurus aspek legalitasnya. Baru kalau sudah dibina, diberi surat peringatan, kok tetap mbandel, maka ijinnya bisa kita usulkan untuk dicabut," ujarnya.

Suparno menambahkan, untuk menciptakan koperasi yang sehat, pendirian koperasi akan dipermudah, namun landasan-landasan pendiriannya harus diperkuat, sehinga koperasi bisa tumbuh secara berkualitas.

Tag: Koperasi, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.03 3,739.77
British Pound GBP 1.00 17,598.96 17,421.21
China Yuan CNY 1.00 2,003.53 1,983.46
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,171.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,700.05 9,600.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.94 1,793.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,297.94 10,192.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,607.94 15,445.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,394.25 3,356.22
Yen Jepang JPY 100.00 13,109.16 12,975.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6219.435 -115.408 652
2 Agriculture 1361.119 -4.695 21
3 Mining 1679.100 9.097 49
4 Basic Industry and Chemicals 894.538 -4.674 72
5 Miscellanous Industry 1188.637 -9.828 49
6 Consumer Goods 2222.625 -143.391 53
7 Cons., Property & Real Estate 496.194 -2.638 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1196.711 -0.304 75
9 Finance 1248.458 -20.517 90
10 Trade & Service 806.205 -6.008 162
No Code Prev Close Change %
1 SKYB 67 90 23 34.33
2 LPLI 125 158 33 26.40
3 ITIC 800 1,000 200 25.00
4 MYTX 63 77 14 22.22
5 TALF 312 360 48 15.38
6 APEX 530 580 50 9.43
7 AHAP 57 62 5 8.77
8 POLL 4,630 5,025 395 8.53
9 SHID 3,350 3,600 250 7.46
10 ARTA 364 390 26 7.14
No Code Prev Close Change %
1 GGRM 68,800 54,600 -14,200 -20.64
2 OMRE 1,740 1,400 -340 -19.54
3 HMSP 2,800 2,290 -510 -18.21
4 JAWA 150 124 -26 -17.33
5 BMSR 120 100 -20 -16.67
6 AKSI 580 486 -94 -16.21
7 BRAM 7,400 6,225 -1,175 -15.88
8 OKAS 224 193 -31 -13.84
9 BCAP 199 172 -27 -13.57
10 BAPI 150 130 -20 -13.33
No Code Prev Close Change %
1 HMSP 2,800 2,290 -510 -18.21
2 MNCN 1,305 1,285 -20 -1.53
3 GGRM 68,800 54,600 -14,200 -20.64
4 IPTV 555 540 -15 -2.70
5 BBRI 4,310 4,190 -120 -2.78
6 MAMI 129 130 1 0.78
7 BAPI 150 130 -20 -13.33
8 IATA 50 50 0 0.00
9 BMTR 376 364 -12 -3.19
10 ADRO 1,375 1,430 55 4.00