Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:01 WIB. BNI - BNI meraih laba bersih sebesar Rp7,63 triliun sepanjang semester I 2019.
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup¬†merah 0,24% di akhir sesi I.
  • 11:50 WIB. BRI - BRI menghadirkan Agen BRILink untuk menggaet calon nasabah unbanked tahun ini.
  • 10:29 WIB. China - China berkomitmen tidak akan menggunakan nuklir untuk ancam negara bebas nuklir atau area bebas nuklir
  • 10:27 WIB. Nuklir - China tidak akan terlibat dalam perlombaan senjata nuklir dengan negara lain
  • 08:30 WIB. Otomotif¬†- GM mempercepat penggantian produknya di China untuk mendongkrak penjualannya
  • 08:28 WIB. Uni Eropa - Kinerja ekspor terbaik UE: daging babi, minuman, wine, dan makanan bayi
  • 08:24 WIB. Eletronik - China catatkan pendapatan manufaktur elektronik dan software tahun 2018 lebih dari US$2,3 triliun
  • 08:19 WIB. Cryptocurrency - CipherTrace:US$1,2 miliar lenyap di cryptocurrency dari Januari-Maret
  • 16:28 WIB. Tekno - Rudiantara tegaskan Traveloka dan Tokopedia bukan penyelenggara umrah.

Serangan Siber Berevolusi, Sektor Ini yang Paling Banyak Diincar

Serangan Siber Berevolusi, Sektor Ini yang Paling Banyak Diincar - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Serangan siber dan kebocoran data masih menjadi dua masalah utama yang dihadapi oleh negara-negara di dunia. Bahkan, lanskap ancamannya terus berevolusi.

Evolusi dari serangan siber tersebut berhasil diidentifikasikan oleh Dimension Data, integrator teknologi global dan penyedia layanan teknologi informasi. Salah satu bentuk serangannya ialah vulnerabilities (kelemahan).

"Pada 2018, penemuan kelemahan meningkat sekitar 12,5% dari 14.714 pada 2017 menjadi 16.555," kata Presiden Direktur Dimension Data Indonesia, Selasa (18/6/2019) di Jakarta.

Baca Juga: Dunia Maya Asia Pasifik, Paling Banyak Diserang Amerika dan China!

Lebih lanjut, rata-rata tingkat kematangan keamanan siber global berada pada posisi yang mengkhawatirkan, yakni di rentang 1,45 dari 5. Peringkat itu ditentukan dengan pendekatan keamanan siber secara menyeluruh, lewat proses, metrik, dan perspektif strategis.

General Manager Cybersecurity Dimension Data, Neville Burdan mengatakan, "Ada beberapa pekerjaan yang memang harus dilakukan di semua sektor untuk membangun tingkat keamanan yang lebih kuat, seperti meyakinkan C-level organisasi mengenai pentingnya investasi strategis demi meningkatkan pertahanan keamanan siber mereka.”

Sementara itu, sektor keuangan (1,71) dan teknologi (1,66) memiliki peringkat kematangan tertinggi dari sektor lainnya. Hal itu didorong oleh status mereka sebagai industri yang paling sering menjadi sasaran serangan siber. Masing-masing mendapatkan 17% dari semua serangan sepanjang 2018.

Baca Juga: Serangan Siber Ancam Kedaulatan Digital

"Industri finansial ditargetkan karena uang mengalir terus di situ, sedangkan industri finansial karena banyak inovasi," imbuh Hendra.

Penelitian Dimension Data juga menemukan, serangan siber paling umum berbentuk serangan web. Jenis serangan itu meningkat dua kali lipat sejak 2017, menjadi 32% pada 2018. Kemudian disusul oleh pengintaian (16%), serangan khusus layanan (13%), dan peretasan kata sandi (12%).

Fakta lain penelitian menunjukkan, 35% serangan siber berasal dari alamat IP di Amerika Serikat (AS) dan China, diikuti oleh EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), serta Asia Pasifik.

Lebih lanjut, cryptojacking menjadi aktivitas serangan yang tidak diinginkan. Pada 2018, identifikasi terhadap serangan tersebut meningkat sebesar 459%, memengaruhi sektor teknologi dan edukasi secara langsung.

Selain cryptojacking, pencurian kredensial pun meningkat, terutama bagi kredensial yang tersimpan di cloud. Sehingga perusahaan teknologi (36%), telekomunikasi (18%), dan layanan bisnis serta profesional (14%) terkena dampaknya.

Tag: Kejahatan Cyber, Digital Economy

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Unsplash

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,754.53 3,717.10
British Pound GBP 1.00 17,505.50 17,330.06
China Yuan CNY 1.00 2,044.87 2,024.54
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,081.00 13,941.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.54 9,729.42
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.39 1,784.29
Dolar Singapura SGD 1.00 10,312.73 10,207.95
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,694.68 15,535.85
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,418.55 3,381.28
Yen Jepang JPY 100.00 13,015.07 12,884.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67