Portal Berita Ekonomi Rabu, 05 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,44% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,62% pada level 25.102.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,40% pada level 2.311.
  • 15:59 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,73% pada level 2.534.
  • 15:59 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,17% pada level 3.377.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,26% pada level 22.514.
  • 15:57 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,68% pada level 6.077.
  • 15:56 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,51% terhadap Dollar AS pada level 14.550 IDR/USD.

Khofifah Jelaskan Istilah Terstruktur-Sistemik-Masif, Apa Itu?

Khofifah Jelaskan Istilah Terstruktur-Sistemik-Masif, Apa Itu?

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berbagi cerita dan pengalaman kala dia menggugat hasil pilkada Jawa Timur tahun 2008 ke Mahkamah Konstitusi sehingga sejak itulah populer istilah "terstruktur, sistemik, dan masif" (TSM).

Pada prinsipnya, kata Khofifah, dalil "terstruktur, sistemik, dan masif" yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi wajib dibuktikan dengan bukti-bukti kuantitatif, bersifat angka-angka atau jumlah; bukan kualitatif, bersifat gambaran umum dan cenderung menggunakan analisis.

Dalam perkara sengketa pilkada Jawa Timur 2018, Khofifah menceritakan, Mahkamah mengabulkan gugatannya karena dapat membuktikan secara kuantitatif pelanggaran "terstruktur, sistemik, dan masif" di tempat-tempat yang jelas sehingga memohon agar digelar pemungutan suara ulang (PSU).

Khofifah mengklaim dialah yang mula-mula menyebut frasa "terstruktur, sistemik, dan masif", lalu sering dipakai Mahfud MD, ketua Mahkamah Konstitusi kala itu, dalam putusan-putusannya.

"Secara kuantitatif. Itu semuanya bisa dibuktikan.... [dalil pelanggaran] terstruktur, kita bisa [membuktikan] ini terstruktur. [dalil pelanggaran] ini sistematis, ini masif [juga dibuktikan secara kuantitatif]," katanya usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 18 Juni 2019.

Pada akhirnya Mahkamah memerintahkan pemungutan suara ulang atau coblosan ulang setelah terbukti terjadi pelanggaran yang terstruktur, sistemik, dan masif sehingga Khofifah kalah dari rivalnya, Soekarwo. Coblosan ulang bahkan sampai dua kali yang berarti pilkada Jawa Timur 2008 berlangsung tiga kali.

Merata

Khofifah mengingatkan itu karena belakangan populer lagi istilah "terstruktur, sistemik, dan masif", setelah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga menggunakannya dalam menggugat hasil pemilu presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi.

Kalau memang diduga ada pelanggaran pemilu presiden 2019 yang terstruktur, sistemik, dan masif, kata Khofifah, semua harus dibuktikan dengan angka dan didukung saksi-saksi. Pelanggaran di beberapa TPS saja, misalnya, tak dapat dianggap masif. "Jenenge (namanya) masif iku, yo, roto (merata)."

Selain itu, kata Khofifah, saat dia dinyatakan kalah pada putaran kedua, banyak pihak yang datang dan bersedia secara sukarela menjadi saksi; para saksi mengaku melihat kecurangan dan bisa membuktikan pelanggaran secara terstruktur, sistemik, dan masif.

Lahirnya gugatan pilkada 2008 justru didorong oleh saksi-saksi. Mereka bahkan siap memberikan kesaksian di MK saat itu.

"Kalau aku sudah tiga putaran masih cari saksi, ya, setengah mati, [tapi] mereka datang gitu. Mereka datang membawa anu, aku mau jadi saksi, begitu. Sudah, kita jalan," ujar mantan Menteri Sosial itu.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Tag: Khofifah Indar Parawansa

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Viva

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,918.44 3,879.14
British Pound GBP 1.00 19,226.93 19,032.71
China Yuan CNY 1.00 2,110.42 2,089.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,696.12 14,549.89
Dolar Australia AUD 1.00 10,562.10 10,449.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,896.27 1,877.33
Dolar Singapura SGD 1.00 10,713.02 10,602.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,363.47 17,186.33
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,493.25 3,455.21
Yen Jepang JPY 100.00 13,923.37 13,783.53
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5127.051 52.049 696
2 Agriculture 1155.132 -0.286 23
3 Mining 1399.666 40.451 48
4 Basic Industry and Chemicals 749.122 6.097 80
5 Miscellanous Industry 905.550 12.406 52
6 Consumer Goods 1911.618 34.786 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.258 0.452 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 904.224 19.899 78
9 Finance 1122.591 2.025 93
10 Trade & Service 615.708 4.701 173
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 INAF 2,280 2,850 570 25.00
3 PEHA 1,390 1,735 345 24.82
4 PYFA 775 965 190 24.52
5 CENT 106 128 22 20.75
6 ALTO 334 400 66 19.76
7 JIHD 470 560 90 19.15
8 CNTX 218 258 40 18.35
9 PGLI 178 210 32 17.98
10 DPNS 246 286 40 16.26
No Code Prev Close Change %
1 UANG 412 384 -28 -6.80
2 KBAG 324 302 -22 -6.79
3 DART 236 220 -16 -6.78
4 LUCK 266 248 -18 -6.77
5 SRAJ 148 138 -10 -6.76
6 WOWS 74 69 -5 -6.76
7 RICY 89 83 -6 -6.74
8 PCAR 386 360 -26 -6.74
9 SINI 476 444 -32 -6.72
10 KICI 268 250 -18 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 PSAB 262 290 28 10.69
3 MDKA 1,810 1,935 125 6.91
4 BBRI 3,080 3,080 0 0.00
5 FREN 132 144 12 9.09
6 INAF 2,280 2,850 570 25.00
7 TOWR 1,160 1,160 0 0.00
8 TLKM 2,950 3,020 70 2.37
9 MSIN 270 270 0 0.00
10 BRIS 535 550 15 2.80