Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:02 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,05% di akhir sesi II.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,78% pada level 2.911
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,30% pada level 3.229
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 negatif 0,67% pada level 7.274
  • 15:11 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,62% pada level 23.148
  • 15:10 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,30% pada level 2.125
  • 12:59 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.475 USD/troy ounce
  • 12:59 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,70 USD/barel
  • 12:58 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 55,13 USD/barel
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,08% di akhir sesi II.

Pemerintahan Jokowi Diminta untuk Rem Utang

Pemerintahan Jokowi Diminta untuk Rem Utang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pemerintahan Joko Widodo disarankan untuk mengerem kenaikan utang, baik utang luar negeri maupun obligasi dalam negeri. Rasio penerimaan pajak diperkirakan terlalu terlalu rendah terhadap PDB.

"Jangan hanya melihat profil utang dari sisi rasio utang, yaitu jumlah utang sebagai rasio terhadap PDB. Untuk Indonesia, rasio ini kurang lengkap menggambarkan posisi yang sesungguhnya. Kenapa? Karena rasio penerimaan pajak kita terhadap PDB terlalu rendah," kata ekonom Indef, Dradjad Wibowo, Selasa (18/6/2019).

Padahal, lanjutnya, pajak adalah sumber utama penerimaan negara yang kemudian menjadi cerminan dari kemampuan Indonesia membayar utang pemerintah. Maksudnya di sini, katanya, membayar utang tanpa harus mengorbankan terlalu banyak program yang lain dan atau menambah terlalu banyak utang baru.

Baca Juga: Meski Meningkat, ULN RI Tetap Terkendali

Dradjad mencontohkan, tahun 2019. Pagu pembayaran bunga utang pemerintah dalam APBN adalah Rp275,8 triliun. Pembayaran pokok utang pemerintah Rp409 triliun. Jadi totalnya Rp685 triliun. Target penerimaan perpajakan, termasuk cukai, dalam APBN 2019 adalah Rp1786,4 triliun. Sementara target pendapatan negara Rp2165,1 triliun.

"Artinya, pembayaran pokok dan bunga utang pemerintah memakan 38,3% dari penerimaan perpajakan, atau 31,6% dari pendapatan negara," paparnya.

Pembayaran pokok dan bunga utang di atas, papar Dradjad, jauh lebih besar dari anggaran pendidikan Rp492,5 triliun, anggaran infrastruktur Rp415 triliun, dan anggaran kesehatan Rp123,1 triliun.

"Bahkan jika anggaran pendidikan dan kesehatan digabung, jumlahnya hanya Rp615,6 triliun. Atau kalah Rp69 triliun dari pembayaran pokok dan bunga utang," kata Dradjad.

Baca Juga: Gara-Gara Utang, Cadangan Devisa RI Melorot US$4 Miliar

Jadi, kata Dradjad, terlihat jelas betapa besar utang memakan jatah yang semestinya bisa dipakai untuk program lain. Misalnya untuk melunasi semua utang BPJS Kesehatan kepada rumah sakit.

"Itu yang saya sebut sebagai biaya oportunitas (opportunity cost) dari pembayaran utang, pokok, dan bunganya. Opportunity cost ini sudah terlalu besar. Bahkan kita pun terpaksa berutang lagi dan berutang lagi untuk membiaya APBN," ungkapnya.

Ditambahkannya, utang swasta trennya sudah wajib diwaspadai. Jangan sampai utang luar negeri swasta dan juga BUMN, menjadi tidak terkendali, yang dapat meningkatkan country risks Indonesia dengan signifikan.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Utang Luar Negeri (ULN)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,777.90 3,740.11
British Pound GBP 1.00 18,287.40 18,104.03
China Yuan CNY 1.00 2,015.06 1,994.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,167.49 14,026.52
Dolar Australia AUD 1.00 9,665.06 9,566.09
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,809.87 1,791.68
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.85 10,298.47
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,689.08 15,530.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.83 3,368.52
Yen Jepang JPY 100.00 13,056.39 12,922.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6152.090 29.465 662
2 Agriculture 1379.447 -9.112 20
3 Mining 1485.572 -15.475 49
4 Basic Industry and Chemicals 966.315 11.894 76
5 Miscellanous Industry 1179.958 2.642 50
6 Consumer Goods 2068.235 7.578 54
7 Cons., Property & Real Estate 504.784 -3.189 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1133.400 4.587 76
9 Finance 1279.031 12.798 90
10 Trade & Service 782.237 -0.744 165
No Code Prev Close Change %
1 SINI 740 925 185 25.00
2 JTPE 660 825 165 25.00
3 ESIP 430 535 105 24.42
4 TBMS 800 995 195 24.38
5 OCAP 210 258 48 22.86
6 PCAR 1,410 1,700 290 20.57
7 ABBA 104 124 20 19.23
8 MREI 4,000 4,700 700 17.50
9 TIRA 224 250 26 11.61
10 BRPT 1,130 1,245 115 10.18
No Code Prev Close Change %
1 COWL 180 117 -63 -35.00
2 MPOW 183 129 -54 -29.51
3 PURE 640 480 -160 -25.00
4 CITY 220 165 -55 -25.00
5 DEAL 650 488 -162 -24.92
6 ENVY 1,555 1,170 -385 -24.76
7 JSKY 414 312 -102 -24.64
8 FORZ 268 202 -66 -24.63
9 PBSA 402 310 -92 -22.89
10 OMRE 990 770 -220 -22.22
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,410 1,420 10 0.71
2 MAMI 248 250 2 0.81
3 IPTV 505 510 5 0.99
4 KPIG 125 124 -1 -0.80
5 BBRI 4,120 4,190 70 1.70
6 SQMI 280 230 -50 -17.86
7 MSIN 450 456 6 1.33
8 BBTN 1,955 2,070 115 5.88
9 TCPI 5,175 5,100 -75 -1.45
10 TLKM 4,000 4,020 20 0.50