Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:29 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 42,41 USD/barel.
  • 13:27 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 45,14 USD/barel.
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Euro pada level 1,1819 USD/GBP.
  • 13:26 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 106,96 JPY/USD.
  • 13:25 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.953 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,02% pada penutupan sesi I.

AirNav Terima 18 Laporan Gangguan Frekuensi Radio yang Bahayakan Penerbangan

AirNav Terima 18 Laporan Gangguan Frekuensi Radio yang Bahayakan Penerbangan
WE Online, Makassar -

AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) menerima setidaknya 18 laporan gangguan frekuensi radio yang membahayakan penerbangan sepanjang 2019. Laporan itu datang dari pilot yang melintas di ruang udara MATSC, tepatnya di wilayah Bali, Surabaya (Jatim) dan Pangkalan Bun (Kalteng). 

"Selama semester I (Januari-Juni) 2019, ada sekitar 18 laporan yang masuk di sekitar Bali, Surabaya dan Pangkalan Bun. Untuk Makassar belum ada," kata General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Novy Pantaryanto, di sela Rapat Evaluasi Gangguan Frekuensi di Kota Makassar, Sulsel, Rabu (19/6/2019).  

Baca Juga: AirNav Indonesia Resmi Punya Direktur Operasi Baru

Dalam rapat tersebut, AirNav menggandeng Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar. Selain itu, turut diundang perwakilan dari Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Disosialisasikan terkait regulasi penggunaan frekuensi radio untuk menjaga keselamatan penerbangan di Indonesia. 

Menurut Novy, frekuensi radio bila tidak diatur dengan baik, berpotensi membahayakan penerbangan. Musababnya, frekuensi radio, baik amatir maupun penyiaran dapat mengganggu komunikasi antara pilot dengan pihak Air Traffic Controller. 

"Ya tentunya berpotensi mengganggu dan membahayakan penerbangan. Itu (frekuensi radio) kan media untuk memberikan instruksi, entah itu naik turun atau belok kanan kiri bagi pesawat, ya melalui radio. Makanya soal itu menjadi sangat utama," terang Novy

Frekuensi radio untuk penerbangan diketahui menggunakan amplitude modulation alias AM. Meski demikian, frekuensi radio dari frekuency modulation atau FM bisa juga mengganggu frekuensi radio untuk penerbangan. Begitu dengan frekuensi radio amatir maupun siaran televisi. 

"Frekuensi ATC (Air Traffic Controller) sendiri sudah sangat khusus, tapi kami sinyalir ada radio yang memakai peralatan tidak standar. Contoh kasus misalnya di suatu sektor, ada suara radio amatir atau penyuaraan yang pancaran ya masuk ke frekuensi pesawat," ucap dia. 

Baca Juga: Bandara Baru Yogyakarta Akan Beroperasi, AirNav Siapkan Layanan Navigasi Berbasis Satelit

Dalam navigasi penerbangan sendiri, gangguan bukan hanya datang dari frekuensi radio yang bocor. Gangguan juga terkadang datang dari ulah warga yang menerbangkan balon udara maupun drone serta ulah jahil warga memainkan sinar laser di sekitar bandara. 

Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar, Helmi Wartapane, menyampaikan frekuensi radio sejatinya sudah diatur, baik untuk amatir, penyiaran dan penerbangan. Olehnya itu, pihaknya mengimbau dan disertai pengawasan terhadap aktivitas yang menggunakan frekuensi radio. Setiap saat, pihaknya siap melakukan penertiban. 

Ulah warga atau komunitas yang menggunakan frekuensi radio yang mengganggu penerbangan, Helmi menyebut bisa dijerat pidana. Toh, ada regulasi khusus, baik undang-undang maupun peraturan pemerintah yang mengaturnya. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara 4 tahun dan denda Rp400 juta. 

"Kami terus melakukan pemantauan, pengecekan dan penertiban terhadap yang ilegal. Termasuk ada proses hukum. Kalau yang berkaitan dengan AirNav (navigasi penerbangan), pada 2008 ada yang kita proses 18 (kasus). Sedangkan untuk 2019, untuk Makassar tidak ada. Yang ada terkait frekuensi seluler dan broadcasting," pungkasnya.

Tag: AirNav Indonesia, Penerbangan

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.86 3,957.77
British Pound GBP 1.00 19,577.52 19,379.75
China Yuan CNY 1.00 2,157.44 2,135.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,991.59 14,842.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,705.49 10,597.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.40 1,914.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,918.06 10,807.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.07 17,530.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.53 3,533.07
Yen Jepang JPY 100.00 14,018.69 13,877.91
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5239.250 5.798 698
2 Agriculture 1197.150 8.188 23
3 Mining 1397.826 2.228 48
4 Basic Industry and Chemicals 762.931 -1.567 80
5 Miscellanous Industry 953.200 -0.327 52
6 Consumer Goods 1931.632 16.356 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.862 -0.799 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.469 5.192 78
9 Finance 1164.347 -1.003 93
10 Trade & Service 633.771 -3.745 174
No Code Prev Close Change %
1 MBAP 1,820 2,270 450 24.73
2 DVLA 2,450 3,040 590 24.08
3 KIOS 160 194 34 21.25
4 CNTX 218 250 32 14.68
5 ALTO 354 400 46 12.99
6 TRUS 284 320 36 12.68
7 PNLF 185 206 21 11.35
8 BIKA 179 199 20 11.17
9 TDPM 94 104 10 10.64
10 BMSR 53 58 5 9.43
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 144 134 -10 -6.94
2 MREI 5,200 4,840 -360 -6.92
3 BPTR 87 81 -6 -6.90
4 SGER 262 244 -18 -6.87
5 FOOD 131 122 -9 -6.87
6 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
7 EMTK 5,475 5,100 -375 -6.85
8 MSKY 1,025 955 -70 -6.83
9 PAMG 74 69 -5 -6.76
10 BOLA 163 152 -11 -6.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,090 1,030 -60 -5.50
2 BBRI 3,350 3,330 -20 -0.60
3 FREN 128 120 -8 -6.25
4 BBNI 5,125 5,075 -50 -0.98
5 BMTR 264 248 -16 -6.06
6 PURA 129 134 5 3.88
7 TLKM 2,950 3,010 60 2.03
8 MDKA 1,810 1,770 -40 -2.21
9 EXCL 2,430 2,610 180 7.41
10 PNLF 185 206 21 11.35