Portal Berita Ekonomi Minggu, 09 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Industri Hotel dan Restoran Babak Belur Karena...

Industri Hotel dan Restoran Babak Belur Karena...
WE Online, Jakarta -

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengeluhkan tarif tiket pesawat mahal telah memporakporandakan berbagai industri pariwisata seperti hotel hingga oleh-oleh.

Wakil Ketua PHRI, Raineir H Daulay, mengatakan bahwa pada momen lebaran industri pariwisata tidak mengalami pertumbuhan. Padahal, di periode tahun-tahun sebelumnya industri tersebut selalu mengalami pertumbuhan. Bahkan, selama momen lebaran terjadi penurunan wisatawan sebesar 20% serta industri perhotelan dan restoran di luar Pulau Jawa anjlok hingga 40%. 

"Jadi masa Lebaran yang seharusnya menjadi masa-masa puncak sektor pariwisata bisa tumbuh, kali ini tidak tumbuh," katanya di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga: Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Bakal Dievaluasi Ulang

Salah satu contoh penurunan terjadi pada malam takbiran. Di tempat orang pulang kampung seperti Makassar 25% okupansinya, Sumatera Barat 40%, Bali turun 12%.

"Biasanya 100% itu waktu Lebaran, orang daerah itu satu-satunya Lebaran kesempatan pulang kampung, jadi di luar Pulau Jawa itu terasa," kata dia.

Dia menambahkan pihaknya mendukung pernyataan Presiden Joko Widodo yang berkeinginan mengundang maskapai asing masuk ke rute penerbangan domestik.

"Maskapai asing saya kira tidak jadi solusi dari tiket mahal. Menurut saya usulan Pak Jokowi itu puncak kekesalannya saja. Dengan apa terjadi saat ini. Dan carut-marutnya harga tiket pesawat memberi dampak berat buat industri pariwisata," pungkasnya.

Tag: Pesawat, Perhotelan, Restoran

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Marten Bjork

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23