Portal Berita Ekonomi Selasa, 27 Oktober 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,72% pada level 2.343.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,09% pada level 23.494.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,82% pada level 3.251.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,56% pada level 2.523.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,42% pada level 5.835.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Yuan pada level 6,6991 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.650 IDR/USD.

Saksi Ahli sebut Kecurangan TSM Sangat Sulit Dibuktikan

Saksi Ahli sebut Kecurangan TSM Sangat Sulit Dibuktikan
WE Online, Jakarta -

Ahli hukum dari Universitas Gadjah Mada Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan pembuktian adanya kecurangan yang bersifat terstruktur sistematis dan masif (TSM) dalam penyelenggaraan pemilihan umum 2019 sangat rumit dilakukan.

Baca Juga: Saksi Ahli Jokowi: Prabowo Harus Buktikan Sendiri

Edward mengatakan pembuktian kecurangan TSM tidak dapat dilakukan dengan pembuktian abal-abal.

"Jadi pembuktiannya antara motivasi (niat) dan akibat sama-sama terwujud, itulah yang kita sebut dalam hukum pidana sebagai dolus premiditatus untuk menggambarkan sistematis tersebut. Maka dari itu pembuktiannya bukan abal-abal, sangat rumit," ujar Edward Hiariej dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat.

Edward Hiariej dalam paparannya menjelaskan bahwa kecurangan dapat dikatakan terstruktur, sistematis dan masif apabila ketiga unsur tersebut dapat terpenuhi.

Dia mengatakan kecurangan yang terjadi harus disertai dengan niat atau maksud, bukan karena kealpaan atau kelalaian.

Kemudian kecurangan itu dilakukan secara sistematis, yang dalam konteks pidana, merujuk Undang-undang Pemilu pasal 286, diartikan sebagai sebuah rencana yang matang dan rapi.

Kecurangan yang terstruktur dan sistematis ini, kata dia, pada akhirnya harus menimbulkan dampak masif.

"Dalam penjelasan UU pemilu di dalam pasal 86 ayat 3 dia kumulatif, dan bahasanya yang dimaksud pelanggaran masif adalah dampak pelanggaran yang sangat luas pengaruhnya terhadap hasil pemilihan, bukan hanya sebagian," ucap Edward Hiariej.

Jadi kalau sangat luas itu berarti kalau kita pakai metode kuantitatif, berarti 50 persen + satu. Kalau ada 800 ribu TPS, berarti ada 401 ribu TPS (yang terbukti adanya kecurangan TSM). Kira-kira begitu," tambah dia.

Lebih lanjut Edward mengatakan dalam membuktikan kecurangan TSM, antara unsur terstruktur, sistematis dan masif harus memiliki hubungan kausalitas (sebab akibat). Hubungan kausalitas tersebut dapat dijawab dengan menggunakan teori individualisasi.

"Jadi harus diteliti betul apakah yang dituduhkan dalam konteks kecurangan itu betul mempengaruhi suara orang di TPS. Kalau mau pembuktian yang sebenarnya itu kan harus satu satu ditanya, apakah betul saudara memilih karena dipengaruhi, karena ini, karena itu, dan lain sebagainya," ucap Edward

Baca Juga

Tag: Mahkamah Konstitusi, Pilpres 2019

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,938.48 3,899.09
British Pound GBP 1.00 19,256.29 19,063.22
China Yuan CNY 1.00 2,210.72 2,188.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,770.49 14,623.52
Dolar Australia AUD 1.00 10,523.97 10,417.80
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,905.87 1,886.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,876.65 10,767.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,494.17 17,318.63
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,553.16 3,512.74
Yen Jepang JPY 100.00 14,088.60 13,947.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5144.049 31.861 706
2 Agriculture 1187.661 25.506 24
3 Mining 1426.612 -8.887 47
4 Basic Industry and Chemicals 768.212 2.582 80
5 Miscellanous Industry 952.575 0.881 53
6 Consumer Goods 1811.574 -14.262 60
7 Cons., Property & Real Estate 333.793 10.037 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 814.770 2.009 79
9 Finance 1141.692 14.596 93
10 Trade & Service 642.239 5.726 175
No Code Prev Close Change %
1 JSKY 174 234 60 34.48
2 DEAL 132 173 41 31.06
3 CTBN 2,450 3,060 610 24.90
4 PURE 222 276 54 24.32
5 PALM 310 380 70 22.58
6 POLL 5,400 6,475 1,075 19.91
7 OKAS 96 115 19 19.79
8 ERTX 114 134 20 17.54
9 RAJA 122 141 19 15.57
10 TAMA 171 192 21 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SINI 430 400 -30 -6.98
2 INOV 144 134 -10 -6.94
3 TDPM 130 121 -9 -6.92
4 APII 159 148 -11 -6.92
5 BOLA 160 149 -11 -6.88
6 BBHI 160 149 -11 -6.88
7 ARGO 1,750 1,630 -120 -6.86
8 FREN 73 68 -5 -6.85
9 SKBM 380 354 -26 -6.84
10 GLOB 117 109 -8 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 1,210 1,250 40 3.31
2 JSKY 174 234 60 34.48
3 ASRI 149 156 7 4.70
4 DEAL 132 173 41 31.06
5 BMRI 5,550 5,775 225 4.05
6 BBRI 3,290 3,340 50 1.52
7 ANTM 1,085 1,060 -25 -2.30
8 TLKM 2,630 2,650 20 0.76
9 SIDO 790 825 35 4.43
10 BMTR 226 240 14 6.19