Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:37 WIB. Nikkei - 22.750 (11/8), 22.843 (12/8), 23.249 (13/8), 23.289 (14/8). 
  • 09:34 WIB. FTSE 100 - 6.050 (10/8), 6.154 (11/8), 6.280 (12/8), 6.185 (13/8), 6.090 (14/8).
  • 09:31 WIB. S&P 500 - 3.360 (10/8), 3.333 (11/8), 3.380 (12/8), 3.373 (13/8), 3.372 (14/8).
  • 09:29 WIB. Dow Jones - 27.791 (10/8), 27.686 (11/8), 27.976 (12/8), 27.896 (13/8), 27.931 (14/8).
  • 09:27 WIB. Nasdaq - 10.968 (10/8), 10.782 (11/8), 11.012 (12/8), 11.042 (13/8), 11.019 (14/8).

Microsoft Mau Kaji Ulang Etika AI Perusahaan?

Microsoft Mau Kaji Ulang Etika AI Perusahaan?
WE Online, Jakarta -

Mulai maraknya penggunaan teknologi artificial intelligence (AI), salah satunya Vision AI membawa kekhawatiran baru terkait aspek privasi data, keamanan, dan etika atau moral teknologi tersebut.

Seperti diketahui, berbagai pihak seperti TMC Polri sudah menggunakan teknologi Vision AI untuk mendeteksi pelat nomor kendaraan untuk keperluan perpajakan misalnya, ataupun dengan menggandneg Jakarta Smart City menggunakan CCTV di Jalan Sudirman untuk keperluan penertiban perilaku pengendara kendaraan bermotor.

Presiden Microsoft Indonesia, Haris Izmee menyatakan, pihaknya selalu mengedepankan aspek etika atau moral dalam menawarkan layanan Vision AI pada kliennya. Meski teknologi ini tergolong baru dan belum masif, sehingga belum ada regulasi khusus, perusahaan selalu mengedepankan aspek etika dan meminta persetujuan klien terlebih dahulu.

"Contohnya dengan Grab Indonesia kami menyediakan teknologi pengenalan wajah pengemudi untuk aspek keamanan. Dari awal kami sampaikan etikanya seperti ini, baru atas persetujuan mereka, kami memberikan layanan. Pun dengan TMC Polri, sepanjang itu untuk hal-hal baik, misalnya keamanan berkendara, saya kira bagus," kata dia kepada Warta Ekonomi belum lama ini. 

Baca Juga: Pegawai Microsoft Dilarang Gunakan Slack, Alasannya: Slack Tak Aman

Microsoft Global sendiri baru-baru ini melalui Wakil Presiden Eksekutif untuk AI dan Penelitian, Harry Shum mengatakan bahwa ke depan perusahaan akan meninjau ulang etika AI ke dalam daftar audit standar untuk produk yang akan dirilis. Namun, itu sifatnya masih opsional.

"Microsoft telah menerapkan prinsip-prinsip pengenalan wajah internal dan terus bekerja untuk mengoperasionalkan prinsip AI yang lebih luas di seluruh perusahaan," kata dia belum lama ini. 

Selain prinsip-prinsip pengenalan wajah internal, Microsoft memiliki beberapa kelompok kerja internal yang didedikasikan untuk etika AI, termasuk keadilan, akuntabilitas, transparansi, dan etika dalam AI, yang terdiri dari sembilan peneliti. Mereka juga memiliki dewan penasihat AI ethics and effects in engineering and research (Aether) yang melapor pada pimpinan senior.

Microsoft sendiri merupakan salah satu anggota pendiri Partnership on AI, organisasi nirlaba yang didirkan bersama Amazon, Facebook, Google's Deep Mind, dan IBM untuk mempelajari etika, keadilan dan inklusivitas, transparansi, privasi dan interoperabilitas, kolaborasi antara manusia dan sistem AI, serta kepercayaan, keandalan, dan ketahanan teknologi.

Baca Juga: Facebook Gunakan AI Ciptakan Suara Tiruan Bill Gates

Belakangan, eksekutif perusahaan teknologi di Silicon Valley termasuk Microsoft, Google, Amazon, dan Tesla tengah merumuskan cara-cara terbaik untuk memastikan bias implisit yang dihasilkan programmer menurun ke mesin pembelajaran dan arsitektur AI lainnya.

Bias ini, termasuk sistem pengenalan wajah yang salah mengidentifikasi individu dengan warna kulit gelap, kendaraan swakemudi yang gagal mendeteksi pejalan kaki berkulit gelap maupun sistem pengenalan suara yang kesulitan mengenali penutur bahasa Inggris bukan native speaker.

Berbagai program etika AI yang diinisiasi oleh Microsoft, Google, Amazon, dan Tesla menunjukkan keberhasilan dan kegagalan selama setahun terakhir, untuk itu mereka terus mendengungkan penyempurnaan etika AI.

Tag: Microsoft Corporation, Artificial Intelligence

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Brian Snyder

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.86 3,957.77
British Pound GBP 1.00 19,577.52 19,379.75
China Yuan CNY 1.00 2,157.44 2,135.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,991.59 14,842.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,705.49 10,597.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.40 1,914.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,918.06 10,807.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.07 17,530.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.53 3,533.07
Yen Jepang JPY 100.00 14,018.69 13,877.91
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5247.690 8.440 698
2 Agriculture 1191.965 -5.185 23
3 Mining 1411.043 13.217 48
4 Basic Industry and Chemicals 764.095 1.164 80
5 Miscellanous Industry 950.120 -3.080 52
6 Consumer Goods 1942.851 11.219 58
7 Cons., Property & Real Estate 293.644 -2.218 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 888.134 -1.335 78
9 Finance 1169.651 5.304 93
10 Trade & Service 626.647 -7.124 174
No Code Prev Close Change %
1 FOOD 122 164 42 34.43
2 MBAP 2,270 2,830 560 24.67
3 KDSI 730 900 170 23.29
4 SKBM 290 346 56 19.31
5 ARKA 288 340 52 18.06
6 TPMA 342 392 50 14.62
7 POLU 850 960 110 12.94
8 NZIA 170 189 19 11.18
9 SRSN 54 60 6 11.11
10 AMAN 196 216 20 10.20
No Code Prev Close Change %
1 RONY 100 93 -7 -7.00
2 POLI 1,145 1,065 -80 -6.99
3 DVLA 3,040 2,830 -210 -6.91
4 PEGE 145 135 -10 -6.90
5 MNCN 945 880 -65 -6.88
6 MSKY 955 890 -65 -6.81
7 ASJT 118 110 -8 -6.78
8 PRAS 134 125 -9 -6.72
9 KREN 90 84 -6 -6.67
10 BBLD 420 392 -28 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 FREN 120 112 -8 -6.67
2 KAEF 3,260 3,350 90 2.76
3 MNCN 945 880 -65 -6.88
4 PURA 134 126 -8 -5.97
5 TOWR 1,030 1,035 5 0.49
6 MDKA 1,770 1,810 40 2.26
7 EXCL 2,610 2,550 -60 -2.30
8 BBNI 5,075 5,000 -75 -1.48
9 ANTM 770 785 15 1.95
10 TLKM 3,010 3,030 20 0.66