Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:42 WIB. Heatwave - Gelombang panas sedang memasuki AS dan Kanada.
  • 07:52 WIB. Selat Hormuz - Inggris: penyitaan 2 kapal Inggris oleh Iran 'tidak dapat diterima'.
  • 07:16 WIB. Washington - Trump: Menkeu Steve Mnuchin dan Menkeu China menghasilkan pembicaraan baik.
  • 06:47 WIB. Qualcomm - Komisi Eropa berikan sanksi denda kepada Qualcomm sebesar 242 juta euro karena predatory pricing
  • 06:28 WIB. Wisatawan - Malaysia tarik wisman China dan India dengan memperbanyak jalur masuk
  • 06:15 WIB. Netflix - Netflix harapkan pertumbuhan subscriber dari India dan pasar internasional lainnya
  • 06:03 WIB. Riyadh - Raja Saudi menyetujui penempatan pasukan AS untuk menjaga keamanan dan stabilitas.
  • 05:49 WIB. Final Piala Afrika - Senegal 0 vs 1 Aljazair
  • 00:05 WIB. GM - Saic Motor Corp, partner GM di China, mengalami penurunan penjualan.
  • 23:23 WIB. Mobil listrik - Toyota berpartner dengan BYD (China) untuk mobil listrik.
  • 22:59 WIB. Asahi - Asahi membeli AB InBev unit Australia senilai US$11,3 miliar.
  • 21:22 WIB. Oil - Brent crude futures were up 37 cents, or 0.6%, at $62.30 a barrel by 1356 GMT, having risen as high as $63.32.
  • 21:21 WIB. Oil - Brent fell 2.7% on Thursday, its fourth straight session of losses, and was set for a weekly drop of around 6%.
  • 19:20 WIB. Filipina - Neraca pembayaran Filipina surplus US$4,79 miliar pada Q1
  • 18:37 WIB. Sri Lanka - Proyek lokasi wisata di Kolombo akan digarap Melcher Group dengan investasi sebesar US$4 juta

Program Akselerator Kolaborasi NUS-SIA Luluskan 5 Startup Angkatan Pertama

Program Akselerator Kolaborasi NUS-SIA Luluskan 5 Startup Angkatan Pertama - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

NUS Enterprise, unit kewirausahaan dari National University of Singapore (NUS) dan Singapore Airlines (SIA) mengumumkanlima startup yang telah lulus dari program akselerator perdana SIA. Akselerator SIA bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan dalam sektor perjalanan sekaligus menciptakan peluang bisnis baru bagi startup-startup inovatif.

Akselerator SIA digelar selama 10 minggu, dimulai pada Januari 2019. Para startup mempresentasikan usulan solusi mereka untuk menangani berbagai masalah, yang mencakup pelacakan pembuangan makanan dalam pesawat, integrasi ritel offline dan online yang mulus untuk menciptakan pengalaman belanja dalam penerbangan, serta optimalisasi kapasitas kursi dan maksimalisasi pendapatan.

"Setelah menyediakan infrastruktur dan pelatihan guna mendorong inovasi mereka agar menjadi prototipe yang layak, kami berharap dapat menggabungkan solusi-solusi mereka untuk kami gunakan," ungkap George Wang, Senior Vice President Information Technology Singapore Airlines.

Baca Juga: Waduh! 5 Hal Baik Ini Justru Bikin Startup Bangkrut, Kok Bisa?

Sementara Profesor Freddy Boey, NUS Deputy President (Innovation & Enterprise), menambahkan, "Dengan menyatukan startup teknologi dan berbagai perusahaan lain, bersama kami mendorong pengembangan berbagai solusi dinamis untuk pasar global, yang akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional, serta menghasilkan manfaat yang saling menguntungkan untuk semua."

Sebagai bagian dari program akselerator, para peserta telah menjalani program pendampingan, pembinaan, dan validasi yang dijalankan NUS Enterprise, mencakup bidang-bidang seperti penemuan pelanggan, identifikasi solusi teknologi, kecocokan pasar produk, dan kelayakan model bisnis.

Peserta juga disediakan ruang inkubasi di The Hangar NUS Enterprise dan KrisLab milik SIA. Mereka bertemu secara rutin dengan para mentor dari unit bisnis SIA untuk mendapatkan wawasan guna menciptakan kecocokan solusi-masalah.

Fakultas NUS dari School of Computing dan Business School yang ahli dalam materi pelajaran di bidang robotik, intelegensi artifisial (AI), jaringan nirkabel, inovasi digital, dan penciptaan usaha baru, juga berinteraksi dengan para peserta untuk memberikan saran khusus di ranah pengembangan produk dan upaya kewirausahaan mereka.

Selain itu, peserta menghadiri kelas master, acara jejaring sosial, berbagai diskusi dan kunjungan lokasi di NUS Enterprise Block 71 untuk mendapatkan pandangan terkait sektor penerbangan dan kewirausahaan di Singapura dan Asean.

Baca Juga: Alibaba Business School Luluskan 48 Pendiri Startup, Terbanyak dari Indonesia

Tim yang menyelesaikan SIA AppChallenge, salah satu hackathon digital terbesar untuk inovasi penerbangan, juga diundang untuk bergabung dengan program Akselerator SIA. SIA AppChallenge edisi kelima diluncurkan pada 17 Juni 2019, mengundang para startup dan inovator dari seluruh dunia untuk menawarkan berbagai solusi guna mengatasi permasalahan bisnis dan mencari peluang baru di industri penerbangan.

Para perusahaan rintisan ini memperlihatkan berbagai solusi mereka pada ajang Innovfest Unbound 2019, sebuah festival di bidang inovasi terbesar dan telah memeroleh berbagai penghargaan di kawasan Asia Tenggara dan diselenggarakan oleh NUS Enterprise dan Unbound.

Lima startup yang lulus dari program Akselerator perdana Singapore Airlines adalah:

1. airfree, penyedia marketplace online bagi maskapai penerbangan.

2. F5Shift, yakni sistem pelacakan pembuangan makanan dalam pesawat.

3. Migacore, perusahaan data science yang menggunakan data kontektual untuk meningkatkan perkiraan permintaan atas perjalanan.

4. Traversel, platform destinasi yang memfasilitasi distribusi produk dalam pasar melalui maskapai, hotel, dan saluran ritel lainnya.

5. Volantio, penyedia platform optimalisasi kapasitas berbagai cloud untuk maskapai penerbagan, yang diberi nama Yana.

Tag: Startup, National University of Singapore, Singapore Airlines Limited

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Rawpixel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,728.00 3,690.58
British Pound GBP 1.00 17,543.07 17,366.04
China Yuan CNY 1.00 2,037.30 2,016.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,983.00 13,843.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,884.58 9,784.23
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.94 1,771.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,307.39 10,202.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,750.45 15,588.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.02 3,366.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,003.81 12,872.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67