Portal Berita Ekonomi Minggu, 09 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Bank Mandiri Raih Kenaikan Peringkat Utang dari S&P Jadi 'BBB-'

Bank Mandiri Raih Kenaikan Peringkat Utang dari S&P Jadi 'BBB-'
WE Online, Jakarta -

Bank Mandiri Raih Kenaikan Peringkat Utang dari S&P Menjadi 'BBB-'

Lembaga pemeringkat internasional, S&P’s Ratings menaikkan peringkat utang jangka panjang Bank Mandiri menjadi 'BBB-' dengan outlook 'stabil', dari sebelumnya 'BB+'. Peringkat baru ini berlaku untuk utang yang akan dilakukan perseroan dalam mata uang rupiah, maupun valuta asing.

Hal tersebut sejalan dengan konsistensi Bank Mandiri dalam mencetak kinerja positif dalam empat tahun terakhir.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Panji Irawan menjelaskan, kenaikan peringkat tersebut menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu korporasi terbaik di Indonesia yang berhasil mendapatkan peringkat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional dan satu lembaga pemeringkat domestik. Di samping S&P's, Bank Mandiri mendapat rating dari lembaga lainnya, Moody’s Rating (Baa2/outlook stabil), Fitch Rating (BBB-/stabil), dan Pefindo (idAAA/stabil).

Baca Juga: Tak Pinjami Uang, Pegawai Bank Syariah Mandiri Dibunuh

"Kami berharap naiknya peringkat utang ini memperkuat kredibilitas Bank Mandiri di mata investor dan para pemangku kepentingan sektor keuangan Tanah Air. Semoga rating yang semakin membaik ini juga ikut berkontribusi pada pertumbuhan investasi di Indonesia," jelas Panji di Jakarta, Senin (1/7/2019).

Bank Mandiri berharap peringkat utang terbaru itu juga akan memberikan dampak positif terhadap akses perseroan di pasar modal, serta meningkatkan nilai bagi investor.

Lanjut Panji, Bank Mandiri terus mendorong perbaikan kinerja melalui penajaman fokus bisnis, inovasi produk, dan layanan keuangan, serta pemantauan kualitas aset yang ketat. Hasilnya, pada akhir triwulan I 2019, Bank Mandiri mencatat kenaikan laba bersih sebesar 23,4% yoy menjadi Rp7,2 triliun, yang ditopang oleh pertumbuhan kredit tahunan sebesar 12,4% menjadi Rp790,5 triliun dan penurunan rasio NPL sebesar menjadi 2,68%.

Capaian neraca keuangan di akhir Maret 2019 lalu tersebut melanjutkan tren positif perseroan sejak akhir 2016. Selama empat tahun terakhir, Bank Mandiri tercatat membukukan pertumbuhan laba tahunan sebesar CAGR 23,7% yoy. Begitu pula dengan penyaluran kredit per tahun yang juga terus tumbuh dobel digit dengan kualitas yang semakin membaik. Jika pada akhir 2016, NPL perseroan berada pada 4,00%, maka pada akhir Maret 2019 rasio itu telah turun menjadi 2,68%.

Baca Juga: Dalam 2 Tahun, Sebanyak 126.949 Debitur KUR Bank Mandiri Berhasil "Naik Kelas"

Menurunnya rasio kredit bermasalah tersebut itu juga mendorong penurunan alokasi biaya pencadangan yang harus disisihkan perseroan. Tercatat, pada triwulan I 2019 biaya pencadangan yang disiapkan perseroan sebesar Rp2,8 triliun atau mengalami penurunan 28,1% yoy.

"S&P sendiri meyakini perbankan Indonesia akan memiliki benefit yang lebih dari situasi ekonomi saat ini yang terus membaik, di mana dalam 10 tahun terakhir rata-rata PDB per kapita riil Indonesia tercatat tumbuh sebesar 4,1%, lebih baik daripada rata-rata pertumbuhan negara dengan tingkat upah sama yakni 2,2%," imbuhnya.

Di samping itu, S&P menilai agenda percepatan pengadaan infrastruktur pemerintah akan mendorong peningkatan pertumbuhan kredit perbankan yang diharapkan akan berdampak positif terhadap profitabilitas perbankan.

"Di Bank Mandiri sendiri, kami telah berkomitmen untuk terus meningkatkan penyaluran pembiayaan ke sektor infrastruktur mengingat masih banyak proyek pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan. Per Maret 2019, portofolio infrastruktur kami sebesar Rp177,8 triliun atau 26,0% dari total kredit (bank only) yang disalurkan perseroan," tuturnya.

Tambah Panji, dari aspek likuiditas, Bank Mandiri saat ini terjaga pada level yang aman dengan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) bank only di tingkat 94,02% per Maret 2019 lalu.

"Ke depan, kami yakin dapat menjaga rasio tersebut di kisaran 91-93% hingga akhir tahun ini, antara lain melalui strategi pertumbuhan dana pihak ketiga, khususnya dana murah," pungkas Panji.

Tag: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, S & P Global Ratings

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23