Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:01 WIB. New York - Menlu Iran hanya diperbolehkan beraktivitas di Markas PBB, Kedutaan Iran dan hotel selama pertemuan di PBB.
  • 12:37 WIB. Qualcomm - Qualcomm rilis prosesor flagship Snapdragon 855 Plus.
  • 11:00 WIB. Nissan - Nissan memakai strategi 'New Syline Model' untuk mengembalikan citra setelah kasus Ghosn.
  • 10:08 WIB. IoT - Tiga mahasiswa UI gunakan IoT untuk ciptakan smart-belt khusus keselamatan penerbangan.
  • 09:57 WIB. Xiaomi - Xiaomi beli 6% saham perusahaan cip, VeriSilicon Holding.
  • 09:30 WIB. IMEI - Bos XL Axiata ingin aturan IMEI seperti registrasi prabayar.
  • 08:20 WIB. Microsoft - Microsoft suntik mati gim Backgammon.
  • 08:15 WIB. Turki - Presiden Erdogan mengatakan misil S-400 siap beroperasi April 2020.
  • 07:42 WIB. Brussels - EU: Negara-negara yang terkait dengan nuklir Iran masih memilih jalur diplomasi.
  • 07:15 WIB. Ottawa - Kanada akan menunda keputusan memakai 5G Huawei sampai pemilu federal pada Oktober.
  • 07:02 WIB. Perang Dagang - Mentri Perdagangan AS: Pembicaraan lanjutan dengan China minggu ini.
  • 06:28 WIB. Libra  - Facebook mengatakan tidak akan meluncurkan Libra sampai regulator puas.

12 Negara Asia Pasifik Bahas Upaya Peningkatan Layanan Navigasi Penerbangan

12 Negara Asia Pasifik Bahas Upaya Peningkatan Layanan Navigasi Penerbangan - Warta Ekonomi
WE Online, Makassar -

International Civil Aviation Organization (ICAO) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan AirNav Indonesia menggelar Future Air Navigation Services (FANS) Interoperability Team atau FIT untuk kawasan Asia di Kota Makassar, Sulsel, Senin-Jumat (1-5/7). Tidak kurang dari 12 negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia, ikut ambil bagian dalam forum yang membahas dan menyepakati berbagai upaya peningkatan layanan navigasi penerbangan. 

"Ya ada sekitar 12-13 negara yang hadir dalam kegiatan ini," kata perwakilan ICAO Asia Pasifik, Shane Summer, didampingi oleh Direktur Keselamatan Keamanan dan Standarisasi AirNav Indonesia, Yurlis Hasibuan dan Direktur Navigasi Penerbangan Kemenhub, Asri Santosa, seusai opening ceremony FIT Asia ke-9 di Kota Makassar, Senin (1/7/2019). 

Baca Juga: AirNav Terima 18 Laporan Gangguan Frekuensi Radio yang Bahayakan Penerbangan

"Ya jadi yang hadir ini semuanya dari Asia Pasifik, bukan sebatas Asia saja. Kita membahas hal-hal terkait upaya peningkatan layanan navigasi penerbangan," Yurlis menambahkan. 

FIT Asia ke-9 kali ini melibatkan beberapa stake holder, di antaranya yakni Air Navigation Services Provider (ANSP), Airlines, Regulator dan Data Link Communication Provider. Kegiatan ini bertujuan untuk senantiasa meninjau kekurangan layanan navigasi penerbangan di kawasan Asia Pasifik. Selain itu, forum ini juga memacu pihak-pihak terkait dalam peningkatan layanan navigasi penerbangan. 

Dalam penyelenggaraan FIT Asia di Makassar, salah satu poin krusial yang dibahas terkait interoperability integrity data. Yusril menyebut penting adanya kesepakatan atau penyamaan aturan terkait jarak pesawat dalam operasional. Selain itu, juga dibicarakan mengenai standarisasi mengenai communication and surveillance (komunikasi dan pengawasan) yang melibatkan pilot pesawat dan air traffic controller. 

Kata Yusril, AirNav Indonesia sendiri berkomitmen dan terus berusaha meningkatkan layanan navigasi penerbangan. Di MATSC misalnya, standarisasi dari ICAO bahkan mulai diimplementasikan sejak Maret 2019, meski beberapa negara lingkup Asia Pasifik, masih ada yang belum menerapkan. Dimana dalam komunikasi dan pengawasan, masing-masing ada waktu yang ditetapkan yakni 240 secon dan 180 secon. 

Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan, Asri Santosa, menambahkan Indonesia mempunyai komitmen kuat dalam upaya memperbaiki layanan navigasi penerbangan sekaligus meningkat aspek keamanan dan keselamatan. Berbagai standar internasional dari ICAO, kata dia, sudah diimplementasikan.

"Regulasi kita standar ICAO, kita komitmen soal itu dan AirNav (Indonesia) kan kita tahu sudah menerapkan dan berlaku tahun ini," ucapnya. 

Baca Juga: Bandara Baru Yogyakarta Akan Beroperasi, AirNav Siapkan Layanan Navigasi Berbasis Satelit

Terkait penerapan aturan berstandar ICAO, Asri menyampaikan dalam aspek komunikasi dan pengawasan memang masih ditemui kendala. Tapi, permasalahan yang dihadapi tidaklah begitu besar. Ya sebatas masih adanya sejumlah pesawat, terkhusus yang berbadan kecil, yang dari aspek peralatan belum dilengkapi teknologi mutakhir. 

"Kendala minor ya, sebagai contoh dari segi aircraft yang kecil itu belum dilengkapi (peralatan canggih terkait communication and surveillance)," ujar dia. 

Ke depan, Asri menyebut permasalahan itu  bisa diatasi, dimana pihak maskapai penerbangan sejatinya melakukan pemesanan ke vendor penerbangan untuk pesawat yang memang benar-benar memenuhi standar internasional ICAO.  

Tag: AirNav Indonesia, Bisnis Penerbangan

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,731.60 3,694.08
British Pound GBP 1.00 17,510.54 17,333.99
China Yuan CNY 1.00 2,036.82 2,016.45
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,995.00 13,855.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,844.08 9,742.84
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.14 1,771.15
Dolar Singapura SGD 1.00 10,318.51 10,213.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,758.37 15,599.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.77 3,369.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,961.93 12,829.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6418.234 44.889 652
2 Agriculture 1366.222 -11.897 21
3 Mining 1629.732 -4.036 49
4 Basic Industry and Chemicals 807.835 9.666 72
5 Miscellanous Industry 1305.363 -4.209 49
6 Consumer Goods 2347.279 8.182 53
7 Cons., Property & Real Estate 499.532 4.688 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1240.428 20.008 74
9 Finance 1332.144 11.443 91
10 Trade & Service 818.752 2.912 163
No Code Prev Close Change %
1 BLUE 500 625 125 25.00
2 ARKA 550 685 135 24.55
3 ASBI 310 386 76 24.52
4 AKSI 266 320 54 20.30
5 KJEN 1,415 1,585 170 12.01
6 IBFN 212 232 20 9.43
7 ABBA 160 174 14 8.75
8 MBTO 126 137 11 8.73
9 POLL 1,200 1,300 100 8.33
10 BPII 7,050 7,600 550 7.80
No Code Prev Close Change %
1 INCF 125 82 -43 -34.40
2 POSA 570 428 -142 -24.91
3 TFCO 690 540 -150 -21.74
4 BIPP 85 70 -15 -17.65
5 FIRE 3,370 2,890 -480 -14.24
6 HDFA 169 150 -19 -11.24
7 YULE 200 180 -20 -10.00
8 GSMF 110 99 -11 -10.00
9 TRIM 159 145 -14 -8.81
10 LPLI 139 127 -12 -8.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 340 0 0.00
2 IPTV 230 242 12 5.22
3 MNCN 1,405 1,450 45 3.20
4 POSA 570 428 -142 -24.91
5 ANTM 845 880 35 4.14
6 ABBA 160 174 14 8.75
7 BBRI 4,510 4,530 20 0.44
8 WSKT 2,040 2,150 110 5.39
9 INCF 125 82 -43 -34.40
10 MAMI 95 94 -1 -1.05