Portal Berita Ekonomi Minggu, 09 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

AirNav Makassar Terapkan Dua Teknologi Canggih di Bidang Navigasi Penerbangan

AirNav Makassar Terapkan Dua Teknologi Canggih di Bidang Navigasi Penerbangan
WE Online, Makassar -

Indonesia didaulat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Future Air Navigation Services (FANS) Interoperability Team atau FIT ke-9. Kegiatan yang melibatkan 12 negara Asia Pasifik itu digelar di Kota Makassar, Senin-Jumat (1-5/7). Dipilihnya Kota Daeng sebagai lokasi penyelenggaraan tidak lepas karena teknologi navigasi penerbangan di daerah itu terbilang maju. 

AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center atau MATSC diketahui telah menerapkan dua teknologi mutakhir di bidang navigasi penerbangan. Teknologi canggih yang dimaksud adalah Aeronautical Dependent Surveillance-Controller Pilot Data Link Communucation (ADS-CPDLC) dan Performance Based Communication and Surveillance (PBCS). 

"Ini teknologi advance. Makassar boleh berbangga karena untuk Indonesia sendiri, hanya AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC yang sudah mampu menerapkan dua teknologi tersebut," kata General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Novy Pantaryanto, dalam keterangan persnya di sela pelaksanaan FIT Asia ke-9, Senin (1/7). 

Baca Juga: AirNav Terima 18 Laporan Gangguan Frekuensi Radio yang Bahayakan Penerbangan

Dalam penyelenggaraan FIT Asia, selain membahas berbagai isu penting, juga dibicarakan perihal perkembangan teknologi advance di bidang navigasi penerbangan. Mereka yang hadir dari perwakilan negara Asia Pasific, di antaranya dari kalangan Air Navigation Services Provider (ANSP), Airlines, Regulator dan Data Link Communication Provider. 

Disinggung mengenai teknologi mutakhir yang diimplementasikan MATSC, Novy menegaskan semuanya itu bermuara untuk peningkatan layanan pengaturan lalu lintas penerbangan sekaligus upaya meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan. ADS-CPDLC misalnya memungkinkan komunikasi antara petugas air traffic controller dengan pilot  tidak lagi menggunakan cara konvensional melalui pesan suara. 

"Ya sekarang bisa berkomunikasi menggunakan data. Teknologi ini memungkinkan komunikasi dilakukan pada setiap titik dimanapun berada, tidak terbatas jarak dan waktu, selama keduanya (ATC dan Pilot) terkoneksi pada data link yang ada sama," jelas Novy. 

Sementara itu, PBCS adalah teknologi yang lebih baru lagi yang telah mampu diterapkan oleh sebagian kecil negara-negara Asia Pasifik. PBCS adalah sebuah metode yang diterapkan baik pada performa pesawat udara maupun pada Air Navigation Services. Teknologi ini bertujuan untuk memaksimalkan ruang udara yang ada sehingga penggunaanya menjadi efektif, ramah lingkungan, dan menguntungkan kedua belah pihak.

Perwakilan International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk kawasan Asia Pasifik, Shane Summer, menyampaikan pelaksanaan FIT Asia ke-9 melibatkan 12 negara Asia Pasifik. Kegiatan ini bertujuan untuk senantiasa meninjau kekurangan layanan navigasi penerbangan di kawasan. Selain itu, forum ini juga memacu pihak-pihak terkait dalam peningkatan layanan navigasi penerbangan. 

"(Forum ini diharapkan) memicu serta meningkatkan kemampuan dari masing-masing pihak terkait agar pemberian pelayanan lalu lintas udara di kawasan Asia Pasifik dapat dilakukan tanpa hambatan yang berarti pemberian layanan tersebut berjalan dengan lancar dan tidak merugikan satu dengan lainnya."  

Tag: AirNav Indonesia, Novy Pantaryanto

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23