Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:07 WIB. Kupang - Jokowi bagikan 2.706 sertifikat gratis di NTT.
  • 07:52 WIB. Google - Google tambah kemampuan koreksi bahasa ke Gmail.
  • 07:21 WIB. XL - XL harus rogoh kocek Rp569 miliar buat blokir ponsel BM.
  • 06:43 WIB. Brexit - Prancis memperkirakan akan terjadi 'no deal Brexit'
  • 06:23 WIB. Mandiri - Mandiri akan mengembangkan ekosistem untuk mengoptimalisasi usaha kopi.
  • 06:14 WIB. Amazon - Di Indian Amazon sudah mempekerjakan 62.000 orang.
  • 23:43 WIB. Israel - Korsel dan Israel sepakati perdagangan bebas untuk hadapi peningkatan proteksionisme di banyak negara
  • 23:17 WIB. Hyderabad - Amazon membangun kampus terbesarnya di India.
  • 23:10 WIB. Beijing - China akan memberi sanksi bagi perusahaan yang terlibat penjualan F-16 ke Taiwan.
  • 21:51 WIB. Gojek - Kabinet Malaysia beri lampu hijau Gojek bisa mengaspal di sana.

Perdagangan Produk Derivatif Aset Kripto Diusulkan Dilarang

Perdagangan Produk Derivatif Aset Kripto Diusulkan Dilarang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Financial Conduct Authority (FCA), sebuah lembaga pengawas pasar di Inggris mengusulkan agar perdagangan ritel untuk seluruh produk turunan (derivatif) dari aset kripto (crypto asset) agar dilarang mulai awal 2020 mendatang.

Usulan tersebut didasarkan pada anggapan bahwa aktivitas perdagangan ritel produk turunan derivatif dari aset kripto telah melanggar kelaziman pasar. Sebagaimana diketahui di pasar bahwa pergerakan harga aset kripto, termasuk mata uang seperti bitcoin dan token-token lain yang mewakili aset yang diperdagangkan lainnya, sangat fluktuatif.

"Dengan fluktuasi yang terjadi, pasar tidak memiliki informasi yang cukup sebagai referensi yang dapat digunakan dalam berinvestasi," keluh FCA dalam keterangan resminya sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (3/7/2019).

Baca Juga: CEO Bitocto Ungkap Penyebab Peningkatan Volume Transaksi Kripto

Dalam pandangan FCA, karakteristik produk-produk derivatif dari aset kripto yang sangat rentan terhadap pergerakan harga, tidak cocok dengan konsumen ritel yang memiliki keterbatasan kemampuan dalam menganalisis nilai dan risiko yang melekat pada mata uang kripto tertentu.

Namun, usulan larangan tersebut seketika ditentang oleh mitra pengelola keuangan di Firma Hukum Ashurst, Jake Green.

"Upaya melarang perdagangan produk derivatif aset kripto hanya akan mendorong konsumen untuk justru menggunakan jasa penyedia aset kripto ilegal, yang justru minim perlindungan. Apakah dengan begini FCA ingin menembak kakinya sendiri?" ungkap Green dalam sebuah analogi.

Baca Juga: Mungkinkah Mata Uang Kripto Jadi Alat Pembayaran di Indonesia?

Pada tahun ini FCA sedikitnya telah menerbitkan 13 peringatan tentang perusahaan yang terlibat dalam perdagangan aset kripto secara ilegal. Dari jumlah tersebut, 10 diantaranya masih dalam proses penyelidikan. Sejauh ini FCA berkeyakinan bahwa tidak ada dasar valid yang dapat diandalkan dalam menilai aset yang dijadikan dasar atas produk derivatifnya.

"Ada semacam penyalahgunaan pasar dan kejahatan keuangan di pasar sekunder produk aset kripto, seperti pencurian di dunia maya," tegas FCA.

Tag: Cryptocurrency, Bitcoin

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Rawpixel

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.93 3,782.86
British Pound GBP 1.00 17,441.04 17,266.80
China Yuan CNY 1.00 2,034.56 2,014.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,330.00 14,188.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,718.61 9,620.88
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.15 1,808.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,354.05 10,249.96
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,904.87 15,745.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.63 3,398.32
Yen Jepang JPY 100.00 13,462.98 13,325.82

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6252.967 -42.771 651
2 Agriculture 1352.538 3.379 21
3 Mining 1594.204 -6.101 49
4 Basic Industry and Chemicals 839.668 -9.022 72
5 Miscellanous Industry 1141.967 -9.977 49
6 Consumer Goods 2401.664 -24.300 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.990 0.189 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1224.736 -5.147 74
9 Finance 1248.608 -11.827 91
10 Trade & Service 790.366 1.634 162
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 665 830 165 24.81
2 KOTA 404 490 86 21.29
3 JIHD 525 630 105 20.00
4 KONI 500 595 95 19.00
5 MKNT 53 62 9 16.98
6 POLY 69 78 9 13.04
7 TFCO 620 695 75 12.10
8 ARKA 1,280 1,425 145 11.33
9 MTPS 1,500 1,655 155 10.33
10 PDES 1,000 1,100 100 10.00
No Code Prev Close Change %
1 FMII 560 424 -136 -24.29
2 PCAR 1,665 1,500 -165 -9.91
3 POLI 850 775 -75 -8.82
4 VINS 109 101 -8 -7.34
5 MEGA 6,200 5,775 -425 -6.85
6 PAMG 193 181 -12 -6.22
7 TBMS 810 760 -50 -6.17
8 ERTX 120 113 -7 -5.83
9 MTRA 350 330 -20 -5.71
10 EAST 212 200 -12 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 134 143 9 6.72
2 IPTV 224 224 0 0.00
3 BBRI 4,100 4,050 -50 -1.22
4 MNCN 1,260 1,295 35 2.78
5 ERAA 1,875 1,835 -40 -2.13
6 MDKA 5,975 6,100 125 2.09
7 TLKM 4,470 4,410 -60 -1.34
8 ANTM 1,050 1,070 20 1.90
9 PGAS 1,920 1,870 -50 -2.60
10 ASII 6,425 6,350 -75 -1.17