Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:29 WIB. IMF - Christine Lagarde mundur sebagai Managing Director IMF.
  • 00:10 WIB. Kelaparan - PBB: Jumlah orang kelaparan naik menjadi 820 juta pada tahun 2018.
  • 23:48 WIB. Gizi - PBB: Satu dari 9 orang kurang nutrisi, terutama di Asia.
  • 23:31 WIB. Nestle - Nestle SA menciptakan coklat baru tanpa gula tambahan, yakni pakai bahan biji coklat.
  • 23:21 WIB. Pileg - Prabowo digugat kader Gerindra, Mulan Jameela dkk.
  • 22:58 WIB. Goldman Sachs - Goldman Sachs Group Inc mengumumkan profit kuartal II, lebih baik dari ekspektasi.
  • 22:49 WIB. Amazon - Prime Day shopping milik Amazon menghasilkan penjualan yang tinggi dari para retailer.
  • 22:37 WIB. Korupsi - Setya Novanto kembali menjalani masa tahanan di LP Sukamiskin.
  • 22:22 WIB. Oil - Brent crude futures  were up 9 cents at $66.57 a barrel by 1333 GMT. 
  • 22:21 WIB. Oil - West Texas Intermediate crude futures rose by 13 cents to $59.71 a barrel. 
  • 22:12 WIB. Inggris - Sport Direct menunda pengumuman laporan keuangan, saham turun 16%.

Di Norwegia, Siti Nurbaya Klaim Laju Deforestasi Hutan RI Menurun

Di Norwegia, Siti Nurbaya Klaim Laju Deforestasi Hutan RI Menurun - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kebijakan moratorium perizinan perambahan hutan yang dilakukan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo diklaim berhasil menurunkan tingkat deforestasi hutan.

Hal itu dikatakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya saat menghadiri 9th Trondheim Conference on Biodiversity di Norwegia, Selasa (2/7/2019).

"Sejak 2011, Indonesia telah melakukan moratorium perizinan baru untuk mengelola hutan alam primer dan lahan gambut yang kemudian diperketat setelah 2015. Selanjutnya juga telah diterbitkan Instruksi Presiden nomor 8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit," kata Siti.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada 2014-2014 rata-rata deforestasi Indonesia sebesar 1,09 juta hektare, pada periode 2015-2016 seluas 0,63 juta hektare, dan turun menjadi 0,48 juta hektare pada periode 2016-2017.

Baca Juga: Sawit Bukan Penyebab Deforestasi di Indonesia

Selanjutnya, berdasarkan pemantauan Global Land Analysis and Discovery (GLAD) Universitas Maryland, laju deforestasi hutan primer Indonesia telah menurun 40% di bawah rata-rata kehilangan tutupan hutan periode 2002-2016.

"Data di atas menunjukkan, di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo, Kemen-LHK telah melakukan intervensi regulasi dan penegakan hukum dan hal ini menjadi kunci utama dalam upaya penurunan deforestasi Indonesia termasuk moratorium izin baru pada hutan alam primer dan lahan gambut," tegas Menteri Siti.

Untuk memperkuat hal tersebut, lanjutnya, Indonesia akan menekankan moratorium itu permanen, artinya tidak akan ada lagi izin-izin baru pada hutan alam primer dan lahan gambut. Upaya tersebut diikuti dengan moratorium izin baru untuk kelapa sawit, mengevaluasi izin-izin yang sudah ada, didukung dengan kebijakan menjaga HCFV, serta peningkatan produktivitas kebun sawit sesuai dengan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Baca Juga: Di Korsel, APP Sinar Mas Berbagi Cara Turunkan Angka Kebakaran Hutan Hingga Nyaris Nol

Implementasi perhutanan sosial juga menjadi cara Indonesia menurunkan deforestasi sekaligus menjamin produktivitas areal hutan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Implementasi perhutanan sosial dengan mengalokasikan hutan dengan tutupan rendah agar digarap bagi kesejahteraan rakyat tanpa merusak hutan. Ini yang menjamin produktivitas areal kawasan hutan," ujarnya.

Upaya Indonesia ini diapresiasi Norwegia dan negara-negara lain yang hadir dalam konferensi Keanekaragaman Hayati di Trondheim karena sejalan dengan SDGs, Perjanjian Paris, dan Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati.

Tag: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK), Kebakaran Hutan

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Syifa Yulinnas

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,731.60 3,694.08
British Pound GBP 1.00 17,510.54 17,333.99
China Yuan CNY 1.00 2,036.82 2,016.45
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,995.00 13,855.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,844.08 9,742.84
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.14 1,771.15
Dolar Singapura SGD 1.00 10,318.51 10,213.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,758.37 15,599.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.77 3,369.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,961.93 12,829.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6401.880 -16.354 652
2 Agriculture 1362.219 -4.003 21
3 Mining 1640.104 10.372 49
4 Basic Industry and Chemicals 800.486 -7.349 72
5 Miscellanous Industry 1307.736 2.373 49
6 Consumer Goods 2348.869 1.590 53
7 Cons., Property & Real Estate 496.094 -3.438 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1236.698 -3.730 74
9 Finance 1326.712 -5.432 91
10 Trade & Service 817.840 -0.912 163
No Code Prev Close Change %
1 BLUE 625 780 155 24.80
2 TRIO 342 426 84 24.56
3 ENVY 885 1,065 180 20.34
4 TMAS 875 1,005 130 14.86
5 GSMF 99 112 13 13.13
6 CINT 268 300 32 11.94
7 TFCO 540 600 60 11.11
8 PALM 234 258 24 10.26
9 IPOL 98 107 9 9.18
10 IBFN 232 252 20 8.62
No Code Prev Close Change %
1 POSA 428 322 -106 -24.77
2 SSTM 525 400 -125 -23.81
3 CSAP 595 520 -75 -12.61
4 BEEF 270 242 -28 -10.37
5 BIPI 58 52 -6 -10.34
6 WICO 600 545 -55 -9.17
7 SMMA 9,975 9,175 -800 -8.02
8 NICK 268 248 -20 -7.46
9 JAWA 121 112 -9 -7.44
10 APLI 100 93 -7 -7.00
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 340 0 0.00
2 IPTV 242 246 4 1.65
3 MNCN 1,450 1,445 -5 -0.34
4 TINS 1,025 1,080 55 5.37
5 ANTM 880 895 15 1.70
6 BIPI 58 52 -6 -10.34
7 TLKM 4,280 4,240 -40 -0.93
8 APLN 242 228 -14 -5.79
9 ENVY 885 1,065 180 20.34
10 MYOR 2,220 2,140 -80 -3.60

Recommended Reading