Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:10 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,24% terhadap Dollar AS pada level Rp 13.998 per US$
  • 08:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 60,83 US$/barel
  • 08:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 55,59 US$/barel
  • 08:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.492 US$/troy ounce
  • 08:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yen pada level 108,61 Yen/US$
  • 08:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Poundsterling pada level 1,2916 US$/Pound
  • 08:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Euro pada level 1,1134 US$/Euro
  • 07:55 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,54% pada level 22.760
  • 07:54 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,14% pada level 2.077
  • 07:53 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,28% pada level 3.004
  • 07:52 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 0,17% pada level 26.833
  • 07:51 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,19% pada level 8.119

Beijing: Mau Damai Beneran? Hapus Dulu Pajak-Pajak Sebelumnya

Beijing: Mau Damai Beneran? Hapus Dulu Pajak-Pajak Sebelumnya - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pada hari Kamis (4/7/2019), Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa semua pungutan yang dikenakan pada impor negara yang diberlakukan oleh Amerika Serikat harus segera dihapuskan sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan antara kedua negara.

Sebagaimana dikutip dari laman rt.com, Gao Feng, juru bicara kementerian itu mengatakan bahwa kelompok dagang dari kedua belah pihak telah melakukan kontak.

"Kenaikan pajak AS atas produk-produk Cina adalah pemicu friksi perdagangan bilateral, sehingga semua pajak tambahan yang diberlakukan sejak awal perang dagang pada Juli 2018 harus dihapus begitu ada kesepakatan," terang Gao seperti dikutip oleh South China Morning Post.

Baca Juga: Meski Trump Cabut Larangan, Departemen Dagang AS Masih Waspada dengan Huawei

Dia juga menambahkan bahwa “Konsultasi harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan. Kesepakatan itu harus seimbang, setara dan saling menguntungkan. Kekhawatiran China harus diatasi."

Pernyataan kementerian itu muncul ketika dua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu mencapai gencatan senjata pekan lalu selama KTT G20 di Osaka, Jepang. Akibatnya, Presiden AS Donald Trump sepakat untuk tidak mengenakan pajak sekitar US$300 miliar pada impor tambahan Cina serta mengurangi tekanan pada raksasa teknologi China, Huawei.

Amerika Serikat sekarang mengenakan pajak sebesar 25 persen untuk barang-barang China senilai US$250 miliar, mulai dari furnitur hingga semikonduktor.

Baca Juga: Gawat...HP, Dell, Microsoft, dan Lainnya Pindahkan Produksinya dari China

Agar kesepakatan tercapai, pajak yang tersisa harus dihapus. Gao mengatakan ketika ditanya berapa lama gencatan senjata perdagangan dapat berlangsung, dia menambahkan bahwa Beijing menyambut keputusan Washington untuk tidak menambah pajak baru pada barang-barang negara itu.

Trump mengatakan pada bulan Maret ia ingin beberapa pajak tetap diposisinya untuk "periode waktu yang substansial, bahkan melampaui perjanjian perdagangan apa pun.”

Baca Juga

Tag: Perang Dagang, China (Tiongkok), Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Jonathan Ernst

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,765.06 3,727.40
British Pound GBP 1.00 18,152.87 17,970.86
China Yuan CNY 1.00 1,993.57 1,972.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,121.25 13,980.75
Dolar Australia AUD 1.00 9,663.17 9,560.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.81 1,782.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,352.82 10,246.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,705.65 15,545.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,369.82 3,333.91
Yen Jepang JPY 100.00 13,035.40 12,904.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6257.806 32.309 659
2 Agriculture 1350.830 17.939 20
3 Mining 1608.809 18.668 48
4 Basic Industry and Chemicals 936.650 11.345 74
5 Miscellanous Industry 1204.625 1.298 50
6 Consumer Goods 2095.162 -5.964 54
7 Cons., Property & Real Estate 514.979 5.407 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1218.866 3.964 75
9 Finance 1282.423 11.762 90
10 Trade & Service 804.793 -4.564 166
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 71 84 13 18.31
2 YPAS 424 500 76 17.92
3 MPRO 870 1,000 130 14.94
4 PURE 680 775 95 13.97
5 TFCO 450 510 60 13.33
6 SONA 5,000 5,625 625 12.50
7 TRAM 111 123 12 10.81
8 FITT 86 95 9 10.47
9 MREI 4,120 4,480 360 8.74
10 BALI 1,280 1,390 110 8.59
No Code Prev Close Change %
1 FMII 730 550 -180 -24.66
2 TALF 360 278 -82 -22.78
3 NZIA 1,290 1,055 -235 -18.22
4 ABBA 214 178 -36 -16.82
5 KBLV 420 370 -50 -11.90
6 MDKI 232 206 -26 -11.21
7 APEX 505 450 -55 -10.89
8 YULE 149 133 -16 -10.74
9 PDES 950 850 -100 -10.53
10 SRAJ 268 242 -26 -9.70
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 236 244 8 3.39
2 MKNT 59 57 -2 -3.39
3 ABBA 214 178 -36 -16.82
4 TCPI 6,125 6,075 -50 -0.82
5 HMSP 2,120 2,060 -60 -2.83
6 FREN 157 150 -7 -4.46
7 JPFA 1,655 1,745 90 5.44
8 BTPS 3,550 3,810 260 7.32
9 PGAS 2,240 2,330 90 4.02
10 PURE 680 775 95 13.97