Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:13 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,09% ke level 13.948 per dolar AS.
  • 08:57 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 0,10% di awal sesi I.
  • 08:09 WIB. Suku bunga - The Fed sedang merumuskan seberapa jauh suku bunga acuan diturunkan.
  • 07:16 WIB. Uang kripto - Bitcoin turun 10% setelah isu senator AS menggoyang rencana Facebook untuk Libra.
  • 06:37 WIB. Wall Street - Index Wall Street turun akibat komentar Trump yang masih mengancam akan mengenakan tarif ke China.
  • 06:05 WIB. Perang Dagang - Trump malah berkata dia bisa menerapkan tarif lebih banyak ke China.
  • 06:01 WIB. Google - Google Plus gagal, Google kabarnya bikin media sosial baru bernama Shoelace.
  • 05:22 WIB. Brussels - Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen, dikukuhkan sebagai presiden Komisi Eropa yang baru. 
  • 00:29 WIB. IMF - Christine Lagarde mundur sebagai Managing Director IMF.
  • 00:10 WIB. Kelaparan - PBB: Jumlah orang kelaparan naik menjadi 820 juta pada tahun 2018.
  • 23:48 WIB. Gizi - PBB: Satu dari 9 orang kurang nutrisi, terutama di Asia.
  • 23:31 WIB. Nestle - Nestle SA menciptakan coklat baru tanpa gula tambahan, yakni pakai bahan biji coklat.
  • 23:21 WIB. Pileg - Prabowo digugat kader Gerindra, Mulan Jameela dkk.
  • 22:58 WIB. Goldman Sachs - Goldman Sachs Group Inc mengumumkan profit kuartal II, lebih baik dari ekspektasi.
  • 22:49 WIB. Amazon - Prime Day shopping milik Amazon menghasilkan penjualan yang tinggi dari para retailer.

Generasi Milenial Jadi Menteri? Bisa di Tiga Posisi Berikut Lho!

Generasi Milenial Jadi Menteri? Bisa di Tiga Posisi Berikut Lho! - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melibatkan anak muda masuk ke dalam pemerintahannya di periode 2019-2024 dinilai sangat potensial untuk di laksanakan. Pasalnya, ada beberapa sektor di kementerian yang pas untuk diisi oleh kelompok anak muda seperti olahraga, informasi teknologi, dan juga pariwisata.

"Ya mungkin saja artinya menteri yang milenial itu ada tiga pos pertama Kemenkominfo, ini dari sisi kapasitasnya, sementara dari sisi leadersip perlu dites dulu," ucap Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta, Ubedillah Badrun, Jumat (5/7/2019).

Baca Juga: Menteri Milenial Versi Jokowi yang Bisa Kerja 24 Jam?

Kedua, Kemenpora, di posisi ini generasi muda milenial yang memiliki prestasi di bidang managemen olahraga diharapkan mampu mengisi posisi strategis tersebut.

"Bukann hanya pengalaman bidang olahraga karena tata kelora Kemenpora ini kan bermasalah, bermasalah korupsi di Menpora kan cukup tinggi (masalah itu) jadi tidak asal milenial saya bilang," paparnya.

Terakhir Kementerian yang memiliki mobiltas tinggi tinggi seperti Kementerian Pariwisata. Karena Kemenpar perlu mobilitas tinggi dari para anak muda karena banyak potensi yang bisa dikelola.

Baca Juga: 7 Bocah Milenial Terkaya di Dunia, Wanita Asia Jagoannya!

Terkait akan kah posiai anak muda yang terbiang baru dalam dunia politik tidak akan kesulitan menghadapi para tokoh politik senior. Menurutnya hal itu tidak akan terjadi lantaran ketiga poaiai tersebut sangat janrang menjadi perhatian politisi senior.

"Senior itu untuk tiga bidang itu mereka tidak terlalu cocok kalau politisi senior isi Meenkominfo," ungkapnya.

Yang jelas lanjut Ubaedillah, seorang menteri milenial tidak cukup hanya memiliki umur muda dan paras yang catik begiti pula dengan kecerdasan, melainkan juga harus dilengkapi dengan integritas, dan jiwa kepemimpinan.

"Syaratnya dia punya kapasitas dibidangnya punya integritas komitmentnya pada kepentingan nasional, juga leadership, kemampuan managerial yang baik harus tiga itu," tukasnya.

Baca Juga: Dinilai Kompeten, Bos Go-Jek Jadi Menteri Milenial?

Sebelumnya Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyatakan, kabinet harus diisi kalangan profesional, baik itu dari partai politik (parpol) maupun non parpol. Tak terkecuali dari kalangan pengusaha.

"Garis bawahnya adalah profesional, jangan hanya soal dia harus dari parpol atau tidak, tapi harus profesional. Kalau parpol bisa mengajukan profesional yang terbaik di posisinya, kenapa tidak," jelas dia di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Salah satu nama yang diisukan masuk dalam susunan kabinet adalah CEO Go-Jek Nadiem Makarim, seorang pengusaha yang juga berusia muda. Menanggapi itu, Shinta menyatakan, Nadiem menjadi salah satu sosok profesional yang cocok untuk dipilih menjadi menteri.

Baca Juga: 5 Alasan Milenial Harus Punya Tabungan Emas Online

Kendati demikian, dia perlu ada portofolio yang jelas mengenai posisi yang akan diambil oleh Nadiem. "Nadiem saya melihat figur yang sangat kuat dan kompeten, kalau mau berdedikasi untuk negara silahkan, dan saya rasa luar biasa ada generasi muda seperti Nadim tapi portofolio mesti jelas apa yang mau diambil," ungkapnya.

Selain Nadiem, Shinta menilai ada beberapa sosok menjabat sebagai menteri dari kalangan pengusaha. Diantaranya, Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, dan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia.

"Semua itu juga menurut kami bisa dan layak menjadi salah satu menteri muda," ujarnya.

Presiden Jokowi sebelumnya menginginkan adanya menteri berusia muda alias milenial dalam rangka regenerasi. Usia muda yang disasar adalah 20-30. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak potensi muda yang patut diberi kesempatan memberi sumbangsih untuk Negara.

“Biar yang muda-muda bisa belajar kepemimpinan negara. Mungkin yang banyak 30-40. Tapi yang muda seperti yang 25-30, kenapa tidak sih," tutur Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 April 2019.

Selain itu, posisi kementerian juga akan ditinjau ulang untuk ditambahkan atau dikurangi pos baru. Salah satu pos menteri yang dipertimbangkan, antara lain Kementerian Ekspor dan Kementerian Investasi.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: Generasi Milenial, Joko Widodo (Jokowi), politik, Pilpres 2019

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,731.60 3,694.08
British Pound GBP 1.00 17,510.54 17,333.99
China Yuan CNY 1.00 2,036.82 2,016.45
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,995.00 13,855.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,844.08 9,742.84
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.14 1,771.15
Dolar Singapura SGD 1.00 10,318.51 10,213.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,758.37 15,599.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.77 3,369.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,961.93 12,829.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6401.880 -16.354 652
2 Agriculture 1362.219 -4.003 21
3 Mining 1640.104 10.372 49
4 Basic Industry and Chemicals 800.486 -7.349 72
5 Miscellanous Industry 1307.736 2.373 49
6 Consumer Goods 2348.869 1.590 53
7 Cons., Property & Real Estate 496.094 -3.438 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1236.698 -3.730 74
9 Finance 1326.712 -5.432 91
10 Trade & Service 817.840 -0.912 163
No Code Prev Close Change %
1 BLUE 625 780 155 24.80
2 TRIO 342 426 84 24.56
3 ENVY 885 1,065 180 20.34
4 TMAS 875 1,005 130 14.86
5 GSMF 99 112 13 13.13
6 CINT 268 300 32 11.94
7 TFCO 540 600 60 11.11
8 PALM 234 258 24 10.26
9 IPOL 98 107 9 9.18
10 IBFN 232 252 20 8.62
No Code Prev Close Change %
1 POSA 428 322 -106 -24.77
2 SSTM 525 400 -125 -23.81
3 CSAP 595 520 -75 -12.61
4 BEEF 270 242 -28 -10.37
5 BIPI 58 52 -6 -10.34
6 WICO 600 545 -55 -9.17
7 SMMA 9,975 9,175 -800 -8.02
8 NICK 268 248 -20 -7.46
9 JAWA 121 112 -9 -7.44
10 APLI 100 93 -7 -7.00
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 340 0 0.00
2 IPTV 242 246 4 1.65
3 MNCN 1,450 1,445 -5 -0.34
4 TINS 1,025 1,080 55 5.37
5 ANTM 880 895 15 1.70
6 BIPI 58 52 -6 -10.34
7 TLKM 4,280 4,240 -40 -0.93
8 APLN 242 228 -14 -5.79
9 ENVY 885 1,065 180 20.34
10 MYOR 2,220 2,140 -80 -3.60