Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:17 WIB. Selat Hormuz - Inggris meminta Eropa pimpin pengamanan Selat Hormuz.
  • 06:33 WIB. Beijing - Luckin Coffee, saingan Starbucks di China,  akan membuka toko di Timur Tengah dan India.
  • 06:12 WIB. Kashmir - Trump menawarkan menjadi mediator antara India dan Pakistan untuk penyelesaian Kashmir.
  • 05:56 WIB. Teheran - Iran menahan 17 orang warganya dengan tuduhan mata-mata AS.
  • 05:45 WIB. San Francisco - Microsoft Corp akan investasi US$1 miliar di OpenAI yang berpusat di San Francisco.
  • 05:27 WIB. Korea Utara - Huawei diam-diam membantu Korea Utara membangun jaringan nirkable (Washington Post).
  • 01:32 WIB. RIP - Dirjen International Atomic Energy Agency (IAEA) Yukiyo Amano meninggal dunia
  • 01:17 WIB. Narkoba - Presiden Filipina desakkan ke parlemen untuk sahkan UU hukuman mati untuk narkoba ilegal dan koruptor
  • 22:52 WIB. Samsung - Samsung siap rilis kembali Galaxy Fold.
  • 21:30 WIB. Hong Kong - Beijing mengatakan bahwa para demonstran sedang menguji kesabarannya.
  • 18:53 WIB. Stimulus - Menteri Perindustrian: Segera diterbitkan regulasi PPnBM untuk otomotif berbasis emisi dan tax holiday untuk electric battery

Hebat, Mahasiswa ITS Bisa Tingkatkan Produktivitas Nelayan Lewat Selfie

Hebat, Mahasiswa ITS Bisa Tingkatkan Produktivitas Nelayan Lewat Selfie - Warta Ekonomi
WE Online, Surabaya -

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produktifitas para nelayan. Mereka bisa menambah tangkapan ikan dan mendulang banyak rejeki dari lautan.

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, ingin memanfaatkan energi baru terbarukan, sehingga mereka membuat Solar Eco Light Fishing Caller (Selfie). Alat baru ini diharapkan bisa meningkatkan hasil tangkapan para nelayan.

Para mahasiswa yang digawangi oleh Arif Priyo Hutomo, Aprilia Dini R, Sebastian Pratama A, Bintang Pratama, dan Nabila Puspita F ini mendapat inspirasi dari laboratorium Konversi Energi milik Departemen Teknik Elektro. Salah satu fokus yang ditekankan dalam laboratorium ini merupakan energi terbarukan.

Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Begini Cara Menteri Susi

Kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro (FTE) ITS ini ingin memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat sesuai kelebihan yang dipelajari dalam bidang keilmuannya. Salah satunya dengan melihat masih banyaknya nelayan yang belum bisa memaksimalkan hasil tangkapan di laut.

Arif Priyo Hutomo menuturkan, Selfie memanfaatkan energi cahaya matahari. Sehingga energi cahaya matahari yang ditangkap akan dimaksimalkan dengan Maximum Power Point Tracker (MPPT). Baru selanjutnya Photovoltaics (PV) akan mengonversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik.

"Akhirnya energi yang terkumpul disimpan ke dalam baterai dan dihubungkan ke inverter agar dapat menyalakan lampu," kata Arif, Minggu (7/7/2019).

Ia melanjutkan, energi matahari digunakan karena memiliki berbagai kelebihan. Makanya energi matahari yang diperoleh mampu menjadi sumber energi yang baik bagi alat dan adaptif Light Emitting Diode (LED). Selain itu, biaya penggunaan Selfie juga lebih hemat 84 persen daripada Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Bahkan menurut penelitian kami, Selfie mampu meningkatkan tangkapan ikan lebih banyak 30 persen dari sebelumnya," ucapnya.

Sebagai mitra, mereka memilih Rukun Nelayan Samudra, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kota Pudak itu menjadi salah satu daerah dengan potensi ikan terbesar di wilayah Jawa Timur. Ditambah lagi lokasinya yang mudah dijangkau dari kampus ITS di Surabaya.

"Kebetulan juga mitra kami di sana menggunakan bagan tancap untuk menangkap ikan, sehingga sangat pas untuk dipasang alat Selfie kami dibanding metode lainnya," jelasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Nelayan, Perikanan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Rahmad

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,741.34 3,703.91
British Pound GBP 1.00 17,552.48 17,370.42
China Yuan CNY 1.00 2,040.90 2,020.54
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,033.00 13,893.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,880.64 9,780.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,798.20 1,780.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,310.80 10,204.19
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,740.82 15,578.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.69 3,374.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,998.33 12,865.08

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67