Portal Berita Ekonomi Selasa, 04 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,56% pada level 24.458.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,07% pada level 2.251.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 2,24% pada level 22.195.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,75% pada level 3.367.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,71% pada level 2.486.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 6,97 CNY/USD.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,28% pada level 5.881.
  • 15:55 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,21% terhadap Dollar AS pada level 14.630 IDR/USD.

Disemprot Jokowi, Menteri Jonan dan Rini Keringat Jagung?

Disemprot Jokowi, Menteri Jonan dan Rini Keringat Jagung?
WE Online, Bogor -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menggelar sidang Kabinet Paripurna bersama jajaran menteri Kabinet Kerja jilid I, sempat menyinggung beberapa masalah yang harus diselesaikan pada tahun 2019 ini. 

Menurut Jokowi, dari angka yang dirilis Badan Pusat Statistik, angka ekspor dan impor secara tahun ke tahun menurun.

"Kita perlu melihat betul angka-angka yang telah didapat oleh BPS. Perlu melihat betul dengan hati-hati angka-angka yang ditampilkan BPS coba angka-angkanya ditampilkan. Ekspor Januari sampai mei 2019 year on year turun 8,6, impor Januari-Mei juga turun 9,2," ujarnya dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7/2019).

Baca Juga: Jokowi Harus Kuat, Harus Kuat!

Kemudian, ia pun meminta jajaran menterinya untuk berhati-hati terkait menurunya angka ekspor dan impor. Bahkan, ia menyebut neraca perdagangan antara Januari sampai Mei 2019 masih defisit USD 2,14 miliar.

"Hati-hati terhadap ini, artinya neraca perdagangan kita Januari-Mei ada defisit 2,14 miliar US dolar. Coba dicermati angka-angka ini dari mana kenapa impor jadi sangat tinggi," kata dia.

Lalu, Jokowi menegur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Kedua menteri tersebut diingatkan perihal impor migas yang masih tinggi.

Baca Juga: Bu Rini, Anak Usaha BUMN Jadi IPO Gak Sih?

"Kalau didetailkan lagi migasnya ini naiknya gede sekali. Hati-hati di migas pak Menteri ESDM yang berkaitan dengan ini, bu Menteri BUMN yang berkaitan dengan ini, karena ratenya yang paling banyak ada di situ," katanya.

Tak hanya itu, Jokowi juga menyebut Indonesia memiliki peluang besar karena terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China

"Kesempatan ekspor kita untuk masuk ke Amerika besar sekali dengan pengenaan tarif barang-barang produk dari Tiongkok, dari China. Ini kesempatan kita menaikkan kapasitas dari pabrik-pabrik dari industri-industri yang ada," jelasnya.

Ia juga menuturkan pemerintah seharusnya memberikan insentif terhadap eksportir baik yang kecil, sedang, maupun besar dan juga insentif berupa bunga.

"Kalau hanya rutinitas dan tidak memberikan insentif untuk eksportir-eksportir baik yang kecil, besar maupun sedang ataupun insentif-insentif yang berupa bunga misalnya ya sulit untuk mereka bisa menembus baik ke pasar yang tadi saya sampaikan maupun pasar-pasar yang baru, sekali lagi ini peluang, tekstil itu peluang," katanya.

Sambung Jokowi, "Gede-gede sekali furniture itu peluang. Inilah yang selalu kita kalah memanfaatkan peluang, ada oppurtunity tidak bisa kita ambil karena insentif-insentif itu tidak kita berikan," imbuhnya.

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Rini Soemarno, Ignasius Jonan, Kabinet Kerja

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.77 3,903.33
British Pound GBP 1.00 19,346.75 19,151.32
China Yuan CNY 1.00 2,119.66 2,097.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,786.57 14,639.44
Dolar Australia AUD 1.00 10,545.78 10,439.38
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,907.90 1,888.89
Dolar Singapura SGD 1.00 10,749.96 10,639.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,403.79 17,224.77
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,491.52 3,451.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,972.00 13,831.67
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5006.223 -143.404 696
2 Agriculture 1132.922 -23.402 23
3 Mining 1339.654 -30.521 48
4 Basic Industry and Chemicals 729.440 -22.638 80
5 Miscellanous Industry 879.860 -41.872 52
6 Consumer Goods 1844.749 -41.299 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.410 -11.086 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 871.177 -32.885 78
9 Finance 1104.883 -30.046 93
10 Trade & Service 608.529 -14.465 173
No Code Prev Close Change %
1 RELI 280 350 70 25.00
2 UANG 354 442 88 24.86
3 MEGA 6,700 7,900 1,200 17.91
4 FIRE 124 139 15 12.10
5 AMFG 2,700 2,970 270 10.00
6 SBAT 158 173 15 9.49
7 MREI 4,100 4,480 380 9.27
8 KICI 250 268 18 7.20
9 DNAR 240 254 14 5.83
10 TPMA 344 364 20 5.81
No Code Prev Close Change %
1 FREN 143 133 -10 -6.99
2 SAME 86 80 -6 -6.98
3 ISSP 129 120 -9 -6.98
4 ADMG 115 107 -8 -6.96
5 KBAG 374 348 -26 -6.95
6 MBTO 72 67 -5 -6.94
7 IPCC 432 402 -30 -6.94
8 NIKL 865 805 -60 -6.94
9 KBLV 346 322 -24 -6.94
10 DIVA 2,020 1,880 -140 -6.93
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,160 2,990 -170 -5.38
2 TLKM 3,050 2,920 -130 -4.26
3 BBNI 4,600 4,440 -160 -3.48
4 BBCA 31,200 30,650 -550 -1.76
5 PTBA 2,030 1,975 -55 -2.71
6 TOWR 1,135 1,130 -5 -0.44
7 ASII 5,150 4,880 -270 -5.24
8 BRIS 540 515 -25 -4.63
9 MNCN 820 790 -30 -3.66
10 BMRI 5,800 5,500 -300 -5.17