Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:40 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,01 USD/barel
  • 09:39 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 55,57 USD/barel
  • 09:38 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.561 USD/troy ounce
  • 09:37 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,05% terhadap Dollar AS pada level 13.615
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yen pada level 109,47 JPY/USD
  • 09:34 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,3117 USD/GBP
  • 09:33 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,1053 USD/EUR
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,06% pada level 23.780
  • 09:31 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,30% pada level 27.820
  • 09:30 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,04% pada level 3.235  
  • 09:29 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,93% pada level 2.246
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,10% di awal sesi I.

Pendidikan Agama Jangan Dihapus, CIPS: Nilainya Sesuai Pancasila Kok

Pendidikan Agama Jangan Dihapus, CIPS: Nilainya Sesuai Pancasila Kok - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Munculnya wacana untuk menghapuskan pendidikan agama dari pembelajaran di sekolah tidaklah tepat. Wacana ini dikaitkan dengan kasus-kasus intoleran yang mengatasnamakan toleransi. Pendidikan agama sesungguhnya mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang justru menumbuhkan dan memperkuat nilai-nilai toleransi di Indonesia.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra mengatakan, nilai-nilai seperti kejujuran, tolong-menolong, dan mengasihi sesama umat manusia diajarkan di semua agama. Nilai-nilai tersebut selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Oleh karena itu, tidak tepat mengaitkan pendidikan agama dengan kasus-kasus intoleran.

"Apabila berbicara tentang ramainya kasus radikalisme, intolerasi, dan longgarnya rasa tenggang rasa antarumat beragama di Indonesia, penghapusan pendidikan agama bukanlah jalan yang tepat," papar Nadia.

Baca Juga: Soal Penghapusan Pelajaran Agama, Muhammadiyah Bilang Gini

Dia melanjutkan, "Yang terpenting, timbulnya kasus-kasus seperti itu hendaknya menjadi bahan evaluasi pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya mengajarkan nilai-nilai agama yang berbasis kemanusiaan agar ujaran kebencian yang berdampak pada gesekan antarumat beragama tidak lagi terjadi."

Di samping mengajarkan tata cara menjalankan ajaran agama masing-masing dengan baik dan benar, konten pembelajaran berisi nilai-nilai kemanusiaan yang diekstrak dari nilai-nilai berasal dari semua agama merupakan cara yang tepat untuk menunjukkan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan.

Oleh karena itu, tanpa menghapuskan mata pelajaran agama di sekolah, pemerintah dapat mengevaluasi kurikulum pelajaran agama agar dapat mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal. Tanggung jawab ini dapat diberikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.

Di sisi lain, guru-guru yang mengajarkan agama diharapkan merupakan individu yang kompeten di bidangnya. Guru-guru agama tersebut hendaknya dapat menerjemahkan nilai-nilai keagamaan yang bersifat universal dan mengajarkannya kepada para pelajar.

Baca Juga: Tolak Sekularisasi, PKS: Hapus Pendidikan Agama Bertentangan dengan Pancasila

Selain itu, mereka harus menjadi role model dalam proses implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Adanya panutan yang nyata seperti ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi para pelajar di sekolah.

"Oleh karena itu, evaluasi konten pembelajaran dan sosialisasi mendalam tentang kebhinekaan dan nilai-nilai kemanusiaan kepada guru-guru agama dapat menjadi opsi untuk mencegah penetrasi radikalisme di lingkungan sekolah," tukasnya.

Baca Juga

Tag: Agama, Radikalisme, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: WE

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6249.210 15.757 675
2 Agriculture 1389.817 -4.000 21
3 Mining 1481.192 -1.004 49
4 Basic Industry and Chemicals 965.949 11.937 77
5 Miscellanous Industry 1228.455 7.753 51
6 Consumer Goods 2078.820 6.780 57
7 Cons., Property & Real Estate 472.686 0.757 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1096.781 5.772 76
9 Finance 1375.393 1.438 92
10 Trade & Service 745.215 -4.996 167
No Code Prev Close Change %
1 POLA 130 171 41 31.54
2 OMRE 750 930 180 24.00
3 PORT 500 600 100 20.00
4 GMTD 16,000 19,000 3,000 18.75
5 INAF 690 810 120 17.39
6 TIRA 256 300 44 17.19
7 LMAS 113 130 17 15.04
8 NIKL 610 695 85 13.93
9 ALKA 350 398 48 13.71
10 UNIT 161 181 20 12.42
No Code Prev Close Change %
1 PADI 75 50 -25 -33.33
2 GHON 1,580 1,210 -370 -23.42
3 PEGE 152 120 -32 -21.05
4 MTSM 236 190 -46 -19.49
5 PRIM 378 318 -60 -15.87
6 NZIA 690 585 -105 -15.22
7 ALMI 350 308 -42 -12.00
8 OCAP 176 155 -21 -11.93
9 PICO 895 800 -95 -10.61
10 ENVY 492 440 -52 -10.57
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 830 830 0 0.00
2 KPIG 127 129 2 1.57
3 LUCK 630 600 -30 -4.76
4 MNCN 1,720 1,700 -20 -1.16
5 TCPI 6,700 6,875 175 2.61
6 DMND 1,370 1,530 160 11.68
7 GMFI 114 126 12 10.53
8 BBRI 4,710 4,740 30 0.64
9 ABBA 92 92 0 0.00
10 NIKL 610 695 85 13.93