Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:52 WIB. Google - Google tambah kemampuan koreksi bahasa ke Gmail.
  • 07:21 WIB. XL - XL harus rogoh kocek Rp569 miliar buat blokir ponsel BM.
  • 06:43 WIB. Brexit - Prancis memperkirakan akan terjadi 'no deal Brexit'
  • 06:23 WIB. Mandiri - Mandiri akan mengembangkan ekosistem untuk mengoptimalisasi usaha kopi.
  • 06:14 WIB. Amazon - Di Indian Amazon sudah mempekerjakan 62.000 orang.
  • 23:43 WIB. Israel - Korsel dan Israel sepakati perdagangan bebas untuk hadapi peningkatan proteksionisme di banyak negara
  • 23:17 WIB. Hyderabad - Amazon membangun kampus terbesarnya di India.
  • 23:10 WIB. Beijing - China akan memberi sanksi bagi perusahaan yang terlibat penjualan F-16 ke Taiwan.
  • 21:51 WIB. Gojek - Kabinet Malaysia beri lampu hijau Gojek bisa mengaspal di sana.

Jodohkan Pembuat Film dan Investor, Bekraf Kembali Adakan Akatara 2019

Jodohkan Pembuat Film dan Investor, Bekraf Kembali Adakan Akatara 2019 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menyelenggarakan Akatara untuk ketiga kalinya guna mendukung pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di subsektor film, Selasa (9/7/2019). Tahun ini, Akatara akan fokus menguatkan badan usaha berupa "film company startup".

Akatara tahun ini menghadirkan peserta 61 proyek terfasilitasi dari 122 orang, lebih banyak dari tahun lalu yang hanya melibatkan 55 proyek dari 110 orang. Dari segi investor, akan ada 40 sumber pendanaan yang hadir dalam rangkaian acara pitching forum dan speed dating.

"Lewat forum ini, kami ingin bangun ekosistem karena tanpa itu, industrinya sulit untuk sustain. Kalau enggak ada ekosistem, hanya jadi tren," ujar Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, Selasa (9/7/2019).

Baca Juga: Pasar Film Nasional Masih Terkendala Jumlah Layar, Solusinya?

Kedua program itu jadi ajang perjodohan pembuat film Tanah Air dengan pemilik modal yang kini berkembang menjadi market forum. Kemudian, akan ada 100 booth yang akan meramaikan acara tersebut.

Wakil Kepala Bekraf Indonesia, Ricky Joseph Pesik berkata, "Sejalan dengan perkembangan industri kreatif dunia dan era yang semakin konvergen, Akatara bisa berhubungan dengan industri kreatif dan konten. Jadi, tercipta peluang-peluang konvergensi lintas sektor, seperti perfilman dan perbukuan."

Yang berbeda dari tahun lalu, Akatara tahun ini diselenggarakan bersama dengan forum Asia Content Business Summit (ACBS) yang akan dihadiri oleh 15 negara. Forum itu merupakan perhelatan strategis karena dapat meningkatkan kualitas konten dan sumber daya manusia agar kian mampu bersaing di kancah global.

"Tujuan menggabungkan Aktara dengan ACBS, membagikan informasi terkini soal industri konten hingga tren perusahaan di Asia dalam ekspansi bisnis," papar Kepala Sub Direktorat Hubungan Antar Lembaga Pemerintah Luar Negeri, Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf, Iman Santosa.

Baca Juga: Baru Luncurkan Trailer, Film Bumi Manusia Jadi Trending di Youtube

Akatara 2019 yang dilaksanakan pada 19-22 September juga menggandeng banyak pihak, meliputi Kemdikbud-Pusbangfilm, Kementerian Koperasi dan UKM, pusat kebudayaan asing, asosiasi-asosiasi profesi perfilman, Komisi Film Daerah, Komite Buku Nasional, lembaga pemerintah, BUMN, penyelenggara film festival, organisasi perfilman, serta badan swasta lokal dan asing lainnya.

Dengan Aprofi dan Komite Buku Nasional, Bekraf menginisiasi program Akatara IP-Market, pitching menulis buku atau novel kepada produser film. Kerja sama khusus juga akan dijalin dengan TUTA (The United Team of Art) Lab berupa program investasi proyek film khusus bertema "urband legend".

Film Keluarga Cemara merupakan anak dari acara Akatara pada 2017. Begitu juga Mantan Manten, Darah Biru Arema 2, dan sejumlah film pendek dan film panjang yang masih dalam tahap diproduksi.

Tag: Film, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.93 3,782.86
British Pound GBP 1.00 17,441.04 17,266.80
China Yuan CNY 1.00 2,034.56 2,014.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,330.00 14,188.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,718.61 9,620.88
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.15 1,808.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,354.05 10,249.96
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,904.87 15,745.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.63 3,398.32
Yen Jepang JPY 100.00 13,462.98 13,325.82

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6252.967 -42.771 651
2 Agriculture 1352.538 3.379 21
3 Mining 1594.204 -6.101 49
4 Basic Industry and Chemicals 839.668 -9.022 72
5 Miscellanous Industry 1141.967 -9.977 49
6 Consumer Goods 2401.664 -24.300 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.990 0.189 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1224.736 -5.147 74
9 Finance 1248.608 -11.827 91
10 Trade & Service 790.366 1.634 162
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 665 830 165 24.81
2 KOTA 404 490 86 21.29
3 JIHD 525 630 105 20.00
4 KONI 500 595 95 19.00
5 MKNT 53 62 9 16.98
6 POLY 69 78 9 13.04
7 TFCO 620 695 75 12.10
8 ARKA 1,280 1,425 145 11.33
9 MTPS 1,500 1,655 155 10.33
10 PDES 1,000 1,100 100 10.00
No Code Prev Close Change %
1 FMII 560 424 -136 -24.29
2 PCAR 1,665 1,500 -165 -9.91
3 POLI 850 775 -75 -8.82
4 VINS 109 101 -8 -7.34
5 MEGA 6,200 5,775 -425 -6.85
6 PAMG 193 181 -12 -6.22
7 TBMS 810 760 -50 -6.17
8 ERTX 120 113 -7 -5.83
9 MTRA 350 330 -20 -5.71
10 EAST 212 200 -12 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 134 143 9 6.72
2 IPTV 224 224 0 0.00
3 BBRI 4,100 4,050 -50 -1.22
4 MNCN 1,260 1,295 35 2.78
5 ERAA 1,875 1,835 -40 -2.13
6 MDKA 5,975 6,100 125 2.09
7 TLKM 4,470 4,410 -60 -1.34
8 ANTM 1,050 1,070 20 1.90
9 PGAS 1,920 1,870 -50 -2.60
10 ASII 6,425 6,350 -75 -1.17