Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Efektivitas Kerja Itu 4 Hari dalam Sepekan, Bukan 5

Efektivitas Kerja Itu 4 Hari dalam Sepekan, Bukan 5

Setiap orang memiliki waktu kerja masing-masing bergantung bidang yang ditekuni maupun perusahaan tempat dia bekerja. Umumnya mungkin orang bekerja selama lima hari dalam sepekan.

Tetapi studi terbaru kali ini, dilansir laman Independent, mengungkap efektivitas bekerja selama empat hari dalam sepekan. Rupanya waktu kerja ini juga bisa menyelamatkan bisnis Inggris sekitar 104 miliar poundsterling dalam setahun, kaitannya dengan semangat maupun produktivitas para pekerja.

Sebuah survei terhadap lebih dari 250 perusahaan menunjukkan bahwa mengadopsi waktu kerja yang lebih pendek dapat memengaruhi bisnis. Caranya, melalui peningkatan produktivitas pekerja serta peningkatan kesehatan fisik dan mental.

Lebih jauh lagi, studi yang dilakukan oleh Henley Business School menyarankan waktu kerja tersebut juga bisa mengarah pada lingkungan yang lebih bersih. Itu dengan asumsi karyawan menempuh 557,8 juta mil lebih sedikit rata-rata per pekan, yang mengarah pada emisi transportasi lebih rendah.

Makalah Henley Four Better atau Four Worse yang mengeksplorasi tren empat hari kerja menemukan bahwa hampir dua per tiga (64 persen) dari mereka yang telah mengadopsi skema tersebut melaporkan peningkatan produktivitas staf.

Penelitian ini juga menemukan bahwa gaya empat hari kerja telah meningkatkan kualitas hidup karyawan secara keseluruhan, dengan lebih dari tiga perempat (78 persen) bisnis melaporkan staf lebih bahagia, kurang stress (70 persen) dan lebih sedikit izin sakit (62 persen).

Profesor Karen Jansen dari Henley Business School mengatakan penerapan empat hari kerja dan pengaturan kerja fleksibel secara historis telah dipandang secara khusus. Menurut dia, individu zaman sekarang adalah orang-orang yang mendorong pandangan lebih luas tentang fleksibilitas sebagai cara kerja yang lebih baik dan lebih cerdas.

Laporan Henley menyatakan bahwa hampir tiga perempat (73 persen) pengusaha khawatir tentang melakukan perubahan, sementara hampir setengah (45 persen) pekerja mengatakan khawatir dianggap sebagai pemalas.

"Meski demikian, mayoritas (72 persen) karyawan setuju bahwa empat hari kerja adalah proposisi yang menarik sekaligus menjadi pertimbangan untuk melamar pekerjaan," katanya.

Bulan lalu, hasil jajak pendapat 2.000 pekerja oleh YouGov juga menemukan bahwa mayoritas pekerja Inggris akan mendukung pekan kerja yang singkat. Survei yang dilakukan untuk situs Jobs mengungkapkan 74 persen pekerja percaya bahwa mereka dapat menyelesaikan pekerjaan mereka dalam empat hari dengan standar yang sama dengan yang mereka lakukan dalam lima hari. Di kalangan generasi milenium, angkanya naik menjadi 79 persen.

Pawel Adrjan, ekonom Inggris, mengatakan durasi kerja akan memengaruhi antusiasme pekerja. Empat hari kerja bisa saja akan menjadi norma di Inggris.

"Tetapi gagasan itu masih menjadi wacana bagi para politikus, akademisi, dan bahkan beberapa pengusaha dalam 12 bulan terakhir.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: pekerja

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/Venveo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43