Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,79% di akhir sesi II.
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,45 USD/barel.
  • 13:10 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,96 USD/barel.
  • 13:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,2554 USD/GBP.
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Euro pada level 1,1273 USD/EUR.
  • 13:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 107,57 JPY/USD.
  • 13:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.794 USD/troy ounce.

Wah, 200 Perusahaan Besar AS Mendukung LGBT

Wah, 200 Perusahaan Besar AS Mendukung LGBT
WE Online, Jakarta -

Lebih dari 200 perusahaan AS, termasuk Amazon, Google Alphabet Inc, dan Bank of America, pada Selasa (9/7/2019) mendesak Mahkamah Agung AS untuk memutuskan bahwa undang-undang hak sipil federal melarang diskriminasi terhadap pekerja gay dan waria.

Seperti dilaporkan laman Reuters, perusahaan-perusahaan ini lantas mengajukan briefing kepada rekan di pengadilan dengan alasan prasangka terhadap orang-orang LGBT adalah bentuk diskriminasi jenis kelamin yang melanggar hukum, dan mengatakan jika tidak demikian akan merugikan bisnis dan pekerja.

Mahkamah Agung AS pada bulan April setuju untuk menangani dua kasus diskriminasi oleh pria gay dan satu oleh seorang wanita transgender yang dipecat dari pekerjaannya sebagai direktur pemakaman ketika dia mengatakan kepada bosnya bahwa dia berencana untuk beralih dari pria ke wanita.

Baca Juga: Demi Menghukum LGBT, Sultan Rela Kehilangan Gelar Oxford

Para hakim akan mendengarkan argumen lisan pada bulan Oktober dan kemungkinan akan mengeluarkan putusan pada akhir Juni tajun depan.

Yang menjadi masalah adalah apakah kaum gay dan waria dicakup oleh Judul VII Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964, yang melarang majikan melakukan diskriminasi terhadap pekerja berdasarkan jenis kelamin serta ras, warna kulit, asal negara dan agama. Pemerintahan Presiden Donald Trump sendiri berpendapat bahwa perlindungan Judul VII tidak meluas ke kaum LGBT.

Dalam penjelasan singkat mereka, perusahaan mengatakan tambalan yang ada dari undang-undang negara bagian dan hukum setempat yang melarang prasangka terhadap pekerja gay dan waria merugikan kemampuan bisnis untuk merekrut dan mempertahankan bakat-bakat top dan "menghasilkan ide-ide inovatif dengan menarik perspektif yang lebih luas".

Baca Juga: Soal LGBT di Malaysia, Ini Tanggapan Mahathir Mohamad

Perusahaan lain yang menandatangani briefing tersebut termasuk Apple Inc, Facebook Inc, Microsoft Corp, Nike Inc, Uber Technologies Inc, dan Citigroup Inc.

Lusinan bisnis sebelumnya mendesak pengadilan banding federal yang berpihak kepada pekerja LGBT. Tetapi Kampanye Hak Asasi Manusia, sebuah kelompok hak LGBT, mengatakan terdapat 206 perusahaan pada brief Selasa, dua kali lebih banyak dari sebelumnya.

Trump, seorang Republikan dengan dukungan kuat pemilih Kristen konvensional, telah membatasi hak-hak LGBT. Departemen Kehakimannya di Mahkamah Agung AS, misalnya, mendukung hak bisnis tertentu untuk menolak melayani kaum gay berdasarkan penentangan agama terhadap pernikahan gay.

Dalam putusan terhadap kasus itu bulan lalu, pengadilan memihak seorang tukang roti Colorado, dengan mengutip kepercayaan Kristennya, yang menolak untuk membuat kue pernikahan untuk pasangan gay.

Pemerintahan Trump juga membatasi anggota layanan transgender di militer dan membatalkan perlindungan terkait akses kamar mandi untuk siswa transgender di sekolah umum.

Baca Juga

Tag: Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Unsplash

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,874.97 3,835.39
British Pound GBP 1.00 18,239.49 18,056.56
China Yuan CNY 1.00 2,069.18 2,048.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,532.30 14,387.70
Dolar Australia AUD 1.00 10,082.51 9,979.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,875.11 1,856.43
Dolar Singapura SGD 1.00 10,415.18 10,307.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,386.62 16,219.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.78 3,359.26
Yen Jepang JPY 100.00 13,502.09 13,366.50
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4987.082 -1.784 696
2 Agriculture 1049.824 4.364 23
3 Mining 1286.833 -0.065 48
4 Basic Industry and Chemicals 754.468 -2.937 80
5 Miscellanous Industry 874.683 -0.700 52
6 Consumer Goods 1808.082 -7.428 57
7 Cons., Property & Real Estate 318.064 -1.319 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 900.558 5.889 78
9 Finance 1079.658 1.250 93
10 Trade & Service 605.831 -0.810 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 115 155 40 34.78
2 UANG 168 226 58 34.52
3 TECH 131 170 39 29.77
4 ARGO 820 1,025 205 25.00
5 ANJT 496 605 109 21.98
6 KBLI 394 470 76 19.29
7 YPAS 402 468 66 16.42
8 PURA 98 114 16 16.33
9 BRIS 396 452 56 14.14
10 LPIN 224 254 30 13.39
No Code Prev Close Change %
1 MASA 575 535 -40 -6.96
2 EMTK 4,900 4,560 -340 -6.94
3 PEHA 1,230 1,145 -85 -6.91
4 LMAS 58 54 -4 -6.90
5 ATIC 870 810 -60 -6.90
6 LIFE 7,250 6,750 -500 -6.90
7 PRIM 320 298 -22 -6.88
8 VRNA 131 122 -9 -6.87
9 HELI 264 246 -18 -6.82
10 KRAH 470 438 -32 -6.81
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 396 452 56 14.14
2 PURA 98 114 16 16.33
3 KPIG 110 111 1 0.91
4 BCAP 157 157 0 0.00
5 BBRI 3,040 3,030 -10 -0.33
6 IPTV 364 362 -2 -0.55
7 TLKM 3,050 3,120 70 2.30
8 ANTM 640 650 10 1.56
9 TKIM 6,200 6,625 425 6.85
10 TOWR 1,110 1,095 -15 -1.35