Portal Berita Ekonomi Selasa, 02 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:00 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,98% di akhir sesi II.
  • 13:13 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Euro pada level 1,1133 USD/EUR.
  • 13:16 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.737 USD/troy ounce. 
  • 13:15 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yen pada level 107,72 JPY/USD.
  • 13:12 WIB. Valas Dollar AS melemah 0,08% terhadap Poundsterling pada level 1,2502 USD/GBP.
  • 13:06 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 38,51 USD/barel.
  • 13:04 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 35,63 USD/barel.

Belajar dari Kesalahan Microsoft, Blackberry, dan Kodak

Belajar dari Kesalahan Microsoft, Blackberry, dan Kodak
WE Online, Jakarta -

Ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari perusahaan-perusahaan besar. Yang akan dibahas di sini adalah “kesombongan” yang pada ujung-ujungnya menyebabkan kehilangan kesempatan yang jauh lebih besar. Ini beberapa di antaranya sebagaimana dikutip dari laman rt.com.

Salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates telah mengakui bahwa kesalahan terbesarnya adalah kalah dari Android dalam perlombaan sistem operasi seluler (OS).

Android sekarang menjadi platform "non-Apple" utama, yang mengendalikan sekitar 75 persen pasar OS. Meskipun Microsoft berhasil mengembangkan OS dan perangkat lunak utama untuk komputer dan laptop, Windows mobile-nya hanya menikmati pangsa pasar yang kecil. Hal itu merupakan kerugian besar bagi perusahaan.

Baca Juga: Microsoft Mau Kaji Ulang Etika AI Perusahaan?

"Bill Gates tidak memperkirakan bahwa pada akhirnya komputer akan ada di ponsel dan di saku kami," kata jurnalis investigasi, Ben Swann, kepada Boom Bust. Dia juga mengatakan bahwa selain kehilangan kesempatan ini, mesin pencari Microsoft  Bing juga tidak berhasil. Google-lah yang kini menguasai pasar mesin pencari.

Microsoft tidak sendirian dalam hal membuat kesalahan di era digital. Sebagai contoh, Blackberry yang dulu sangat populer gagal mempertahankan posisi terdepan dan sekarang telah menjadi "lurban legend".

Menurut Swann, Blackberry mendapat masalah karena "kesombongan" sendiri. Karena perusahaan itu mengharapkan pasar dan publik yang telah berkembang cepat ini untuk "menunggu mereka.”

Akibatnya ketika Andoid tiba-tiba muncul, Blackberry tidak siap. Blackberry tidak mau mendengarkan kebutuhan konsumen. Di era digital, tidak ada lagi kesetiaan konsumen. Konsumen akan dengan cepat “selingkuh” begitu melihat ada produk lain yang lebih bermanfaat.

Baca Juga: Say Goodbye to BlackBerry Messenger!

Blackberry mencoba memperbaiki kesalahannya, dengan mengeluarkan produk yang mirip-mirip Android, tapi tetap dengan brand Blackberry. Tapi tampaknya langkah tersebut gagal total. Kali ini, konsumen belum mau “selingkuh” dari Android. Karena memang produk barunya kurang memberikan perbedaan yang signifikan.

Selain itu, Perusahaan Amerika, Kodak, adalah contoh lain dari perusahaan yang pernah sukses lalu tenggelam dalam pengabaian, meskipun pernah berada di ujung tombak dari proses film baru dan fotografi digital. Sementara waktu mungkin telah berlalu, sang jurnalis percaya bahwa kegagalan terbesarnya adalah menjual film, bukanlah kamera.

Yah, “momen Kodak” kini jadi frase yang legendaris. Inilah momen yang terjadi saat masa-masa awal revolusi digital. Kemapanan dan keenakan sebagai pemimpin pasar membuat Kodak buta terhadap revolusi yang sedang terjadi di sekitarnya. Keyakinannya terhadap brand yang kuat membuatnya lupa diri. Padahal inilah era di mana produk dapat dengan mudah mengalahkan brand.

Baca Juga: Lewat Blockchain, Kodak Rambah Bisnis Manajemen Data Digital

Baca Juga

Tag: Microsoft Corporation, BlackBerry, Kodak

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: REUTERS/Charles Platiau

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,882.91 3,843.25
British Pound GBP 1.00 18,199.19 18,015.22
China Yuan CNY 1.00 2,046.41 2,025.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,574.51 14,429.49
Dolar Australia AUD 1.00 9,881.52 9,780.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.34 1,861.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,360.04 10,254.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,209.77 16,047.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.32 3,355.70
Yen Jepang JPY 100.00 13,541.31 13,402.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10