Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:41 WIB. China - Toyota Motors bekerjasama dengan BYD akan produksi mobil listrik di China
  • 15:32 WIB. Asia Tenggara - Lebih dari 35 venture capital fokus garap Asia Tenggara
  • 15:29 WIB. VC - Asia Tenggara bakal diguyur lebih dari US$4,2 miliar oleh venture capital
  • 14:04 WIB. Korea-Jepang - Trump mengatakan Presiden Korea Selatan meminta tolong untuk menyelesaikan urusan dengan Jepang.
  • 13:05 WIB. Buenos Aires - César Pelli, arsitek Petronas Twin Tower, meninggal pada usia 92 tahun.
  • 12:34 WIB. Beijing - Korban pabrik gas Henan Coal Gas Group mencapai 10 pada Sabtu (20/7)
  • 11:41 WIB. Oyo - Ritesh Agarwal, founder Oyo, akan investasi lagi US$2 miliar untuk meningkatkan sahamnya jadi 3 kali lipat.
  • 07:16 WIB. Washington - Trump: Menkeu Steve Mnuchin dan Menkeu China menghasilkan pembicaraan baik.
  • 06:47 WIB. Qualcomm - Komisi Eropa berikan sanksi denda kepada Qualcomm sebesar 242 juta euro karena predatory pricing
  • 06:28 WIB. Wisatawan - Malaysia tarik wisman China dan India dengan memperbanyak jalur masuk
  • 06:15 WIB. Netflix - Netflix harapkan pertumbuhan subscriber dari India dan pasar internasional lainnya
  • 23:23 WIB. Mobil listrik - Toyota berpartner dengan BYD (China) untuk mobil listrik.

Tren Hijrah Milenial, Reksa Dana Syariah Laris Manis

Tren Hijrah Milenial, Reksa Dana Syariah Laris Manis - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Upaya pemerintah untuk terus meningkatkan minat investasi masyarakat nampaknya kian diapresiasi oleh banyak pelaku bisnis khususnya fintech. Beragam jenis investasi mulai dari yang konvensional seperti saham, logam mulia, reksa dana hingga jenis investasi kekinian seperti peer-to-peer lending ramai muncul untuk memperebutkan kue dari para generasi milenial dan Gen Z yang kini sudah mulai menjadi angkatan kerja produktif di tanah air. Pertumbuhan pendapatan, tingkat pendidikan, dan teknologi adalah kombinasi spesial yang juga membentuk tren permintaan pasar.

 

Bagi kalangan muslim, tren hijrah milenial kini juga mempengaruhi aspek lain di luar gaya hidup. Salah satunya dalam pengelolaan keuangan. Perencana keuangan dan investasi syariah Putri Madarina atau yang kerap disapa Puma menilai, salah satu dampak dari tren hijrah millennial ini adalah kemunculan produk-produk investasi berbasis syariah, salah satunya reksa dana. 

 

“Meskipun produk reksa dana syariah sudah ada sejak tahun 1997, namun kenaikan dana kelolaan yang signifikan baru terasa di beberapa tahun belakangan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Juni tahun ini bahkan menunjukkan, dana kelolaan reksa dana syariah sudah mencapai sekitar Rp 33 triliun. Angka ini naik signifikan jika kita bandingkan dengan posisi dana kelolaan tahun 2014 yang hanya sebesar Rp 11 triliun,” tutur Puma.

 

Meskipun secara populasi pasar Indonesia cukup potensial untuk pertumbuhan instrumen investasi syariah, namun kenyataannya penetrasi reksa dana syariah masih belum mampu bersaing dengan reksa dana konvensional. Ini artinya, perlu lebih banyak lagi upaya market deepening dari berbagai pelaku bisnis untuk melayani pangsa pasar Muslim di Indonesia.

 

Puma menambahkan, sebetulnya langkah pemerintah sudah cukup agresif dalam membangun infrastruktur industri pasar modal syariah dari segi kebijakan. 

 

“Kita sudah punya Roadmap Pasar Modal Syariah hingga tahun 2019. Sejak tahun 2015, OJK telah menerapkan relaksasi aturan bagi penerbitan efek syariah, sehingga semakin banyak emiten yang menerbitkan efek syariah. Dengan bertambahnya efek syariah, tentu membantu perusahaan manajer investasi untuk menciptakan berbagai jenis produk sehingga persaingan produk pun semakin kompetitif, kemudian terjadilah peningkatan dari sisi supply produk,” tuturnya.

 

Dampak kebijakan tersebut kini menghasilkan 408 efek syariah yang resmi terdaftar di Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK dan diawasi oleh DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia). Keberadaan DSN-MUI sangat penting sebagai regulator pendamping yang menjadi rujukan pelaksanaan prinsip syariah di pasar modal.

 

Di samping peran regulator, Puma mengungkapkan akses masyarakat terhadap agen penjual reksa dana juga harus terus ditingkatkan. Saat ini terdapat 256 produk reksa dana syariah di pasaran yang diracik oleh perusahaan Manajer Investasi. Dengansupply produk sebanyak itu, manajer investasi sebagai pembuat produk dapat memanfaatkan peluang pemasaran melalui mitra-mitra yang lebih ramah akses dan mengutamakan kemudahan bagi pelanggan.

 

Selama ini, Manajer Investasi umumnya menggandeng Bank dalam memasarkan produknya. Strategi pemasaran Bank pun terbilang cukup konvensional melalui pendekatan langsung kepada basis nasabah yang ada. Metode ini dipandang Puma masih sangat mengandalkan keahlian tenaga pemasar yang mumpuni untuk dapat menjelaskan produk dengan mudah dipahami dan menyajikan keunggulan produk.

 

“Bagi demografi pasar yang usianya lebih dewasa dan memiliki kemampuan finansial menengah ke atas, cara ini masih relevan karena mereka cenderung pasif dalam mencari tahu tentang produk, sehingga membutuhkan bantuan pihak yang mampu menyajikan pemahaman secara personal. Namun untuk demografi pasar dewasa muda, seperti generasi millennial dan generasi Z, perlu ada strategi yang lebih menarik yang sesuai dengan perilaku mereka yang lebih proaktif dalam mencari informasi namun di saat yang sama mementingkan kemudahan dalam memutuskan membeli suatu produk,” tutur Puma.

 

Salah satu pendatang baru di bisnis pemasaran reksa dana syariah adalah Halalvestor besutan Puma dan rekannya. Mengambil model bisnis aggregator, Halalvestor diharapkan akan membuka akses masyarakat terhadap pemasaran reksa dana syariah yang ramah dan mudah dijangkau, khususnya bagi masyarakat dengan literasi digital yang cukup baik.

 

Mengaku berbeda dengan marketplace reksa dana lainnya, Halalvestor fokus menjadi wadah investasi syariah yang lebih inklusif dengan menghadirkan produk reksa dana syariah serta emas syariah. Konsep layanan ini berangkat dari kondisi masyarakat Muslim religius modern yang menurut Puma, membutuhkan treatment khusus dalam meningkatkan kepercayaan mereka, salah satunya dengan menyediakan platform yang sudah jelas menentukan posisinya sebagai pelaku produk syariah.

 

“Saat ini Halalvestor sedang dalam tahap finalisasi layanan sebelum diluncurkan ke publik. Secara perizinan, Halalvestor telah terdaftar di Kominfo sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sejak bulan April 2019. Berperan sebagai middle-man produk investasi syariah, Halalvestor menggandeng sejumlah marketplace investasi terpercaya yang memiliki daftar produk berkualitas dan sesuai dengan prinsip syariah,” terang Puma.

 

Selain kontribusi dari regulator pasar modal dan pelaku industri, ekosistem pasar modal syariah akan semakin kuat apabila masing-masing pihak senantiasa giat melakukan literasi dan edukasi produk terhadap masyarakat. Sebagai pelaku di industri, Puma berpandangan bahwa setiap penyedia produk dan layanan syariah harus mandiri dalam mendukung misi pemerintah salah satunya dengan menyediakan akses edukasi dengan cara yang kreatif dan target pasar yang lebih dalam, misalnya menarget komunitas.

 

“Basis komunitas yang sudah ada perlu dikenalkan dengan edukasi produk yang tepat. Pemahaman tentang syariat Islam harus dibarengi dengan kaidah investasi itu sendiri, di mana terdapat risiko dan potensi keuntungan yang sesuai dengan karakteristik produk. Harapannya, setelah pemahaman basis komunitas meningkat, keputusan berinvestasi pada instrumen investasi syariah dapat berasal dari dorongan yang seimbang, baik berkat motivasi ingin menjalankan perintah agama maupun karena pertimbangan yang rasional atas risiko dan potensi keuntungan yang sesuai dengan profil risiko pribadi. Sehingga bukan menghasilkan investor yang sekedar ikut-ikutan namun investor yang berkelanjutan, akhirnya terbentuk demand yang produktif di pasaran,” tutup Puma.

Tag: Reksa Dana, Generasi Milenial

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,728.00 3,690.58
British Pound GBP 1.00 17,543.07 17,366.04
China Yuan CNY 1.00 2,037.30 2,016.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,983.00 13,843.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,884.58 9,784.23
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.94 1,771.79
Dolar Singapura SGD 1.00 10,307.39 10,202.68
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,750.45 15,588.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,403.02 3,366.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,003.81 12,872.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67