Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:17 WIB. Selat Hormuz - Inggris meminta Eropa pimpin pengamanan Selat Hormuz.
  • 06:33 WIB. Beijing - Luckin Coffee, saingan Starbucks di China,  akan membuka toko di Timur Tengah dan India.
  • 06:12 WIB. Kashmir - Trump menawarkan menjadi mediator antara India dan Pakistan untuk penyelesaian Kashmir.
  • 05:56 WIB. Teheran - Iran menahan 17 orang warganya dengan tuduhan mata-mata AS.
  • 05:45 WIB. San Francisco - Microsoft Corp akan investasi US$1 miliar di OpenAI yang berpusat di San Francisco.
  • 05:27 WIB. Korea Utara - Huawei diam-diam membantu Korea Utara membangun jaringan nirkable (Washington Post).
  • 01:17 WIB. Narkoba - Presiden Filipina desakkan ke parlemen untuk sahkan UU hukuman mati untuk narkoba ilegal dan koruptor
  • 21:30 WIB. Hong Kong - Beijing mengatakan bahwa para demonstran sedang menguji kesabarannya.

Reckitt Benckiser dan Kemenkes Kolaborasi Edukasi Germas

Reckitt Benckiser dan Kemenkes Kolaborasi Edukasi Germas - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan masih sangat rendah. Kurangnya aktivitas fisik menjadi penyebab utama meningkatnya penyakit tidak menular. Membuat masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dengan memperbanyak aktivitas fisik menjadi tantangan bagi semua pihak.

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi.

Sementara proporsi kurangnya aktivitas fisik naik dari 26,1% menjadi 33,5%. Hal lainnya yang juga menyumbang meningkatnya penyakit tidak menular adalah proporsi konsumsi buah dan sayur yang kurang pada penduduk, yakni sebesar 95,5%.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejatinya terus mengajak masyarakat untuk menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang memprioritaskan pada tiga hal, yakni aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, perbanyak konsumsi sayur dan buah, dan mengecek kondisi kesehatan secara berkala.

Baca Juga: Beda Pendapat Kemenkes dan IDI soal Metode Autopsi Mayat

Ajakan itu dilandasi fakta bahwa penyakit masyarakat Indonesia saat ini lebih banyak pada penyakit katastropik, yang sebenarnya bisa dicegah dengan pola hidup sehat.

Karena itu, Kemenkes bekerja sama dengan kementerian lainnya, juga mengajak swasta untuk bersama-sama mengedukasi pentingnya menjaga kesehatan. Langkah nyatanya, Kamis (11/7/2019), di sela-sela puncak acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia, dilakukan penandatanganan kesepahaman (MoU) antara Kemenkes dan PT Reckitt Benckiser.

General Manager Reckitt Benckiser Indonesia, Srinivasan Appan menyampaikan, perusahaan menaruh perhatian penting terhadap edukasi mengenai aspek kesehatan di Indonesia. Karena itu, perusahaan mendukung langkah Kemenkes untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.

"Hal ini sejalan dengan visi kami untuk terus memberi layanan melalui berbagai produk kesehatan, nutrisi, yang terbaik lewat misi kami: Keluarga Sehat, Indonesia Kuat," ujar Srinivasan.

Untuk diketahui, Reckitt Benckiser (RB) merupakan pemimpin global untuk consumer goods bidang kesehatan, kebersihan, dan perawatan rumah dengan misi menghadirkan solusi inovatif bagi kehidupan yang lebih sehat, serta rumah yang lebih bahagia.

Srinivasan menjelaskan, saat ini tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terkait kesehatan dan kebersihan masih rendah, terutama di daerah. Karena itu, perusahaan melakukan berbagai aktivitas untuk membangun kesadaran seputar praktik kebersihan di berbagai kalangan.

"Ini menjadi bukti, kami memiliki perhatian yang sama dengan Kemenkes, kami berharap kerja sama awal ini dapat terus ditingkatkan. Sekaligus dapat bersama-sama meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan bagi keluarga," tegas Srinivasan.

Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Anung Sugihantono mengapresiasi dukungan berbagai pihak untuk terus mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan. Menurutnya, persoalan yang ada di masyarakat saat ini ialah masih besarnya indikasi fenomena pola hidup tidak sehat.

Baca Juga: Sambut Revolusi Industri 4.0, Kemenkes Genjot Penguatan Pelayanan Kesmas

Belum lagi soal pola makan buruk, asupan gizi tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan lain-lain, yang telah melekat pada sebagian besar keseharian masyarakat. Untuk itu, diharapkan kolaborasi dengan dunia usaha dapat terus ditingkatkan untuk program-program gizi kesehatan masyarakat.

"Kemenkes sangat terbuka kepada semua pihak untuk bersinergi dalam berbagai kegiatan secara inklusif," ucapnya.

Ia menambahkan, sekarang yang dibutuhkan adalah program-program yang punya efek berkelanjutan. Jadi, tidak hanya jangka pendek dengan hanya kegiatan insidental dan event saja, namun sudah semestinya bagaimana melakukan penggulangan secara berkala melalui sosialisasi dan edukasi gizi dan pola hidup sehat.

Tag: Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Reckitt Benckiser Group Plc

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,741.34 3,703.91
British Pound GBP 1.00 17,552.48 17,370.42
China Yuan CNY 1.00 2,040.90 2,020.54
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,033.00 13,893.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,880.64 9,780.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,798.20 1,780.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,310.80 10,204.19
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,740.82 15,578.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.69 3,374.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,998.33 12,865.08

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67