Portal Berita Ekonomi Sabtu, 08 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,60% pada level 24.531.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,39% pada level 2.351.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,39% pada level 22.329.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,96% pada level 3.354.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,51% pada level 2.546.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,06% pada level 6.023.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 6,95 CNY/USD.
  • 16:06 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,27% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.

Sinyal Gerindra Gabung Pemerintahan Akan Terlihat Jika Rekonsiliasi Terjadi

Sinyal Gerindra Gabung Pemerintahan Akan Terlihat Jika Rekonsiliasi Terjadi
WE Online, Jakarta -

Sinyal Partai Gerindra masuk pemerintahan dinilai masih jauh meskipun Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT).

"Sinyal untuk merapat itu masih jauh," ujar Analis Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, Sabtu (13/7/2019).

Baca Juga: Gerindra Ikuti Jejak PKS?

Bahkan, kata dia, Presiden Jokowi pun telah mengatakan perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan koalisi Indonesia Kerja dan relawan. "Jadi masih agak jauh kalau pertemuan tadi diartikan langsung bahwa Gerindra akan dapat menteri," ujar Pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi itu.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pendukung Prabowo Subianto terbelah menyikapi pertemuan ketua umum Partai Gerindra itu dengan Presiden Jokowi. Dikatakan dia, ada sebagian pendukung Prabowo Subianto yang menyambut baik pertemuan di MRT itu, namun ada pula sebagian yang kecewa.

"Maka hari ini, itu kita bisa menyaksikan sebetulnya nih kalau kita bicara dari kubu Prabowo ya. Kita bisa menyaksikan antara pendukung Prabowo dengan pembenci Jokowi. Jadi itu kentara tuh. Kalau pendukung Prabowo ya apapun yang dilakukan Prabowo didukung, kalau pembenci Jokowi agak sulit menerima rekonsiliasi," katanya.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo-Jokowi Dikritik, Gerindra Acuhkan PA 212

Sehingga, menurut dia, Prabowo dan Jokowi memiliki ujian untuk segera melakukan rekonsiliasi bangsa. "Presiden Jokowi ini pascareformasi presiden pertama yang punya pekerjaan rumah merekonsiliasi bangsa, sebelum-sebelumnya kan paling hukum yang tidak tebang pilih, ekonomi yang harus lebih merata, itu kan sebelumnya. Tapi kan Pak Jokowi nambah nih pekerjaan rumahnya, rekonsiliasi bangsa, dengan pertemuan ini tekanan itu kan semakin tinggi, semakin besar, kita lihat saja kelanjutan dari cerita ini," pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin. Ujang mengatakan, pertemuan Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi tadi masih sebatas silaturahmi.

Baca Juga: Jokowi dan Prabowo Bersua, Mahfud Anggap Wajar Bila Gerindra...

Namun, kata Ujang, silaturahmi yang akan menguatkan menuju rekonsiliasi. Menurut dia, pertemuan Prabowo Subianto dengan Presiden Jokowi itu harus ditindaklanjuti dengan pertemuan berikutnya. "Sinyal kuat merapatnya Gerindra ke pemerintah terlihat nanti ketika rekonsiliasi terjadi," ujar Ujang.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Tag: Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Joko Widodo (Jokowi), Kabinet Kerja

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23