Portal Berita Ekonomi Kamis, 16 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,00% pada level 24.970.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,82% pada level 2.183.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,76% pada level 22.770.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 4,50% pada level 3.210.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,88% pada level 2.625.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,78% pada level 6.243.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 6,99 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,26% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.

Era Big Data, Precision Marketing Meningkat di Indonesia

Era Big Data, Precision Marketing Meningkat di Indonesia
WE Online, Jakarta -

Asia Pasifik siap akan pertumbuhan pemasaran berbasis data atau precision marketing dengan meningkatnya basis dua miliar pengguna online dan perkiraan kenaikan anggaran iklan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, demikian menurut laporan terbaru oleh perusahaan pengukuran global Nielsen.

Laporan Nielsen, A Digital Giant Awakens, yang menyurvei para pemimpin pemasaran di Asia Pasifik mengenai strategi dan perencanaan implementasi level berikutnya mengungkapkan bahwa investasi dalam precision marketing kemungkinan besar akan meningkat dalam dua belas bulan ke depan dari 14% anggaran pemasaran menjadi sekitar seperlima dari pengeluaran anggaran pemasaran (19%) melebihi social network, search, dan mobile melalui aplikasi yang lebih baru.

Dalam enam bulan ke depan, tiga platform teratas di mana para pengiklan di kawasan Asia Pasifik akan mengalokasikan pengeluaran pemasarannya adalah Facebook/Instagram (60%), Google/Youtube (43%) dan mobile (42%).

Sementara itu, investasi dalam aplikasi canggih semakin meningkat, terutama untuk data-science/modelling (36%), data pihak ketiga yang berkualitas tinggi (32%) dan analitik untuk mengukur ROI (28%).

Baca Juga: Baidu Hancur di Iklan, Berjaya di Swakemudi

Survei yang dilakukan kepada para pengiklan terkemuka di Asia Pasifik ini menemukan bahwa precision marketing memungkinkan pengiklan memahami perjalanan pembelian konsumen, komunikasi yang dipersonalisasi, dan pembuatan profil konsumen. Faktor-faktor kunci yang mempercepat kemajuan pemasaran presisi adalah termasuk di dalamnya yaitu kualitas dan keandalan data yang lebih baik, demonstrasi ROI yang jelas untuk pengiklan, dan pendidikan lanjut untuk menjadi yang terdepan.

Managing Director, Media, Asia Utara, Nielsen, Ranjeet Laungani, menyatakan bahwa dengan kemajuan teknologi dan popularitas media digital, ada ruang yang sangat besar untuk pertumbuhan precision marketing di seluruh Asia Pasifik.

"Precision marketing mampu mendorong aplikasi pemasaran dari analitik prediktif dan hasil forecast, dan sangat disarankan pengiklan mempertimbangkannya ke dalam perbendaharaan alat-alat terbaru mereka," kata dia di Jakarta, belum lama ini.

Laporan ini menyorot Data Management Platforms (DMPs) sebagai teknologi penting untuk pengiklan agar berhasil menerapkan precision marketing dalam strategi keseluruhan mereka. Platform tersebut mengelola dan menyatukan berbagai aliran data konsumen yang berbeda dan membantu membuat profil konsumen dan pengiriman pesan yang ditargetkan sehingga mengurangi pemborosan untuk biaya media.

Yang masih menjadi tantangan bagi para pengiklan adalah bagaimana menunjukkan keberhasilan yang cepat selama tahap awal keterlibatan DMP. Data science dan kecakapan analitik adalah atribut teratas yang dicari oleh para pengiklan di Asia Pasifik saat mengevaluasi sebuah platform manajemen data.

"Saat ini belum banyak yang berinvestasi untuk precision marketing. Namun, memperluas ekosistem ahli, keberadaan set data berkualitas tinggi, dan menyajikan lebih banyak kisah sukses akan meningkatkan kepercayaan diri dan adopsi dalam industri. Kekosongan dalam kesadaran dan pendidikan dapat diisi oleh agensi, pemilik media, dan pengiklan dengan melihat potensi jangka panjang dan jangka pendek dari pemasaran presisi," tambah Laungani.

Baca Juga

Tag: digital advertising, Nielsen Indonesia

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Unsplash/The Creative Exchange

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,920.85 3,881.43
British Pound GBP 1.00 18,471.15 18,280.08
China Yuan CNY 1.00 2,102.27 2,080.16
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,705.16 14,558.84
Dolar Australia AUD 1.00 10,271.55 10,166.44
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,896.80 1,877.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,566.33 10,457.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,769.76 16,597.08
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,449.49 3,411.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,749.57 13,608.94
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5098.374 22.576 696
2 Agriculture 1104.248 -7.049 23
3 Mining 1291.177 -5.626 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.493 2.164 80
5 Miscellanous Industry 930.148 11.865 52
6 Consumer Goods 1876.311 46.088 57
7 Cons., Property & Real Estate 313.113 -2.544 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 894.119 4.368 78
9 Finance 1111.213 -1.708 93
10 Trade & Service 603.737 -1.454 173
No Code Prev Close Change %
1 WIIM 192 258 66 34.38
2 WOWS 63 77 14 22.22
3 PORT 466 565 99 21.24
4 HDFA 159 187 28 17.61
5 BLTZ 3,100 3,600 500 16.13
6 DPUM 68 78 10 14.71
7 PRAS 111 127 16 14.41
8 MERK 3,500 3,940 440 12.57
9 TCPI 3,400 3,770 370 10.88
10 PGLI 226 250 24 10.62
No Code Prev Close Change %
1 DART 258 240 -18 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 JIHD 650 605 -45 -6.92
4 ENVY 130 121 -9 -6.92
5 JMAS 232 216 -16 -6.90
6 SMMA 17,800 16,575 -1,225 -6.88
7 ABMM 1,310 1,220 -90 -6.87
8 NIKL 585 545 -40 -6.84
9 TARA 161 150 -11 -6.83
10 ESTI 59 55 -4 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 PURA 122 118 -4 -3.28
2 TOWR 1,055 1,065 10 0.95
3 HMSP 1,705 1,850 145 8.50
4 KRAS 360 376 16 4.44
5 TCPI 3,400 3,770 370 10.88
6 BBRI 3,130 3,140 10 0.32
7 MEDC 472 488 16 3.39
8 WIIM 192 258 66 34.38
9 BRIS 490 492 2 0.41
10 GIAA 258 264 6 2.33