Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,16% pada penutupan sesi II.
  • 13:29 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 42,41 USD/barel.
  • 13:27 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 45,14 USD/barel.
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,04% terhadap Euro pada level 1,1819 USD/GBP.
  • 13:26 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,03% terhadap Yen pada level 106,96 JPY/USD.
  • 13:25 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.953 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,02% pada penutupan sesi I.

Apa Itu Precision Marketing?

Apa Itu Precision Marketing?
WE Online, Jakarta -

Precision marketing atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti pemasaran presisi merupakan pemasaran yang berbasis data. Pemasaran presisi diarahkan pada pelanggan yang ada untuk mendorong loyalitas merek dan memacu perilaku pembelian. Melalui pemsaran ini, pendapatan suatu bisnis bisa meningkat, mengurangi biaya, dan memaksimalkan pengeluaran pemasaran.

Melansir dari Marketing Schools (16/7/2019), pemasaran presisi tidak terlalu bergantung pada pembuatan iklan persuasif, dan lebih banyak pada pembuatan penawaran, dan trik yang menarik bagi pelanggan yang sudah ada.

Untuk melakukan ini, pemasaran presisi sangat bergantung pada segmentasi pasar; sebuah teknik untuk memecah pasar menjadi blok pelanggan yang lebih kecil dan lebih spesifik dengan kebutuhan unik. Segmen pasar bisa sangat luas, misalnya perempuan, atau mereka bisa sangat spesifik, misalnya wanita yang belum menikah berusia di atas 50 tahun, namun memiliki anak angkat.

Baca Juga: Era Big Data, Precision Marketing Meningkat di Indonesia

Segmentasi pasar tergantung pada pemanenan data tentang perilaku pelanggan. Misalnya, toko kelontong menawarkan kartu diskon yang menawarkan penghematan kepada pelanggan, tetapi juga melacak semua yang mereka beli dan memantau data demografis mereka.

Pengecer online meminta detail pelanggan, seperti lokasi, usia, jenis kelamin, dan preferensi pribadi pelanggan ketika mereka mendaftar untuk suatu akun. Semua data ini disimpan dalam database yang luas dan dianalisis oleh divisi pemasaran untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang siapa pelanggan mereka dan apa yang mereka inginkan.

Dengan menggunakan data ini, perusahaan membuat program loyalitas untuk menarik pelanggan yang sudah ada, mulai dari barang dagangan gratis hingga perlakuan khusus dan akses ke produk eksklusif.

Pada dasarnya, tujuan dari setiap penawaran adalah untuk membuat pelanggan merasa bahwa bisnis mereka bernilai dan kebutuhan mereka diakui. Jika sebuah perusahaan dapat secara konsisten memberikan pengalaman pelanggan yang patut dicontoh, pelanggan itu kemungkinan besar akan kembali.

Baca Juga: 10 Ilmu tentang Marketing Media Sosial yang Perlu Anda Tahu

Biasanya, perusahaan besar dengan lini produk yang luas, paling tertarik menggunakan strategi pemasaran presisi yang komprehensif. Persaingan di antara perusahaan-perusahaan di industri ritel, perhotelan, dan industri perjalanan dapat menjadi sangat sengit dan perusahaan-perusahaan ini berkembang dengan pesat.

Mereka menginvestasikan sumber daya yang signifikan dalam mengumpulkan data pelanggan, menganalisis data ini, dan kemudian menggunakannya untuk memberikan penawaran kepada pelanggan mereka yang ada.

Bagaimana cara menerapkan pemasaran presisi?

Seperti namanya, pemasaran presisi sangat memperhatikan akurasi dan fokus. Satu-satunya cara untuk melaksanakan strategi pemasaran presisi yang menghasilkan hasil adalah dengan mengikuti rencana yang cermat dan komprehensif.

Contoh kasusnya: dalam pemasaran Best Western Hotel, salah satu jaringan hotel terbesar di seluruh dunia, yang melayani keluarga dan pelancong bisnis yang sering menggunakan hotel. Untuk mendorong bisnis yang berulang, Best Western telah mengembangkan program penghargaan industri terkemuka yang memberikan insentif bagi loyalitas pelanggan. Setelah berhasil memperkenalkan para pelancong ke program loyalitas, Best Western mencari cara terbaik untuk menumbuhkan keanggotaan.

Baca Juga: Apa Itu Email Marketing?

Perusahaan memiliki banyak data tentang pelanggan mereka yang telah mereka kumpulkan melalui inisiatif online. Setelah menganalisis data ini, Best Western memutuskan untuk menggunakan kampanye pemasaran surat langsung untuk terhubung dengan pelanggan tetap mereka.

Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama InfoPrint untuk merancang pernyataan manfaat pelanggan yang menyerupai tagihan kartu kredit atau laporan frequent flyer. Tujuannya adalah untuk memudahkan pelanggan memahami manfaat apa yang telah mereka dapatkan dan apa yang diperlukan untuk mendapatkan lebih banyak.

Pernyataan tersebut menyajikan informasi dengan cara yang jelas dan komprehensif yang memungkinkan pelanggan memaksimalkan manfaat yang mereka terima.

Tag: Precision Marketing, Digital Marketing, internet marketing, Affiliate Marketing, Email Marketing

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Unsplash/Rawpixel

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,997.86 3,957.77
British Pound GBP 1.00 19,577.52 19,379.75
China Yuan CNY 1.00 2,157.44 2,135.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,991.59 14,842.42
Dolar Australia AUD 1.00 10,705.49 10,597.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,934.40 1,914.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,918.06 10,807.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.07 17,530.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,574.53 3,533.07
Yen Jepang JPY 100.00 14,018.69 13,877.91
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5239.250 5.798 698
2 Agriculture 1197.150 8.188 23
3 Mining 1397.826 2.228 48
4 Basic Industry and Chemicals 762.931 -1.567 80
5 Miscellanous Industry 953.200 -0.327 52
6 Consumer Goods 1931.632 16.356 58
7 Cons., Property & Real Estate 295.862 -0.799 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.469 5.192 78
9 Finance 1164.347 -1.003 93
10 Trade & Service 633.771 -3.745 174
No Code Prev Close Change %
1 MBAP 1,820 2,270 450 24.73
2 DVLA 2,450 3,040 590 24.08
3 KIOS 160 194 34 21.25
4 CNTX 218 250 32 14.68
5 ALTO 354 400 46 12.99
6 TRUS 284 320 36 12.68
7 PNLF 185 206 21 11.35
8 BIKA 179 199 20 11.17
9 TDPM 94 104 10 10.64
10 BMSR 53 58 5 9.43
No Code Prev Close Change %
1 GLOB 144 134 -10 -6.94
2 MREI 5,200 4,840 -360 -6.92
3 BPTR 87 81 -6 -6.90
4 SGER 262 244 -18 -6.87
5 FOOD 131 122 -9 -6.87
6 BRAM 5,100 4,750 -350 -6.86
7 EMTK 5,475 5,100 -375 -6.85
8 MSKY 1,025 955 -70 -6.83
9 PAMG 74 69 -5 -6.76
10 BOLA 163 152 -11 -6.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,090 1,030 -60 -5.50
2 BBRI 3,350 3,330 -20 -0.60
3 FREN 128 120 -8 -6.25
4 BBNI 5,125 5,075 -50 -0.98
5 BMTR 264 248 -16 -6.06
6 PURA 129 134 5 3.88
7 TLKM 2,950 3,010 60 2.03
8 MDKA 1,810 1,770 -40 -2.21
9 EXCL 2,430 2,610 180 7.41
10 PNLF 185 206 21 11.35