Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:43 WIB. Israel - Korsel dan Israel sepakati perdagangan bebas untuk hadapi peningkatan proteksionisme di banyak negara
  • 23:29 WIB. James Bond - 'No Time to Die' akan jadi judul film James Bond ke-25.
  • 23:17 WIB. Hyderabad - Amazon membangun kampus terbesarnya di India.
  • 23:10 WIB. Beijing - China akan memberi sanksi bagi perusahaan yang terlibat penjualan F-16 ke Taiwan.
  • 22:12 WIB. Jakarta  - Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) ditarget selesai 2020.
  • 21:51 WIB. Gojek - Kabinet Malaysia beri lampu hijau Gojek bisa mengaspal di sana.
  • 21:28 WIB. Kabinet - Meski tak ditawari menteri, PAN janji tetap dukung Jokowi.
  • 19:03 WIB. Xiaomi - Laba Xiaomi di kuartal II 2019 anjlok 87%.
  • 18:49 WIB. China - Ritel asal AS Costco akan masuk pertama kali di China dengan buka gerai di Shanghai pada 27 Agustus 
  • 18:36 WIB. EV - Beijing Taxi Association: Beijing akan operasikan sekitar 20 ribu taksi listrik pada akhir 2020
  • 18:30 WIB. Korea - DMC Media: Konsumen online di Korsel masih melihat toko offline sebagai bagian penting dari belanja
  • 17:25 WIB. QR - BI terbitkan QR Code Indonesian Standard (QRIS), yang akan efektif berlaku secara nasional mulai 1 Januari 2020.
  • 16:31 WIB. Jepang - Pemerintah Jepang cabut status izin tinggal 832 WNA pada tahun 2018 (naik 2x lipat)

Dirjen Hortikultura Rangkul Universitas Belanda Rancang Proyek Sayuran

Dirjen Hortikultura Rangkul Universitas Belanda  Rancang Proyek Sayuran - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi merangkul Wageningen University Research (WUR) The Netherland guna merancang proyek kerja sama produksi dan manfaat pengembangan varietas benih sayuran. Proyek yang dibiayai Pemerintah Belanda ini akan melihat kemajuan pengembangan varietas benih sayuran yang dikembangkan industri benih di Indonesia terhadap kesejahteraan petani.

Industri benih di Indonesia saat ini telah banyak mengeluarkan varietas benih sayuran yang beragam. Berangkta dari ini, tim research yang dipimpin Just Dengerink, Belanda mengatakan bahwa Indonesia memiliki contoh kasus pengembangan benih sayuran yang bagus untuk diteliti.

"Contohnya, beragamnya varietas tomat yang dihasilkan dan dipasarkan industri benih sejak 1992 yang dahulunya ditanam di dataran rendah, namun saat ini dikeluarkan varietas yang mampu beradaptasi di dataran tinggi," kata Dengerink saat bertemu dengan Dirjen Hortikultura, Suwandi di Jakarta, Senin (15/7/2019).

"Melihat fenomena tersebut, Wageningen University bersama dengan tim research, beserta Kementan menginisiasi proyek kerja sama yang melibatkan industri perbenihan dalam proyek kemitraan publik swasta atau public private partnership project (PPP Project)," sambung Dengerink.

Baca Juga: Kementan Prioritaskan Program Pengembangan SDM

Sementara itu, Suwandi menjelaskan, Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa memiliki karakteristik lahan yang subur, ditambah dengan energi harmoni yang dihasilkan dari masyarakat yang beragam jenis suku dan budayanya. Sehingga semua komoditas pertanian yang ditanam berproduksi dengan baik.

"Selain tomat, terdapat beberapa komoditas yang dapat dijadikan pembanding dalam proyek, yaitu cabai, kubis dan kentang," jelasnya.

Suwandi menekankan dukungan Kementan atas inisiasi rancangan PPP Project tersebut. Ia berharap proyek ini dapat berjalan guna memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan industri perbenihan dan hortikultura di Indonesia.

"Serta teridentifikasi determinan apa yang berpengaruh terhadap aspek social ekonomi petani skala kecil dan konsumen di Indonesia," terangnya.

Untuk itu, Suwandi menegaskan, proyek ini bagus apabila nantinya dilakukan di Indonesia. Harapannya, dalam pelaksanaan proyek nanti, dapat disinergikan suatu perlakuan pada pertanaman komoditas sayuran dimaksud yang terbukti memberikan energi positif dan meningkatkan kesehatan manusia.

"Sehingga selain melihat dampak benih sayuran berkualitas, juga dapat dilihat dampak pengaruh tanah yang diberikan perlakuan tertentu terhadap perkembangan sosial ekonomi dan pertumbuhan petani skala kecil dan konsumen di Indonesia. Serta melihat kondisi apa yang menentukan besarnya dampak tersebut," tegasnya.

Alternatif usulan ini diterima dengan baik oleh tim research, Jan Buurma. Ia mengatakan, proyek akan melihat berbagai variabel yang diduga kuat memiliki keterkaitan terhadap dampak pengembangan varietas dan kualitas benih sayuran.

"Oleh karena itu, dibutuhkan data yang lengkap untuk keberhasilan studi kasus dalam proyek ini, meliputi data produksi, luas panen, produktivitas, varietas yang digunakan, pelatihan yang diterima petani, tingkat konsumsi, populasi, demografi (perkotaan dan perdesaan) hingga data pemasaran," ungkap Jan Buurma.

Baca Juga: DPR Puji Jurus Jitu Kementan Siapkan Regenerasi dan Peningkatan Kualitas Petani

PT East West Seed, selaku sektor swasta yang akan terlibat dalam pelaksanaan proyek ini akan membantu tim menghimpun data dukung selama studi kelayakan tersebut.

Corporate Secretary PT East West Seed, Firmansyah mengatakan, pihaknya akan melakukan diskusi dengan asosiasi benih hortikultura dan melakukan study visit ke Jawa Barat, antara lain Garut dan Bandung untuk melihat langsung kondisi pertanaman dan petani sayuran di wilayah tersebut.

"Selanjutnya, tim akan kembali dan merampungkan proposal proyek dimaksud untuk mendapatkan persetujuan Pemerintah Belanda," ujarnya.

Tag: Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Kementan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,820.93 3,782.86
British Pound GBP 1.00 17,441.04 17,266.80
China Yuan CNY 1.00 2,034.56 2,014.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,330.00 14,188.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,718.61 9,620.88
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,827.15 1,808.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,354.05 10,249.96
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,904.87 15,745.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.63 3,398.32
Yen Jepang JPY 100.00 13,462.98 13,325.82

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6252.967 -42.771 651
2 Agriculture 1352.538 3.379 21
3 Mining 1594.204 -6.101 49
4 Basic Industry and Chemicals 839.668 -9.022 72
5 Miscellanous Industry 1141.967 -9.977 49
6 Consumer Goods 2401.664 -24.300 53
7 Cons., Property & Real Estate 504.990 0.189 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1224.736 -5.147 74
9 Finance 1248.608 -11.827 91
10 Trade & Service 790.366 1.634 162
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 665 830 165 24.81
2 KOTA 404 490 86 21.29
3 JIHD 525 630 105 20.00
4 KONI 500 595 95 19.00
5 MKNT 53 62 9 16.98
6 POLY 69 78 9 13.04
7 TFCO 620 695 75 12.10
8 ARKA 1,280 1,425 145 11.33
9 MTPS 1,500 1,655 155 10.33
10 PDES 1,000 1,100 100 10.00
No Code Prev Close Change %
1 FMII 560 424 -136 -24.29
2 PCAR 1,665 1,500 -165 -9.91
3 POLI 850 775 -75 -8.82
4 VINS 109 101 -8 -7.34
5 MEGA 6,200 5,775 -425 -6.85
6 PAMG 193 181 -12 -6.22
7 TBMS 810 760 -50 -6.17
8 ERTX 120 113 -7 -5.83
9 MTRA 350 330 -20 -5.71
10 EAST 212 200 -12 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 134 143 9 6.72
2 IPTV 224 224 0 0.00
3 BBRI 4,100 4,050 -50 -1.22
4 MNCN 1,260 1,295 35 2.78
5 ERAA 1,875 1,835 -40 -2.13
6 MDKA 5,975 6,100 125 2.09
7 TLKM 4,470 4,410 -60 -1.34
8 ANTM 1,050 1,070 20 1.90
9 PGAS 1,920 1,870 -50 -2.60
10 ASII 6,425 6,350 -75 -1.17