Portal Berita Ekonomi Kamis, 06 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,44% terhadap Yuan pada level 6,94 CNY/USD.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,62% pada level 25.102.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,40% pada level 2.311.
  • 15:59 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,73% pada level 2.534.
  • 15:59 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 0,17% pada level 3.377.
  • 15:58 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,26% pada level 22.514.
  • 15:57 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,68% pada level 6.077.
  • 15:56 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,51% terhadap Dollar AS pada level 14.550 IDR/USD.

Indeks Kunjungan Wisman Rendah, BI Beberkan Kendala Pengembangan Pariwisata Jakarta

Indeks Kunjungan Wisman Rendah, BI Beberkan Kendala Pengembangan Pariwisata Jakarta
WE Online, Yogyakarta -

Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta menjadi tujuan wisatawan mancanegara untuk urusan bisnis atau meeting, incentive, convention and exhibition (MICE). Hal tersebut menjadi potensi untuk terus dikembangkan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan, arah kebijakan pariwisata Jakarta adalah untuk mengembangkan kebudayaan dan pariwisata berkeadilan, memiliki nilai kebangsaan dan kebhinekaan, memperkaya pengalaman, serta mendukung keberlanjutan dan kestabilan perekonomian kota Jakarta sebagai simpul kemajuan Indonesia. Untuk mencapai tujuan itu, Hamid mempunyai strategi untuk melibatkan peran serta masyarakat.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat di kawasan pariwisata, hanya saja hasilnya belum terlalu signifikan. Karena itu, ia pun menyarankan agar masyarakat ikut sadar untuk mengembangkan kapasitas individu.

Baca Juga: Menpar Akui Belum Puas terhadap Capaian Kunjungan Wisman

"Masyarakat juga perlu sadar diri ya. Khususnya mereka yang memang meraih pendapatan dari sektor pariwisata," ujar Hamid dalam media gathering di Bilik Kayu, Yogyakarta, Senin (15/72019).

Riset yang dilakukan BI pada tahun lalu menunjukkan bahwa kemungkinan wisatawan mancanegara (wisman) untuk kembali berkunjung ke Jakarta seharusnya ditingkatkan lagi.

"(Indeks) peluang wisman berkunjung kembali ke Indonesia hanya 0,63. Standarnya kalau bagus itu 1," lanjutnya.

Hamid mengatakan, hasil tersebut khusus untuk kondisi Jakarta saat ini. Jika kondisi destinasi wisata di Jakarta terus diperbaiki, maka akan ada kenaikan indeks wisman untuk berkunjung kembali.

"Kalau (Jakarta) terus diperbaiki, indeks tersebut bisa meningkat menjadi 0,93," tutup Hamid.

Ada beberapa catatan yang perlu terus diperbaiki untuk mengembangkan destinasi wisata di Jakarta. Pertama, terkait aksesibilitas menuju lokasi wisata yang dinilai masih sulit bagi pengunjung wisman. Kedua, terbatasnya kegiatan di kawasan wisata.

Baca Juga: Kunjungan Naik 11,68%, China Dominasi Wisman ke Jakarta

"Spot foto, ada aktivitas beragam. Begitu sampai ke sana (destinasi wisata) sudah lama, mati gaya. Kalau di Kepulauan Seribu mau ngapain? Di Bali sama di Gili kalau malam kan masih ada kegiatan, jadi para pengunjung masih bisa meluangkan waktu untuk jalan-jalan," jelasnya.

Tag: Pariwisata, Wisatawan Mancanegara (Wisman), Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta)

Penulis: Kumairoh

Editor: Rosmayanti

Foto: Kumairoh

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,918.44 3,879.14
British Pound GBP 1.00 19,226.93 19,032.71
China Yuan CNY 1.00 2,110.42 2,089.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,696.12 14,549.89
Dolar Australia AUD 1.00 10,562.10 10,449.73
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,896.27 1,877.33
Dolar Singapura SGD 1.00 10,713.02 10,602.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,363.47 17,186.33
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,493.25 3,455.21
Yen Jepang JPY 100.00 13,923.37 13,783.53
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5127.051 52.049 696
2 Agriculture 1155.132 -0.286 23
3 Mining 1399.666 40.451 48
4 Basic Industry and Chemicals 749.122 6.097 80
5 Miscellanous Industry 905.550 12.406 52
6 Consumer Goods 1911.618 34.786 57
7 Cons., Property & Real Estate 289.258 0.452 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 904.224 19.899 78
9 Finance 1122.591 2.025 93
10 Trade & Service 615.708 4.701 173
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 INAF 2,280 2,850 570 25.00
3 PEHA 1,390 1,735 345 24.82
4 PYFA 775 965 190 24.52
5 CENT 106 128 22 20.75
6 ALTO 334 400 66 19.76
7 JIHD 470 560 90 19.15
8 CNTX 218 258 40 18.35
9 PGLI 178 210 32 17.98
10 DPNS 246 286 40 16.26
No Code Prev Close Change %
1 UANG 412 384 -28 -6.80
2 KBAG 324 302 -22 -6.79
3 DART 236 220 -16 -6.78
4 LUCK 266 248 -18 -6.77
5 SRAJ 148 138 -10 -6.76
6 WOWS 74 69 -5 -6.76
7 RICY 89 83 -6 -6.74
8 PCAR 386 360 -26 -6.74
9 SINI 476 444 -32 -6.72
10 KICI 268 250 -18 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 KAEF 2,280 2,850 570 25.00
2 PSAB 262 290 28 10.69
3 MDKA 1,810 1,935 125 6.91
4 BBRI 3,080 3,080 0 0.00
5 FREN 132 144 12 9.09
6 INAF 2,280 2,850 570 25.00
7 TOWR 1,160 1,160 0 0.00
8 TLKM 2,950 3,020 70 2.37
9 MSIN 270 270 0 0.00
10 BRIS 535 550 15 2.80