Portal Berita Ekonomi Sabtu, 24 Agustus 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:14 WIB. USD - Gubernur BoE Carney mengatakan dunia sudah saat berhenti menyandarkan di USD.
  • 17:13 WIB. Mobil dinas - Mendagri heran tentang pembelian mobil baru yang dipersoalkan.
  • 16:45 WIB. Indonesia - Wapres terpilih: Masyarakat  menengah akan mendominasi perekonomian sampai dengan 2040.
  • 16:22 WIB. AS-Jepang - AS tidak menaikan tarif otomotif asal Jepang.
  • 15:15 WIB. DPR  - Ketua DPR tidak mau tanggapi proyek pin emas DPR senilai Rp5,5 miliar.
  • 14:27 WIB. Deal perdagangan -  Jepang menurunkan tarif import daging sapi dan babi asal AS.
  • 14:01 WIB. Amazon - Amazon digugat para penerbit karena menampilkan teks untuk buku audio.
  • 13:28 WIB. Beijing -  China  melepaskan konsulat Inggris di Hong Kong yang ditahan di  Shenzhen, Sabtu (24/8).
  • 13:16 WIB. Syariah - Wapres terpilih yakin Indonesia bisa menjadi pusat kebangkitan ekonomi Islam.
  • 12:52 WIB. Minyak - Akibat perang dagang AS-China, harga minyak turun 4%, terendah dalam 2 minggu ini.
  • 12:35 WIB. Retaliasi - Mulai 15 Des China akan mengenakan ekstra tarif 5% untuk pecahan copper serta alumunium.
  • 12:23 WIB. Sumsel - BPDP Sumsel: Kebakaran hutan di Sumsel sepanjang Jan-Agustus 1.678,80 hektare.
  • 11:27 WIB. Oposisi - Sambil rayakan hut di kolong tol, PAN menyatakan akan menjadi oposisi.

Kantongi Izin Pemda Kaltara, Inalum Siap Bangun Klaster Industri Aluminium

Kantongi Izin Pemda Kaltara, Inalum Siap Bangun Klaster Industri Aluminium - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Holding industri pertambangan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menandatangani nota kesepakatan terkait proyek pembangunan klaster industri aluminium di provinsi tersebut, yang digelar hari ini (17/7/2019) di Gedung Energy, SCBD, Jakarta.

Menurut Direktur Pelaksana Inalum, Oggy A Kosasih, perseroan memiliki target pengembangan produk aluminium sampai dengan 2 juta ton yang akan dilakukan secara bertahap. Sementara Smelter Inalum di Kuala Tanjung hanya dapat menghasilkan 300.000 ton aluminium per tahun dengan maksimum hingga 500.000 ton.

"Dengan potensi Kaltara, kami optimis dapat menambah kapasitas sampai 1.500.000 ton," ujar dia dalam pernyataan resminya, Rabu (17/7/2019).

Baca Juga: Inalum Siap Kantongi 20% Saham Vale, Nilainya. . .

Sementara Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie berharap investasi Inalum bisa memberikan kebaikan pada masyarakat Kaltara sekaligus sebagai usaha pemerataan pembangunan di Indonesia. 

"Kami berharap investasi ini akan mendorong pembangunan daerah dan pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perputaran ekonomi yang positif yang berujung pada kemakmuran Kaltara," ungkap Irianto.

Dalam nota kesepakatan tersebut, Pemda Kaltara akan menyediakan izin pembangunan klaster industri aluminium sekaligus pembangunan sarana dan prasarana pendukung operasional yang diperlukan baik infrastruktur maupun ketersediaan SDM. Ruang lingkup kesepakatan mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan.

Irianto menambahkan, "Kami juga akan mengusahakan pembangunan fasilitas yang diperlukan untuk pembangunan proyek ini terutama ketersediaan listrik, lahan, dan pelabuhan. Kami akan membuka networking dan keran investasi di Kaltara untuk proyek ini tentu dengan prinsip keterbukaan yang diatur dalam undang-undang."

Baca Juga: Inalum Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Material Baterai Asal China

Inalum memastikan proyek tersebut dijalankan setelah Inalum dan Pemda Kaltara melakukan kajian yang mendalam dan komprehensif baik dari aspek bisnis hingga pembangunan seperti studi kelayakan. 

"Inalum tengah melakukan kajian potensi bisnis serta pembangunan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk proyek ini. Dengan serangkaian kajian, diharapkan potensi bisnis akan semakin tergali," ujar Oggy.

Tag: PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum), Aluminium

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Inalum

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,818.36 3,780.40
British Pound GBP 1.00 17,524.82 17,349.62
China Yuan CNY 1.00 2,029.13 2,009.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,320.00 14,178.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,680.32 9,581.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,826.86 1,808.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,334.13 10,225.75
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,859.40 15,699.30
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,420.11 3,382.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,444.75 13,307.68

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6255.597 16.352 650
2 Agriculture 1368.973 -5.285 21
3 Mining 1590.040 13.201 49
4 Basic Industry and Chemicals 841.616 6.098 72
5 Miscellanous Industry 1172.077 33.290 49
6 Consumer Goods 2403.300 9.451 53
7 Cons., Property & Real Estate 498.204 1.562 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.314 -8.753 74
9 Finance 1252.950 0.692 90
10 Trade & Service 785.361 -0.724 162
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 366 456 90 24.59
2 FIRE 2,100 2,440 340 16.19
3 ANDI 1,950 2,250 300 15.38
4 AKPI 412 472 60 14.56
5 POLL 3,560 4,000 440 12.36
6 KBLM 310 348 38 12.26
7 ALKA 434 486 52 11.98
8 PORT 565 630 65 11.50
9 LPLI 119 132 13 10.92
10 CCSI 292 322 30 10.27
No Code Prev Close Change %
1 AGRS 330 248 -82 -24.85
2 APEX 640 530 -110 -17.19
3 CANI 190 161 -29 -15.26
4 SSTM 500 426 -74 -14.80
5 ARTA 380 330 -50 -13.16
6 FOOD 170 151 -19 -11.18
7 NELY 155 138 -17 -10.97
8 OKAS 104 93 -11 -10.58
9 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
10 GTBO 177 159 -18 -10.17
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,655 1,480 -175 -10.57
2 ADRO 1,020 1,085 65 6.37
3 BBRI 4,070 4,080 10 0.25
4 MNCN 1,260 1,255 -5 -0.40
5 ASII 6,325 6,575 250 3.95
6 UNTR 19,975 20,500 525 2.63
7 TLKM 4,450 4,380 -70 -1.57
8 MAMI 89 89 0 0.00
9 BBCA 30,000 29,975 -25 -0.08
10 PGAS 1,805 1,830 25 1.39