Portal Berita Ekonomi Rabu, 22 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,05% di awal sesi I.
  • 08:24 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 64,35 USD/barel
  • 08:23 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,34 USD/barel
  • 08:22 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.553 USD/troy ounce
  • 08:22 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,03% terhadap Dollar AS pada level 13.675 IDR/USD
  • 08:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Yen pada level 109,93 JPY/USD
  • 08:20 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Poundsterling pada level 1,3050 USD/GBP
  • 08:18 WIB. Valas - Dollar AS stagnan terhadap Euro pada level 1,1082 USD/EUR
  • 08:17 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka negatif 0,14% pada level 3.242
  • 07:27 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,08% pada level 23.837
  • 07:26 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,19% pada level 2.243
  • 07:25 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,27% pada level 3.320
  • 07:24 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,52% pada level 29.196
  • 07:23 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,19% pada level 9.370

Nyentil Abis! Tanda Kemajuan Ekonomi Negara Adalah Macet, Kata JK

Nyentil Abis! Tanda Kemajuan Ekonomi Negara Adalah Macet, Kata JK - Warta Ekonomi
WE Online, Tangerang -

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyebut tanda-tanda kemajuan ekonomi suatu negara adalah kemacetan. Jika negara macet, artinya industri automotif mengalami pertumbuhan.

Selain itu, jika negara macet artinya kemampuan daya beli masyarakatnya meningkat. Menurutnya, tidak ada satu pun negara miskin yang merasakan kemacetan di daerahnya.

"Sekali lagi saya ulangi bahwa tanda-tanda kemajuan ekonomi suatu negara adalah macet. Negara miskin mana ada yang macet," ujarnya dalam acara GIIAS di ICE BSD Tangerang, Kamis (17/7/2019).

Baca Juga: Wapres JK Dijadwalkan Buka Pameran Mobil GIIAS 2019 Hari Ini

Namun lanjut JK, bukan berarti kemacetan ini dibiarkan begitu saja. Pemerintah akan tetap mengatur lalu lintasnya agar tetap bisa tertib dan kemacetan bisa di minimalisir.

Tentunya juga jangan sampai menggerus industri otomotif juga. Karena industri ini memiliki peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi negara.

"Diatur Menhub bagaimana pemakaian mobil itu teratur itu semua harus kita perbaiki," ucapnya

Baca Juga: Visioner Banget! JK Ajak Masyarakat Beramal Lewat Barcode!

Dukungan pemerintah akan dilakukan dengan membuat regulasi untuk mengaturnya. Dari sisi transportasi pemerintah melakukan kebijakan ganjil genap untuk mengatur lalu lintas agar tidak terlalu padat tanpa menghambat industri automotif.

Dari sisi industri, pemerintah menyiapkan beberapa regulasi untuk menggenjot ekspor automotif. Misalnya adalah dengan memperbaiki sistem pengiriman barang alis logistik di pelabuhan.

"Pemerintah pun mendukung dari sisi regulasi dan dari sisi ekspor sejak 10 tahun lalu sudah punya port, dan nanti Patimban untuk Karwang car terminal pertama. Akan ada baik sistem dan logistiknya, pemerintah akan berusaha mendukung sebaik-baiknya," jelasnya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Muhammad Jusuf Kalla (JK)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Nando

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,658.88 3,622.09
British Pound GBP 1.00 17,846.92 17,667.98
China Yuan CNY 1.00 1,992.90 1,972.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,726.29 13,589.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,416.23 9,315.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,765.87 1,748.28
Dolar Singapura SGD 1.00 10,177.42 10,072.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,226.57 15,073.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,375.87 3,339.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,484.12 12,356.53
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6238.153 -6.890 675
2 Agriculture 1388.378 -28.093 21
3 Mining 1508.098 -7.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.298 -4.457 77
5 Miscellanous Industry 1225.694 1.087 51
6 Consumer Goods 2071.621 -10.989 56
7 Cons., Property & Real Estate 475.225 -5.616 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1100.084 11.364 76
9 Finance 1368.654 2.222 92
10 Trade & Service 748.831 -1.999 168
No Code Prev Close Change %
1 BAJA 65 87 22 33.85
2 GDST 68 91 23 33.82
3 KAYU 72 91 19 26.39
4 AMAR 450 560 110 24.44
5 PAMG 113 134 21 18.58
6 ASBI 256 298 42 16.41
7 SDRA 700 800 100 14.29
8 KBLV 240 270 30 12.50
9 BKSW 140 157 17 12.14
10 SINI 1,610 1,785 175 10.87
No Code Prev Close Change %
1 PADI 115 75 -40 -34.78
2 PTIS 131 86 -45 -34.35
3 AMIN 380 288 -92 -24.21
4 INDR 2,570 2,000 -570 -22.18
5 PICO 1,500 1,190 -310 -20.67
6 BISI 1,045 830 -215 -20.57
7 LTLS 615 500 -115 -18.70
8 PRDA 3,680 3,000 -680 -18.48
9 MYTX 66 54 -12 -18.18
10 SDPC 146 120 -26 -17.81
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 785 800 15 1.91
2 MNCN 1,745 1,750 5 0.29
3 LUCK 560 600 40 7.14
4 KAYU 72 91 19 26.39
5 TLKM 3,810 3,890 80 2.10
6 BBRI 4,660 4,670 10 0.21
7 TCPI 6,700 6,750 50 0.75
8 FIRE 232 248 16 6.90
9 PSAB 278 264 -14 -5.04
10 PPRO 56 60 4 7.14