Portal Berita Ekonomi Kamis, 16 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,00% pada level 24.970.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,82% pada level 2.183.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,76% pada level 22.770.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 4,50% pada level 3.210.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,88% pada level 2.625.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,78% pada level 6.243.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 6,99 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,26% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.

Airlangga Vs Bamsoet Berebut Golkar1, Dua-Duanya Perlu Lobi ke. . .

Airlangga Vs Bamsoet Berebut Golkar1, Dua-Duanya Perlu Lobi ke. . .
WE Online, Jakarta -

Peran Airlangga Hartarto dalam memimpin Partai Golkar dinilai tidak terlalu moncer. Hal itu tampak dari perolehan suara partai berlambang Pohon Beringin itu yang pada Pemilu 2019 turun jika dibanding pada Pemilu 2014.

Pengamat politik dari Para Syndicate Ari Nurcahyo menilai, menurunnya prestasi Golkar bisa direkam dari Pemilu 2019 di mana raihan kursi di DPR terbilang menurun.

"Banyak persoalan yang menjadi catatan di kepemimpinan Airlangga. Meskipun Golkar posisinya nomor dua (dari jumlah kepemilikan kursi-red), tetap ini bagian kelemahan Pak Airlangga," kata Ari di Jakarta, Jumat 19 Juli 2019.

Baca Juga: Airlangga Pimpin Golkar Lagi? Duh, Jokowi Bakal Sulit Kasih Restu Nih!

Menurut Ari, lemahnya kepemimpinan Airlangga membuka peluang Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang secara bersamaan muncul sebagai penantang Airlangga dalam menggapai kursi Golkar satu. Ari mengaku yakin, Bamsoet akan memanfaatkan kelemahan Airlangga untuk meyakinkan pemilik hak suara dalam Musyawarah Nasional (Munas).

"Peluang-peluang ini sedang dimanfaatkan. Namanya penantang pasti memiliki peluang dari kontestasi," ujar Ari.

Lebih lanjut Ari mengatakan, langkah politik Airlangga mempertahankan pelaksanaan Munas Golkar pada Desember mendatang juga bagian dari strategi. Jika Munas Golkar dipercepat sebelum Oktober, kata Ari, maka posisi Bamsoet masih sebagai ketua DPR 2014-2019. 

Baca Juga: Pertemuan Jokowi-Bamsoet, Munas Golkar Dipastikan Diikuti Lebih dari 1 Calon

"Dalam konteks ini sebenarnya posisi Bamsoet sebagai ketua DPR peluang politiknya lebih besar. Modal politik (sebagai ketua DPR, red) lebih kuat daripada katakanlah Pak Bamsoet menjadi menteri," tutur Ari.

Dengan begitu, kata Ari, Airlangga berupaya mengulur pelaksanaan Munas Golkar hingga Desember atau setelah DPR dan presiden hasil Pemilu 2019 dilantik. Selain itu, Bamsoet pada DPR 2019-2024 sudah bukan ketua DPR lagi.

"Kalau Desember konsolidasinya lebih lama. Posisi pemerintahan baru pascapelantikan Oktober jelas lebih menguntungkan, makanya Airlangga melakukan pergantian beberapa pengurus (ketua DPD II Golkar-red)," ujarnya.

Baca Juga: Menteri Jonan dan Airlangga Hartarto Dipanggil DPR, Ternyata Cuma Buat. . . .

Ari menambahkan, perihal restu Presiden Jokowi yang diperebutkan dua kandidat Ketum Golkar dianggap sangat wajar. Meski Jokowi bukan kader Golkar, namun faktanya Golkar menjadi partai pengusung pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin. Maka restu Jokowi dianggap sebagai sesuatu yang seksi dalam kontestasi.

"Sudah rahasia umum restu presiden itu menjadi endorsement untuk political candidate sehingga perlu merasa perlu melakukan lobi-lobi ke presiden," katanya. 

Dengan demikian, baik Airlangga maupun Bamsoet juga berupaya sekuat mungkin bisa mengantongi restu Jokowi. "Dua-duanya memang dekat dengan Jokowi dan imbang," tandasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Partai Golongan Karya (Golkar), Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Wahyu Putro A

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,920.85 3,881.43
British Pound GBP 1.00 18,471.15 18,280.08
China Yuan CNY 1.00 2,102.27 2,080.16
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,705.16 14,558.84
Dolar Australia AUD 1.00 10,271.55 10,166.44
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,896.80 1,877.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,566.33 10,457.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,769.76 16,597.08
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,449.49 3,411.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,749.57 13,608.94
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5098.374 22.576 696
2 Agriculture 1104.248 -7.049 23
3 Mining 1291.177 -5.626 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.493 2.164 80
5 Miscellanous Industry 930.148 11.865 52
6 Consumer Goods 1876.311 46.088 57
7 Cons., Property & Real Estate 313.113 -2.544 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 894.119 4.368 78
9 Finance 1111.213 -1.708 93
10 Trade & Service 603.737 -1.454 173
No Code Prev Close Change %
1 WIIM 192 258 66 34.38
2 WOWS 63 77 14 22.22
3 PORT 466 565 99 21.24
4 HDFA 159 187 28 17.61
5 BLTZ 3,100 3,600 500 16.13
6 DPUM 68 78 10 14.71
7 PRAS 111 127 16 14.41
8 MERK 3,500 3,940 440 12.57
9 TCPI 3,400 3,770 370 10.88
10 PGLI 226 250 24 10.62
No Code Prev Close Change %
1 DART 258 240 -18 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 JIHD 650 605 -45 -6.92
4 ENVY 130 121 -9 -6.92
5 JMAS 232 216 -16 -6.90
6 SMMA 17,800 16,575 -1,225 -6.88
7 ABMM 1,310 1,220 -90 -6.87
8 NIKL 585 545 -40 -6.84
9 TARA 161 150 -11 -6.83
10 ESTI 59 55 -4 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 PURA 122 118 -4 -3.28
2 TOWR 1,055 1,065 10 0.95
3 HMSP 1,705 1,850 145 8.50
4 KRAS 360 376 16 4.44
5 TCPI 3,400 3,770 370 10.88
6 BBRI 3,130 3,140 10 0.32
7 MEDC 472 488 16 3.39
8 WIIM 192 258 66 34.38
9 BRIS 490 492 2 0.41
10 GIAA 258 264 6 2.33